SOPPENG, BKM — Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Soppeng bergerak aktif melakukan pencegahan penyalagunaan narkoba. Salah satunya lewat kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) yang digelar di MAN 1 Soppeng, Kabupaten Soppeng, Senin (20/7). Apalagi ancaman narkoba kini semakin mengintai generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 Wita dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Soppeng, AKP Heriyadi Nur, didampingi jajaran personelnya, dan dihadiri antusias oleh ratusan siswa serta para guru.
Dalam pemaparannya, AKP Heriyadi menegaskan bahwa narkoba bukan sekadar melanggar aturan hukum, melainkan juga bertentangan dengan nilai-nilai agama. “Narkoba mampu merusak fisik, mengacaukan pikiran, hingga mengubah perilaku seseorang secara drastis dan menimbulkan ketergantungan yang sulit disembuhkan,” ujarnya.
Para pelajar juga diajak mengenali dampak nyata narkoba: mulai dari gangguan fungsi otak dan daya ingat, risiko penyakit jantung, gangguan pencernaan, hingga dampak sosial yang memilukan—putus sekolah, hilang tanggung jawab, hancurnya cita-cita, hingga terasing dari lingkungan masyarakat.
Usia remaja disebut sebagai masa paling rentan tergoda, seringkali hanya karena ingin mencoba atau terbawa ajakan teman. Oleh karena itu, para siswa diajak berani menolak, menjauhi pergaulan buruk, dan memilih lingkungan yang mendukung prestasi.
Sementara Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana menekankan bahwa menyelamatkan generasi muda dari jeratan narkoba adalah tugas semua pihak. “Kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bergandengan tangan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini dan terus-menerus,” tegasnya.
“Kami ingin setiap pelajar paham: narkoba akan merenggut kesehatan, mimpi, dan masa depan kalian. Polres Soppeng akan terus hadir dan bergerak demi menciptakan generasi muda yang sehat, berkarakter kuat, dan sepenuhnya bebas narkoba,” tambah AKBP Aditya.
Kegiatan ini berjalan lancar dan penuh semangat, serta mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Diharapkan, edukasi ini tidak hanya menjadi wawasan, tapi juga membentuk para pelajar menjadi pelopor perlawanan terhadap narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (ono/D)

