PAREPARE, BKM — Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unhas bekerjasama PD Aisyiyah Kota Parepare melaksanakan pelatihan skrining dan pembuatan minuman herbal di Gedung Serba Guna Aisyiyah Kota Parepare, Sabtu (28/6).
Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyakit Sindrom Metabolik. Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan kader Aisyiyah, perwakilan dari PDA, majelis, lembaga, dan pimpinan cabang (PC) Aisyiyah Kota Parepare. Tim PKM UNHAS yang berjumlah 12 orang dipimpin oleh Prof. Dr. Nurhaedar Jafar, Apt, M.Kes. Beliau juga menjadi salah satu narasumber bersama dengan Dr. dr. Anna Khuzaimah, M.Kes.
Dalam sambutannya, Prof. Nurhaedar Jafar menjelaskan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung kini menjadi penyebab utama kematian di Indonesia., “Salah satu penyebab utama meningkatnya PTM adalah Sindrom Metabolik. Sindrom Metabolik merupakan kumpulan faktor risiko metabolik yang saling berhubungan dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular serta diabetes melitus tipe 2. Sindrom ini dapat terjadi secara
perlahan dan tanpa gejala yang jelas sehingga kerap luput dari deteksi dini,” katanya. Haniarti, S.Si, Apt, M.Kes, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini.
“Terima kasih atas kepercayaan Tim PKM UNHAS yang telah memilih PD Aisyiyah sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, kader-kader Aisyiyah dapat melakukan rencana tindak lanjut (RTL) baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun meneruskan informasi dan pengetahuan yang diperoleh kepada kader Aisyiyah di tingkat cabang dan ranting,” ujar Haniarti saat membuka kegiatan tersebut.
Sebagai puncak kegiatan, Anna Khuzaimah membimbing langsung sesi pembuatan minuman herbal. Beberapa minuman herbal dari simplisia daun, seperti rebusan daun sukun dan daun kelor, serta ramuan herbal lainnya, dipraktikkan dan dicicipi langsung oleh para peserta. (mup/C)

