MAKASSAR, BKM — Dinamika politik di Sulawesi Selatan semakin menarik perhatian, terutama menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel yang dijadwalkan berlangsung Mei atau Juni mendatang. Sederet nama mulai mencuat memanaskan persaingan kandidat potensial untuk menggantikan Taufan Pawe (TP), yang masa kepemimpinannya akan berakhir Agustus ini.
Dari berbagai latar belakang, nama-nama kuat mulai bermunculan. Termasuk dari jajaran kepala daerah, politisi senior, hingga tokoh muda yang dianggap memiliki kapasitas untuk membawa Golkar Sulsel ke arah yang lebih progresif.
Selaku petahana, TP tentu siap bersaing dengan para kandidat yang kini diapungkan. Sedikitnya ada 13 kader dinilai layak untuk bersaing di Musda Golkar. Mereka yakni mantan Wali Kota Makassar dua periode Ilham Arif Sirajuddin (IAS), Wali Kota yang juga Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin alias Appi, Wakil Ketua DPRD Sulsel yang juga Ketua DPD I AMPG Sulsel Rahman Pina, serta Ketua Komisi D DPRD Sulsel HA Kadir Halid.
Ada pula mantan Bupati Gowa dua periode dan pernah menjabat Plt Ketua Golkar Gowa Adnan Purichta Ichsan. Ketua Golkar yang juga mantan Bupati Jeneponto dua periode Iksan Iskandar, Ketua Golkar yang juga mantan Bupati Selayar dua periode Basli Ali, Ketua Golkar yang juga mantan Bupati Bone dua periode Andi Fahsar M Padjalangi, Ketua Golkar dan mantan Bupati Soppeng dua periode Andi Kaswadi Razak.
Mantan Ketua Golkar dan Bupati Pangkep dua periode Syamsuddin A Hamid, Bendahara DPD I yang juga Bupati Barru Andi Ina Kartika, Ketua Golkar yang juga Bupati Luwu Utara dua periode Indah Putri Indriani serta sang petahana Dr Taufan Pawe.
Ketua Bappilu DPD I Golkar Sulsel La Kama Wiyaka, menegaskan bahwa semua kader memiliki peluang yang sama untuk maju dalam Musda nanti. “Semua kader berhak mencalonkan diri. Yang menentukan nanti adalah pemilik suara di Musda, yakni para ketua DPD II dari 24 kabupaten/kota di Sulsel,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Partai Golkar Sulsel Bidang Organisasi Armin Mustamin Toputiri, menekankan bahwa proses pencalonan akan berjalan transparan sesuai aturan partai. “Setiap calon harus memenuhi kriteria, termasuk aspek prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT). Kita ingin memastikan bahwa yang terpilih benar-benar layak memimpin Golkar Sulsel ke depan,” jelasnya.
Dengan semakin menghangatnya persaingan menjelang Musda, Golkar Sulsel kini berada di persimpangan penting. Apakah partai berlambang pohon beringin rindang ini akan dipimpin oleh wajah baru atau tetap di tangan tokoh lama.
Jadwal Hasil Rakernas
Sebelumnya, Sekretaris DPD I Golkar Sulsel Andi Marzuki Wadeng mengatakan, Musda Golkar Sulsel akan digelar setelah Idulfitri. “Belum ada tanggalnya, tapi kemarin di Rakernas diputuskan itu setelah Idulfitri,” ujarnya.
Marzuki mengungkapkan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Sabtu (8/2) lalu. “Kemungkinan Musda digelar antara Mei dan Juni 2025,” ungkap Marzuki Wadeng.
Saat ini, Marzuki menyebut pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari DPP Golkar yang tengah menyusun petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) untuk Musda tersebut.
“Setelah itu, baru dapat dipastikan kapan tepatnya Musda akan digelar,” jelasnya.
“Kita tunggu pedoman dari DPP. Setelah Rakernas kan bertepatan dengan bulan Ramadan, terus Idulfitri. Setelah itu kan orang kadang-kadang masih pergi silaturahmi ke kampung dan sebagainya. Jadi DPP mengatakan idealnya di bulan Mei,” tambah Marzuki.
Jaringan IAS
Pengamat politik dari Unhas, Dr Adi Suryadi Culla mengemukakan bila masing-masing figur memiliki basis dukungan yang solid, sehinga persaingan diprediksi berlangsung ketat. Misalnya, IAS memiliki jaringan politik lama yang masih cukup kuat di Golkar Sulsel.
Ia juga figur yang berpengalaman, dua periode memimpin Makassar dan pernah menjabat sebagai ketua Golkar Sulsel. “Kedekatan IAS dengan berbagai faksi di Partai Golkar menjadi modal besar dalam Musda 2025,” ujar Adi Suryadi, Kamis (6/3).
Sementara itu, Kadir Halid juga tak bisa dipandang sebelah mata. Pengaruhnya masih cukup kuat, terutama dengan keberadaan kakaknya, mantan Waketum DPP Golkar HAM Nurdin Halid.
Terlebih, Nurdin Halid kini dipercayakan DPP Golkar menduduki kursi pimpinan komisi DPR RI. Di sisi lain, TP yang masih menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel. Anggota DPR RI itu dianggap memiliki jaringan politik yang sudah terbangun selama menakhodai Golkar Sulsel.
Hampir semua 24 ketua DPD II kabupaten/kota yang berganti di bawah kepemimpinannya.
Hal ini tentu memperkuat posisi TP di internal partai berlambang pohon beringin. Pun demikian dengan Appi yang dianggap sebagai kader berprestasi, sukses memimpin Golkar Makassar, serta berhasil memenangkan pilwali Makassar 2024.
Keberhasilannya ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tokoh potensial dalam Musda Golkar Sulsel. Selain itu, Appi memiliki jaringan politik yang kuat hingga ke tingkat DPP Golkar.
Kedekatannya dengan mantan Waketum DPP Golkar Erwin Aksa yang juga iparnya, menjadi modal strategis dalam dinamika internal partai. “Selain nama-nama tersebut, masih ada potensi munculnya figur-figur baru yang bisa mengejutkan,” tambah Adi.
Kembalikan Muruah Partai
Pengamat politik dari Universitas Bosowa (Unibos) Dr Arief Wicaksono, mengungkapkan bahwa salah satu nama yang menjadi perbincangan adalah Appi, Ketua DPD II Golkar Makassar, yang dinilai sebagai kandidat kuat. Kepemimpinannya di Golkar Makassar berhasil membawa partai ini kembali berjaya, dengan peningkatan perolehan kursi di DPRD Kota Makassar pada pemilu 2024.
“Pada Pemilu 2024, Golkar Makassar berhasil meraih suara terbanyak dan menambah jumlah kursi di DPRD. Ini tidak lepas dari kepemimpinan Pak Appi yang mampu mengembalikan marwah partai di Makassar,” ujarnya, Kamis (6/3).
Arif yang juga Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM Golkar Makassar ini menambahkan, selain Appi ada nama Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mantan Wali Kota Makassar dua periode dan juga digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat. IAS memiliki pengalaman panjang dalam dunia politik dan dikenal sebagai figur yang memiliki jaringan luas di Sulsel.
Di sisi lain, mantan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan juga masuk dalam bursa calon. Kedekatannya dengan berbagai tokoh nasional, termasuk Kabaharkam Polri Komjen Pol Fadil Imran, disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisinya. (ita-jun)

