MAKASSAR, BKM–Mayoritas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kabupaten/kota menyatakan dukungan agar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulsel petahana, Azhar Arsyad, kembali memimpin PKB Sulsel untuk periode berikutnya.
Ketua DPC PKB Kabupaten Pinrang, Alimuddin Budung, menyampaikan arah dukungannya pada kontestasi Muswil PKB Sulsel 2025.
Ia menegaskan, PKB Pinrang sudah bulat mendukung Azhar Arsyad untuk kembali menakhodai DPW PKB Sulsel periode 2026-2031.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan semata pertimbangan kedekatan daerah.
Melainkan berdasarkan rekam jejak, gaya kepemimpinan, serta bukti nyata kinerja Azhar selama memimpin PKB Sulsel.
Baginya, sosok Azhar Arsyad adalah figur yang sederhana dan komunikatif.
Terlebih Ketua Kerukunan Keluarga Pinrang (KKP) Sulsel (2022 – 2027) itu mampu merangkul semua kader tanpa membeda-bedakan asal daerah.
“DPC PKB Pinrang melihat track record, perjalanan dan manajemen kepemimpinan. Dan tentu itu Bapak Azhar Arsyad. Kami memberikan dukungan penuh kepada beliau,”tegas Alimuddin Budung, Minggu (30/11).
Sebelumnya, belasan DPC juga memberikan dukungan ke Azhar seperti Ketua DPC PKB Maros Havid Pasha, ketua DPC PKB Jeneponto Muh Sarif Kr Patta hingga Ketua DPC PKB Makassar Fauzi Andi Wawo.
Sebelumnya, Sekretaris DPW PKB Sulsel, Muhammad Haekal, mengakui bila dinamika jelang Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Sulawesi Selatan mulai mengerucut.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan tanpa alasan. Di bawah kepemimpinan Azhar, PKB Sulsel mencatat lonjakan elektoral yang signifikan pada Pemilu 2024. Dari hanya satu kursi legislatif pada 2014, PKB berhasil mengakumulasi 68 kursi parlemen se-Sulsel pada 2024 dan mengamankan delapan kursi di DPRD Sulsel.
Selain itu, PKB untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil mengantarkan kadernya menduduki kursi pimpinan DPRD Sulsel periode 2024–2029. Prestasi kolektif inilah yang membuat sebagian besar DPC menilai Azhar layak melanjutkan kepemimpinannya.
“Mayoritas DPC masih mendorong ketua petahana,”ujar Haekal dikonfirmasi.
Perihal tersebut, Azhar merespons dukungan tersebut, Ia menyebut Muswil bukan hanya soal memilih ketua, tetapi momentum besar untuk menguatkan struktur, evaluasi, dan arah gerak partai.
“Setiap Muswil membahas laporan pertanggungjawaban, program kerja, evaluasi, dan penetapan DPW PKB Sulsel. Ini momentum konsolidasi menuju Pemilu 2029,”kata mantan Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel ini.
Azhar yang pernah maju sebagai calon Wakil Gubernur Sulsel itu menegaskan bahwa kebesaran partai tidak boleh bertumpu pada satu figur, melainkan pada soliditas seluruh kader.
“Muswil bukan soal siapa ketuanya, tetapi bagaimana kita membesarkan PKB di Sulsel,” imbuhnya.
Terkait kemungkinan dirinya kembali maju sebagai Ketua DPW, Azhar memilih tidak memberikan jawaban tegas. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada kader dan mekanisme Muswil.
“Keputusan ada pada kader,”ujarnya singkat.
Muswil DPW PKB Sulsel dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 9 Desember 2025 di Hotel Aryaduta Makassar yang dirangkaian dengan sosialisasi dan konsolidasi di seluruh DPC kabupaten/kota.
Peserta Muswil diklasifikasikan dalam dua kategori. Peserta penuh memiliki hak suara dan terdiri dari Ketua DPW, Ketua Dewan Syuro, seluruh pengurus DPW PKB periode berjalan, Ketua DPC, serta anggota DPRD Provinsi Sulsel dari PKB. Jumlah peserta penuh diperkirakan mencapai 135 orang.
Sementara itu, peserta peninjau yang mencakup sekretaris dan bendahara DPC, anggota DPRD kabupaten/kota, hingga unsur sayap partai diproyeksikan mencapai 200 hingga 300 orang. Mereka hadir untuk memberikan pandangan, meski tanpa hak suara.
Dengan posisi Azhar yang didorong kuat mayoritas DPC serta capaian elektoral yang menonjol, Muswil PKB Sulsel diprediksi aklamasi. (jun/rif)

