MAKASSAR, BKM – Universitas Hasanuddin (Unhas) membuka peluang kolaborasi strategis dengan Tiran Group dalam pengembangan talenta muda yang unggul dan siap menghadapi kebutuhan dunia industri.
Kolaborasi tersebut dibahas melalui penjajakan program TIRAN Campus Connect 2026, sebuah inisiatif yang menghubungkan ekosistem pendidikan tinggi dengan sektor industri melalui penguatan kompetensi, magang, hingga pengembangan karier mahasiswa.
Tiran Group merupakan perusahaan holding nasional yang bergerak pada berbagai sektor strategis, di antaranya pertambangan dan agribisnis.
Direktur Utama, Rahman Arif saat melakukan pertemuan dengan Rektor Unhas, Prof Dr Jamaluddin Jompa di ruang Rektor Unhas, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen membangun praktik bisnis yang berkelanjutan sekaligus berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, perusahaan memandang perguruan tinggi sebagai mitra penting dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Menurut Rahman, Unhas adalah kampus pertama yang diajak berdiskusi mengenai pengembangan konsep TIRAN Campus Connect 2026.
Program ini diharapkan menjadi model kemitraan yang menghadirkan ruang belajar di dunia industri sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan masyarakat.
“Kami ingin membangun kemitraan jangka panjang yang mampu menciptakan talenta muda berkualitas sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat,” ungkap Rahman.
Melalui konsep tersebut, Tiran Group menawarkan sejumlah program pengembangan, yakni Tiran Officer Program (TOP) sebagai jalur percepatan pengembangan calon pemimpin perusahaan, Tiran Internship Program (TIP) untuk memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa, serta Tiran Opportunity Scholarship (TOS) yang mendukung pengembangan akademik dan kompetensi mahasiswa.
Rektor Unhas, Prof. JJ menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan industri menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan relevansi pendidikan tinggi sekaligus mempercepat penyerapan lulusan ke dunia kerja.
“Kami memiliki kapasitas untuk mengirimkan mahasiswa dalam jumlah besar. Tantangannya justru bagaimana perusahaan dapat menerima mereka. Tugas kami adalah memastikan mahasiswa dipersiapkan sebaik mungkin sehingga ketika memasuki dunia kerja, mereka benar-benar siap menjawab kebutuhan industri yang spesifik,” jelas Prof. JJ.
Unhas terus memperkuat transformasi pembelajaran melalui pengembangan Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK). Program tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi lintas bidang, keterampilan profesional, serta pengalaman belajar yang selaras dengan perkembangan industri.
Prof. JJ berharap penjajakan kerja sama ini tidak berhenti pada penyediaan program magang atau rekrutmen lulusan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, mencakup pengembangan kurikulum, riset terapan, inovasi bersama, hingga promosi potensi industri dan perguruan tinggi secara berkelanjutan.
Pembahasan ini berlangsung dalam pertemuan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa dengan jajaran Tiran Group yang dipimpin oleh Rahman Arif di Ruang Rektor Unhas, Senin (7/7/2026).(rls)

