BERITAKOTAMAKASSAR.COM – FIFA resmi merilis hasil investigasi Komite Disiplin terhadap dugaan pemalsuan dokumen kelahiran yang dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Dugaan itu terkait proses naturalisasi tujuh pemain Timnas Malaysia yang ternyata memiliki data asal-usul keluarga tidak sesuai dengan dokumen resmi yang diserahkan ke FIFA.
Dalam laporan tersebut, FIFA menemukan bahwa tempat lahir kakek atau nenek dari tujuh pemain naturalisasi tidak ada yang berasal dari wilayah Malaysia. Dokumen asli menunjukkan bahwa seluruh leluhur pemain tersebut lahir di luar negeri, namun FAM diduga telah mengubah data agar terlihat seolah-olah berasal dari Malaysia.
Berikut data asli yang diungkap FIFA. Kakek dan nenek para pemain naturalisasi itu berasal dari Spanyol, Argentina, Brasil, dan Belanda. Nama-nama tersebut antara lain Maria Belen Concepcion Martin (Santa Cruz de la Palma, Spanyol), Carlos Rogelion Fernandez (Santa Fe de la Cruz, Argentina), Omar Eli Holgado Gardon (Buenos Aires, Argentina), Concepcion Agued Alaniz (Roldan, Argentina), Nair de Oliveira (Abre Campo, Brasil), Gregorio Irazabal y Lamiquz (Viscaya, Spanyol), dan Hendrik Jan Hevel (The Hague, Belanda).
Namun, dalam dokumen yang diserahkan FAM ke FIFA, tempat lahir nama-nama tersebut justru diubah menjadi wilayah Malaysia. Data yang diklaim FAM antara lain Malacca, Penang, George Town, Johore, Kuching, hingga Malacca Straits Settlements. Perbedaan data ini menjadi dasar utama FIFA menjatuhkan sanksi dan melakukan investigasi lanjutan terhadap federasi sepak bola Malaysia tersebut.
Akibat temuan itu, tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia kini terancam sanksi berat dan tidak dapat membela skuad nasional dalam waktu dekat. Keputusan ini juga berdampak pada persiapan Malaysia menghadapi Kualifikasi Piala Asia 2027 yang akan digelar dalam waktu dekat.
Menanggapi hal ini, FAM menyatakan telah menerima dokumen keputusan lengkap dari FIFA dan akan segera mengajukan banding resmi. “Dengan diterimanya dokumen-dokumen ini, FAM akan mengajukan banding melalui jalur hukum yang berlaku. Semua bukti pendukung telah kami siapkan untuk diserahkan kepada FIFA,” tulis pernyataan resmi FAM di laman fam.org.my.(jp)

