MAKASSAR, BKM. COM — Siapa bilang mahasiswa hanya belajar teori? Mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Makassar membuktikan sebaliknya lewat kegiatan pengabdian masyarakat yang inspiratif. Dalam program Student Impact Challenge (SIC), mereka mendampingi pelaku usaha lokal, UMKM Roti Bakar Kuy, untuk mengembangkan strategi pemasaran dan manajemen bisnis yang lebih modern.
Kegiatan yang berlangsung pada Juni 2025 di Talasalapang, Makassar ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Salmah Sharon, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA. Program ini bertujuan memberi dampak positif bagi pelaku usaha sekaligus melatih mahasiswa menerapkan ilmu yang mereka pelajari di kampus.
Siapa saja mahasiswa yang terlibat? Tim SIC UC Makassar terdiri dari Mohammad Maruf Hasrul, Sulkah Ba’ary Ramdani Bahadar, Leony Theresia Talaran, Hannisa Arcan Samawati, Levani Chandra, Levina Chandra, Anthony Patrick Tjandani, Ayu Rahmadani, Edric Aurelio Tan, dan Rafly Asruri Ruddin. Mereka bekerja sama dengan semangat tinggi untuk mendukung kemajuan Roti Bakar Kuy.
Apa yang mereka lakukan? Langkah pertama adalah merancang kalender konten media sosial yang kreatif dan menarik untuk memperkuat brand awareness serta meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Konten yang disusun memberikan nilai tambah dan membantu UMKM tampil lebih profesional di dunia digital.
Tak berhenti di situ, tim juga menyusun Business Model Canvas (BMC) yang komprehensif. Melalui BMC, pemilik usaha mendapatkan panduan yang jelas tentang proposisi nilai, segmen pelanggan, serta sumber daya kunci yang diperlukan agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.
Selain itu, mahasiswa turut membantu dalam penyusunan laporan keuangan yang transparan dan akurat, sehingga pemilik UMKM dapat mengelola arus kas dan kinerja bisnis dengan lebih baik. Pendampingan ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan usaha.
Mengapa kegiatan ini penting? Menurut Mohammad Maruf Hasrul, Ketua Tim SIC UC Makassar, kolaborasi ini tidak hanya membantu UMKM naik kelas, tetapi juga memberi pengalaman berharga bagi mahasiswa. “Kami belajar bagaimana teori bisnis yang kami pelajari dapat diterapkan dalam praktik nyata. Harapan kami, Roti Bakar Kuy bisa terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya,” ujarnya.
Bagaimana hasilnya? Berkat pendampingan tersebut, Roti Bakar Kuy kini memiliki strategi pemasaran yang lebih terarah, laporan keuangan yang lebih rapi, serta dasar bisnis yang lebih kokoh untuk menghadapi persaingan. Program ini menjadi contoh sinergi positif antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Rls)

