MAKASSAR, BKM — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel, Setiawan Aswad mengaku, adanya work from anywhere (WFA) dan efisiensi yang terjadi di Pemprov Sulsel tak mempengaruhi kinerja pegawai.“Iya (tidak mengurangi kinerja),” katanya, Jumat (4/7).
Setiawan menyampaikan, pihaknya terus melakukan evaluasi dan reviu dengan kebijakan WFA dan efisiensi ini.
“WFA itu salah satu strategi kita untuk memastikan bahwa produktivitas kerja di satu sisi bisa terjaga, di sisi lain juga efisiensi sumber daya juga bisa berjalan. Misalnya, tidak usah jauh-jauh, kantor saya, di Bappelitbangda itu kita atur penggunaan lift berdasarkan itu juga. Kita atur penggunaan ruangan juga berdasarkan itu. Penggunaan listrik, air, dan seterusnya. Itu sudah lumayan,” ungkapnya.
“Di samping memang tadi tentang kekhawatiran target kinerja ini juga ada di situ. Jangan-jangan teman-teman ini tidak mencapai target kinerjanya. Pasti ada proses adaptasi, kita juga selalu direviu ini. Kalau di Bappelitbangda saya sudah minta teman-teman Kabid, Sekretaris, untuk mereviu setiap minggu, bagaimana capaian program kegiatannya. Kemudian produktivitas teman-teman di bawah bekerja,” tambah Setiawan.
Ia menegaskan, pegawai yang WFA tetap bisa datang ke kantor jika sewaktu-waktu diperlukan.
“Tidak berarti kemudian ketika WFA, tidak bisa dipanggil ke kantor. Kalau ada yang sifatnya emergency dan itu harus ketemu, kita minta teman-teman ke kantor,” tutup Setiawan. (jun)

