MAKASSAR, BKM–Bulan suci ramadan selalu menjadi waktu yang penuh berkah bagi umat muslim di seluruh dunia. Selain meningkatkan ibadah dan ketakwaan, bulan suci ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Salah satu tradisi yang paling dinanti adalah buka puasa bersama, di mana masyarakat dapat berkumpul, berbagi kebahagiaan, serta memperkuat hubungan sosial.
Hal ini pula yang dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi Selatan H. Ridwan A. Wittiri (ARW), yang setiap tahun menggelar buka puasa bersama masyarakat dan anak-anak panti asuhan. Buka puasa berlangsung di ARW Center, Jl. Gunung Bawakaraeng No. 218 F, Kota Makassar, Minggu (23/3).
ARW yang juga Anggota DPR RI ini menegaskan bahwa buka puasa bersama bukan hanya soal menikmati hidangan setelah seharian berpuasa, tetapi juga menjadi ajang memperkuat hubungan sosial di berbagai lingkungan, baik dalam keluarga, komunitas, maupun tempat kerja.

“Kegiatan ini menjadi sarana untuk saling berbagi, mengingatkan satu sama lain dalam kebaikan, serta menciptakan kenangan indah yang mempererat persaudaraan,” ujar ARW.
Buka puasa bersama ini juga diisi dengan tausiyah keagamaan dari Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. A. Marjuni, M.Pd.I, yang memberikan pencerahan tentang makna ramadan dan pentingnya berbagi kepada sesama. Selain itu, acara semakin khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh St. Nurjanah, Juara I Qoriah MTQ III BAMUSI PDIP tingkat Kota Makassar.
Acara ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ratusan warga hadir dalam kegiatan ini, termasuk pengurus DPD PDIP Sulsel, serta anggota Fraksi DPRD Provinsi dan Kota Makassar.
Tradisi buka puasa bersama yang digagas oleh ARW ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk nyata dari kepedulian terhadap sesama. Dengan menghadirkan masyarakat luas dan anak-anak panti asuhan, acara ini menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dan memperkuat solidaritas sosial.
Semangat berbagi dan kebersamaan inilah yang membuat ramadan semakin bermakna. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk terus menebar kebaikan dan mempererat tali persaudaraan, baik di bulan suci maupun di luar ramadan. (rif)

