BERITAKOTAMAKASSAR.COM — Pagelaran Festival Delapan (F8) kini tengah berlangsung. Event ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Nih Luh Enik Ermawati atau populer disapa Nih Luh Puspa, Rabu malam 24 September 2025.
Berbeda dengan event F8 sebelum-sebelumnya yang digelar di Anjungan Pantai Losari, tahun ini pelaksanaannya di pelataran Parkir Lot Ambalat Trans Studio Mal, Jalan Metro Tanjung Bunga.
Pascamasa jabatan Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berakhir sebagai Wali Kota Makassar, F8 yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) selama empat kali berturut-turut itu tidak lagi melibatkan Pemkot Makassar.
Jika tahun-tahun sebelumnya hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Makassar mendirikan booth di area pagelaran F8, tahun ini tidak demikian.
Kemeriahannya juga sedikit berkurang. Booth-booth kuliner yang sebelumnya meramaikan event, kali ini banyak berkurang.
Walaupun sejumlah booth besar tetap ambil bagian dan menjadi sponsor utama. Ada juga dua perwakilan negara asing, yakni Konsulat Jenderal Jepang dan Konsulat Jenderal Australia.

Pembukaan F8 sendiri masih cukup spektakuler dengan berbagai pertunjukan. Mulai dance, nyanyi, hingga pertunjukan kembang api.
Kendati dibuka langsung Wakil Menteri Pariwisata, namun kegiatan itu tidak dihadiri gubernur/wakil gubernur Sulsel, maupun wali kota/wakil wali kota Makassar. Padahal, sejumlah kepala daerah dari beberapa kabupaten/kota tampak hadir. Seperti Wali Kota Parepare, Bupati Poso, dan sejumlah kepala daerah lainnya.
Di hari pertama, pengunjung F8 disuguhkan pertunjukan band papan atas, yakni Andra and The Backbone.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa berharap event ini bisa terus dipertahankan karena sudah masuk dalam 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN). Dia mengatakan, tidak mudah untuk masuk dalam KEN.
Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Diantaranya, event harus mampu menggerakkan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Perputaran uang yang terjadi cukup besar dan langsung dirasakan oleh UMKM yang terlibat.
Selain itu, banyak orang, baik pelaku usaha, pelaku seni, dan lainnya yang terlibat. Termasuk budayawan.
Event terkait juga sudah diselenggarakan minimal tiga kali berturut-turut.
Untuk masuk dalam KEN, lanjut Ni Luh, bukan ditentukan oleh Kementerian Pariwisata, namun oleh kurator independen. “Nah, itu tidak dikurasi oleh menteri atau wakil menteri ataupun deputi, tetapi oleh kurator independen yang memang kita menjaga agar yang terpilih ini tidak ada intervensi-intervensi khusus dari Kementerian Pariwisata,” terangnya.
Dia pun memberikan tantangan kepada pihak penyelenggara F8 agar ke depannya, event tersebut dikemas out of the box. Artinya, ada kejutan-kejutan yang lebih spektakuler dibanding sebelumnya.
“Mungkin ada ide-ide yang lebih kreatifkan sehingga ada sesuatu yang baru yang lahir dari F8 ini yang kemudian bisa membuat orang ingin terus-menerus datang ke F8,” jelas Ni Luh.
Sementara itu, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto selaku founder F8 mengatakan F8 bukan sekadar panggung hiburan dan konser, melainkan sebuah upaya merangkai sejarah panjang perjalanan Kota Makassar menuju predikat kota festival dunia.
Danny juga menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia yang memberikan dukungan penuh terhadap F8. Menurutnya,
keistimewaan kali ini terletak pada dukungan yang langsung datang dari pemerintah pusat.
“Kami bersyukur Ibu Menteri, Ibu Wamen selalu mendukung kami. Jadi kami tidak yatim piatu. Apalagi kita dapat challenge dari Ibu Wamen, Insyaallah tahun depan banyak sekali hal-hal baruyang akan kita buat,” kata Danny.
Selain itu, lanjut Danny, tahun depan pihaknya akan membuat satu unit kapal Pinisi yang dinamakan F8. Kapal itu nantinya akan menjadi bagian dari perhelatan bergengsi itu.
“Tahun depan Insyaaallah mudah-mudahan di schedule kita akan bikin pinisi yang fenomenal. Saya bikin sendiri dan namanya f8 Plus. Jadi kita bikin F8 di kapal juga,” imbuhnya.
Kapal itu akan dibangun dengan kapasitas 250 orang. “Jadi tidak harus menunggu momen F8 dulu. Di atas kapal kita bisa bikin event seperti fashion show misalnya,” tambah Danny.
Selain itu, dia berjanji akan mencari lokasi yang betul-betul representatif untuk dijadikan tempat permanen bagi penyelenggaraan F8.
“F8 tahun depan Insyaalah. Saya lagi mencari tempat untuk betul-betul arenanya bisa tetap sehingga kita lebih prepare,” tandas Danny. (rhm

