pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dari Limbah Menjadi Berkah, KKN Tematik UNHAS Kenalkan Teknologi Silase Jerami kepada Peternak Desa Biangkeke

BANTAENG,BKM.COM–Sebagai upaya mendukung ketahanan pakan ternak sekaligus meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (UNHAS) melaksanakan Pelatihan Pembuatan Silase Jerami sebagai Pakan Ternak Berkualitas di Desa Biangkeke, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis (16/07/2026) yang diikuti oleh peternak dan masyarakat yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan peternakan berbasis teknologi tepat guna.

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah jerami padi di Desa Biangkeke yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, dengan teknologi fermentasi yang sederhana, jerami dapat diolah menjadi silase yang memiliki kualitas nutrisi lebih baik, daya simpan yang lebih lama, serta mampu menjadi alternatif pakan ternak ketika ketersediaan hijauan menurun, terutama pada musim kemarau.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai manfaat silase sebagai pakan ternak, bahan-bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatannya. Proses fermentasi dilakukan menggunakan jerami padi, dedak, EM4, molases, dan air sebagai bahan utama. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai fungsi masing-masing bahan, mulai dari dedak sebagai sumber nutrisi tambahan bagi mikroorganisme fermentasi, molases sebagai sumber energi, hingga EM4 yang berperan mempercepat proses fermentasi sehingga menghasilkan silase yang berkualitas.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga dikemas secara demonstratif agar peserta dapat melihat dan memahami setiap tahapan pembuatan silase secara jelas. Mahasiswa KKN memperagakan proses pembuatan silase mulai dari pencacahan jerami, pencampuran jerami dengan dedak, larutan EM4, molases, dan air, hingga proses pemadatan ke dalam wadah penyimpanan serta teknik penutupan yang kedap udara agar fermentasi berlangsung optimal. Melalui demonstrasi tersebut, peserta memperoleh gambaran yang lebih nyata sehingga diharapkan mampu menerapkan teknologi pembuatan silase secara mandiri di kemudian hari.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan disampaikan seputar manfaat silase, masa fermentasi, teknik penyimpanan, hingga cara pemberiannya kepada ternak. Diskusi tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap inovasi sederhana yang mampu meningkatkan kualitas pakan sekaligus menekan biaya pemeliharaan ternak.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Biangkeke mampu mengubah limbah pertanian yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi pakan ternak yang bernilai ekonomis dan berkualitas. Selain membantu menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun, inovasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ternak, mengurangi pemborosan limbah pertanian, serta mendorong terwujudnya sistem pertanian dan peternakan yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen mahasiswa KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin Gelombang 116 dalam menghadirkan inovasi yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan semangat “dari limbah menjadi berkah”, jerami yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sisa hasil panen kini memiliki nilai tambah sebagai sumber pakan berkualitas yang dapat menunjang kesejahteraan peternak di Desa Biangkeke.(rls)



×


Dari Limbah Menjadi Berkah, KKN Tematik UNHAS Kenalkan Teknologi Silase Jerami kepada Peternak Desa Biangkeke

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link