MAKASSAR, BKM–Salah satu dari empat titik pembangunan yang dikawal langsung oleh anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Demokrat, Dr Tri Sulkarnain Ahmad. Empat lokasi tersebut tersebar di dua kecamatan, Tamalanrea dan Biringkanaya.
Adapun lorong yang mendapat bantuan perbaikan yaitu Lorong Tower Kanjovan dan Jalan Sahabat di Kelurahan Tamalanrea Indah, serta BTN Mangga Tiga di Kelurahan Paccerakkang dan Perumahan Depag di Kelurahan Daya. Keempat titik itu merupakan hasil Pokok Pikiran (Pokir) Tri Zulkarnain yang berasal dari aspirasi masyarakat saat reses berlangsung bulan Oktober.
“Empat titik ini sedang kita kawal bersama pemerintah kota. Bukan hanya pembangunan fisik, tapi bagaimana masyarakat ikut merasa memiliki hasilnya,” ungkap Tri Zulkarnain saat meninjau pengerjaan di Lorong Tower.
Bagi legislator Fraksi Mulia Makassar ini, setiap lorong yang disentuh pembangunan adalah wujud nyata dari kehadiran negara di tengah rakyat. Ia menegaskan, Pokir bukan sekadar formalitas hasil reses, tetapi instrumen politik yang menghubungkan aspirasi warga dengan kebijakan pembangunan pemerintah.
“Pokir itu bukan proyek pribadi anggota DPRD. Itu suara warga yang kita perjuangkan agar diterjemahkan ke dalam kebijakan pembangunan,” tegasnya.
Di Kompleks Depag, persoalan genangan air menjadi keluhan utama warga setiap musim hujan. Saluran yang dangkal dan tersumbat kerap membuat air meluap hingga ke jalan. Sedangkan di BTN Mangga Tiga, warga berharap ada penataan ruang publik yang lebih layak, tempat anak-anak bisa bermain dan masyarakat dapat beraktivitas sosial tanpa terganggu masalah infrastruktur dasar.
Tri yang dikenal rajin turun lapangan ini menyebut, dirinya tak ingin reses hanya menjadi kegiatan seremonial. Ia rutin mengunjungi konstituennya di Dapil 3 (Tamalanrea–Biringkanaya) sedikitnya sekali dalam tiga bulan untuk memastikan setiap keluhan warga benar-benar direspons.
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses pembangunan. Melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), setiap aspirasi kini bisa dilacak secara terbuka. “Dengan sistem itu, warga bisa tahu apa yang sudah kita perjuangkan dan bagaimana hasilnya. Jadi semua bisa dipantau dengan jelas,” ujarnya.
Dari upaya itu, hasilnya mulai terlihat jalan diperbaiki, drainase dibenahi, lorong ditata, dan lingkungan menjadi lebih nyaman. Menurut Tri, pembangunan yang adil dimulai dari lorong-lorong kecil karena di sanalah wajah sejati kota Makassar tercermin.
“Lorong itu bukan halaman belakang kota. Justru di situlah wajah utama Makassar sesungguhnya. Kalau lorong-lorong bersih, tertata, dan berdaya, maka kota ini akan tumbuh dengan martabat,” ucapnya.
Bagi Tri Zulkarnain, setiap perubahan kecil seperti itu adalah kemenangan rakyat. Ia menegaskan, pembangunan harus terus berlanjut hingga setiap lorong di Makassar bisa menjadi ruang hidup yang layak, aman, dan membanggakan.
“Kalau pembangunan dimulai dari lorong, maka kesejahteraan dimulai dari rumah-rumah warga. Dan di situ letak politik pelayanan yang sesungguhnya,” tuturnya. (ita/rif)

