MAKASSAR, BKM–Perseteruan calon Formatur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Makassar yang akan memperebutkan Ketua DPD PAN Makassar kian memanas.
Pasalnya dari 18 calon Formatur, empat diantaranya merupakan legislator PAN DPRD juga optimis tampil sebagai pemenang dan mengalahkan petahana Busrah Abdullah di Musda yang akan digelar 10 September nanti.
Empat legislator Makassar yang akan menantang Busrah yakni Hamzah Hamid, Hasanuddin Leo, Zaenal Beta dan Sangkala Sadiko.
Busrah Abdullah yang berharap kembali terpilih untuk periode ketiga juga telah mendaftar untuk terpilih menjadi ketua DPD PAN Makassar seperti ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi serta Ketua DPD PAN Maros Hatta Rahman yang juga terpilih untuk periode ketiga.
Hasanuddin Leo menuturkan optimismenya. meski demikian, Hasanuddin mengaku semua terpulang pada pemilik suara. “Tergantung pemilik suara saja, mau gede ga’ ini partai kalau mau gede, yah pilih pemimpin yang bisa besarkan partai,” tuturnya saat di Gedung DPRD Makassar, Selasa (6/9).
Menurutnya, pemilik suara sudah tau siapa pemimpin yang bisa membesarkan partai. “Itu juga tergantung bagaiamana pemilik suara mencermati kandidat yang layak memimpin PAN Makassar,”tambahnya.
Sementara untuk persaingan menghadapi sesamanya legislator PAN Makasar, Hasanuddin menganggap hal itu bukan persaingan, tetapi menurutnya membesarkan partai adalah paling penting. “Saya tidak perlu menganggap bahwa empat legislator Makassar mendaftar di Musda PAN itu adalah sebuah persaingan. Tetapi kondisilah yang harus di cermati nantinya,” tukasnya.
Dosen politik dari Unhas, Azwar Hasan mengemukakan bila sebaiknya ketua DPD PAN Makassar mendatang perlu diduduki oleh orang yang berkomitmen untuk memajukan partai dan mempunyai banyak sumbangsih dan prestasi untuk memajukan partai. “PAN Makassar membuthkan seorang figur baru untuk memimpin PAN Makassar kedepan, karena ketua DPD PAN Makassar dua periode Busrah Abdullah tidak mampu memperlihatkan prestasi yang gemilang, PAN butuh figur baru untuk memimpin PAN Makassar kedepan,” bebernya.
Azwar menambahkan faktor penentu yang dapat dipertimbangkan oleh partai untuk memberikan kepercayaan seorang incumbent yaitu prestasi. “Faktor yang menentukan Busrah Abdullah kembali dipilih oleh DPW untuk masuk menjadi salah satu formatur yaitu faktor kinerja selama dua periode memimpin PAN Makassar. Kalau selama dua periode prestasinya tidak meningkat, maka tidak menutup kemungkinan partai mencari figur yang lain,”tukasnya
Tolok ukur untuk seorang petahana dalam sebuah organisasi partai adalah kontribusi, loyalitas, prestasi dan bagiamana ia mampu memenangkan partainya dalam Pileg dan Pilkada. “Nah coba lihat Hatta Rahman di Maros, ia kembali terpilih untuk ketiga kalinya, karena prestasinya di dua periode sebelumnya sehingga ia dipercayakan kembali memimpin PAN Maros,” jelasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPW Bidang Pembinaan Organisasi dan Kaderisasi (POK) Andi Yusran Paris, membeberkan kriteria penilaian DPW untuk menetapkan lima Formatur di Musda mendatang.
“Calon formatur harus dilihat kontribusinya terhadap partai, karena partai butuh kader mampu memberikan kontribusi, terkhusus kepada incumbent yang masih mendaftar sebagai calon formatur, harus mempunyai prestasi selama menakodai Partai,” ucapnya. (ita/rif)
Empat Legislator Makassar Akan Singkirkan Busrah Abdullah
×

