MAKASSAR, BKM — Centre Point of Indonesia (CoI) merupakan salah satu megaproyek yang menjadi andalan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Banyak ide dan gagasan SYL terhadap kawasan CoI.
Dia merencanakan di sana bisa berdiri Wisma Negara dan pantai pasir putih. Selain itu, juga berdiri masjid yang spektakuler dengan 99 kubah sesuai asmaul husnah. Namun sayang, dalam pelaksanaan untuk mewujudkan program-program tersebut, sejumlah kendala mengadang.
Untuk proyek Wisma Negara misalnya, kendati sudah ada kontrak, namun belum ada kejelasan kapan proyek tersebut dilanjutkan.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Sulsel, Andi Bakti Haruni yang dihubungi BKM, Senin (19/7) mengemukakan, dalam waktu dekat, proyek Wisma Negara akan kembali dilanjutkan.
Pelaksana proyek sementara melakukan mobilisasi alat dan bahan.”Saat ini sedang persiapan pelaksanaan. Sedang mobilisasi alat dan bahan,” ungkapnya.
Tahun ini, bagian dari Wisma Negara yang ditargetkan rampung adalah ballroom.
Wisma Negara tahun ini kembali dialokasikan sebesar Rp55 miliar. Dana tersebut diperkirakan sudah cukup hingga ballroom bisa digunakan.
Sementara untuk Pantai Pasir Putih, hingga saat ini masih terkesan terkatung-katung. Pasalnya, akses keluar masuk kawasan CoI terkendala larangan untuk membawa material ke sana oleh salah satu pengembang.
Padahal, Pantai sepanjang 350 meter di depan Anjungan Pantai Losari ini sudah dikeruk. Hanya saja, angkutan tanah liat yang akan diuruk sebelum menaburi pasir putih lagi-lagi terkendala akses masuk.
Sementara untuk pembangunan Masjid CPI masih menunggu kelembagaan. Sebenarnya, lahan untuk pembangunan masjid yang diperkirakan butuh Rp200 miliar masih butuh ditinggikan.
PT Ciputra Group sebagai pelaksana reklamasi siap untuk menambah tinggi timbunan, namun lantaran akses terganggu sehingga tak bisa melakukan pekerjaan.
Sebelumnya Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Latif mengaku jika sudah ada tim yang bekerja mengurus izin melintas tersebut. Hanya saja, sejauh ini belum ada hasilnya. (rhm/war)

