PAREPARE, BKM — Informasi beredarnya mayat Rustam Roy, warga blok C Perumnas Wekke, Kelurahan Galung Maloang Kecamatan Bacukiki, terlambat dimandikan karena kekurangan air
dibantah keras oleh keluarga almarhum.
Istri almarhum Ny Haerani menyesalkan adanya berita tidak benar itu, sehingga meminta kepada Ketua RT 1 Rw 1 Galung Maloang Kecamatan Bacukiki Sultan menjelaskan kepada media dan Pemkot terkait masalah yang sebenarnya dan jangan dipolitisir.
Sultan saat dikonfirmasi menjelaskan almarhum meninggal Sabtu (3/9) akibat penyakit strok yang dideritanya selama tiga tahun. Keluarga almarhum meminta kepada Ketua RT agar dikebumikan Minggu (4/9) usai dzuhur karena menunggu anaknya Nana datang dari Balikpapan.
Saat pukul 12.00 wita, informasi anaknya dari Balikpapan bahwa tidak jadi datang ke Parepare, sehingga otomatis berubah jadwal pemakamanya akan dimakamkan pada usai salat azhar.
”Itulah kejadian sebenarnya, bukan gara-gara air,”tuturnya.
Menurut Sultan, warga telah siapkan air meski air saat itu tidak mengalir. Hanya mengalir dua kali malam dan pagi, sehingga ada pengusaha galong bernama Rusman tawarkan galonnya agar diisi untuk persiapan air macet, karena di rumah duka tidak ada bak penampung.
“Kalau melihat dari jauh maka pasti dikira air galon yang dipakai mandikan si mayit, padahal galon yang dipinjam di pengusaha air galon itu untuk diisi galongnya karena mengantisipasi air tidak mengalir,”tuturnya.
Pihak keluarga ataupun warga tidak pernah menelpon PDAM untuk meminta diantarkan mobil tangki, karena sudah ada air yang diseiapkan warga. ”Semua kami siapkan dan antisipasi,”kata Sultan sesal adanya berita menyesatkan yang sengaja mengaduh domba antara keluarga almarhum dengan pemerintah,” katanya.
”Itu berita bohong dan tidak benar peristiwanya, bahkan saat ada dari tim pemkot dan lurah turun pertanyakan kebenaranya, maka saya jawab bahwa itu tidak benar beritanya, kronologisnya sangat berbeda, dan tidak ada wartawan yang mengkros cek masalah ini untuk fakta kebenaranya di lapangan,”tegasnya.
Lurah Galung Maloang, Musdaliah, juga membantah informasi yang berkembang di media social, sangat disesalkan adanya informasi menyesatkan yang merugikan warga termasuk keluarga almarhum.
”Setelah saya cek di kediaman almarhum ternyata bukan begitu ceritanya seperti di publikasikan di media sosial,”tuturnya.
Direktur PDAM Parepare, Lukman Hakim, mengaku tidak pernah ada pihak keluarga almarhum menelpon minta air tangki, seandainya ada pasti dilayani, karena diutamakan melayaani orang yang sedang berduka atau acara-acara pengantin bagi warga.
”Kami tidak pernah ditelpon dari pihak keluarga almarhum, air diperumnas disana tetap lancar. Itupun kalau tidak mengalir pasti dijadwalkan agar semua merata, lebih baik kita kerja dari pada kami disoroti tidak sesuai fakta yang sebenarnya,”tuturnya. (smr/C)
Keluarga Almarhum Bantah Kekurangan Air
×

