MAKASSAR, BKM — Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar beberapa hari terakhir sudah berdampak pada terjadinya genangan di sejumlah wilayah, terutama di daerah rawan banjir. Ketinggian air pun bervariasi.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin menjelaskan, personelnya sudah melakukan pemantauan. Ada beberapa wilayah yang sudah terendam dengan ketinggian air mencapai 30 cm. Seperti di Jalan Adhyaksa Lorong 3, 5, dan 7, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang.
“Wilayah itu termasuk salah satu titik rawan banjir. Ketinggian air di sana mencapai 30 cm. Sebagian ruas jalan dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” ungkap Achmad Hendra, Kamis (30/1).
Kondisi yang sama juga terpantau di Kompleks CV Dewi, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang. Ketinggian air mencapai 30 cm di beberapa titik.
Kondisi yang cukup parah terjadi di Lorong 14 (belakang Universitas Handayani), Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang. “Di beberapa titik, ketinggian air di sana sudah mencapai 60 cm. Akses jalan, sebagian ruas masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat,” tutur Achmad Hendra.
Sementara itu, wilayah yang kerap menjadi langganan banjir di Perumnas Antang Blok 8 dan Blok 10, Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala, hingga kemarin sore masih terpantau aman. Kondisi jalan menuju ke dua lokasi tersebut masih bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Di BTN Kodam 3 Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Sungai Biringjene masih dalam kondisi normal. Akses jalan masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.
Camat Manggala Andi Eldi Indra Malka, mengatakan kondisi wilayah rawan banjir di Kecamatan Manggala masih cukup kondusif. Baik di Blok 8 dan 10. Kalaupun ada genangan, tidak terlalu mengkhawatirkan. “Ketinggian air mencapai 10 cm, masih aman dilalui kendaraan roda dua dan empat,” ungkap lelaki yang akrab disapa Eldi itu.
Sementara itu, di wilayah Romang Tangngayya, Kelurahan Tamangapa, air sudah mulai merendam areal perkampungan warga. Kampung tersebut memang langganan banjir setiap tahunnya. Bahkan jika kondisi cukup parah, akses jalan menuju ke luar wilayah terputus. “Sudah terendam air namun belum terlalu parah,” tandasnya. (rhm)

