pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Anak Pengangkut Pasir Juara Matematika

PROFESI dan pekerjaan apapun yang dilakoni orang tua, tugas seorang anak adalah menuntut ilmu. Materi bukan satu-satunya alat untuk meraih sukses. Anak dari keluarga yang tergolong kurang mampu juga harus bisa mencetak prestasi. Doa dan kesungguhan menjadi kuncinya.

LAPORAN: ALPIAN ALWI

DWI ANANTA KASMARANI saat ini duduk di bangku kelas VI SDN 187 Sumber Agung, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur. Ia anak kedua pasangan Kasam (42) dan Tukiani (40).
Meski berasal dari keluarga yang tergolong kurang mampu, namun prestasi Dwi –sapaan akrabnya– tak kalah dengan teman-teman sekolahnya. Dia tercatat sebagai peraih juara I tingkat Kecamatan Tomoni pada lomba bidang studi matematika.
Keinginan untuk membanggakan orang tuanya memang selalu tertanam di benak Dwi. Namun karena keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya tak mampu berbuat banyak. Mereka bahkan diliputi kecemasan dan kekhawatiran dengan prestasi yang telah diraih putrinya.
”Saya takut, Mas. Nanti anak saya tertekan. Apalagi kalau sampai Dwi minta untuk lanjut sekolah hingga kuliah. Mau dapat uang dari mana, Mas. Kalau bangga, sih bangga. Tapi….,” cetus Tukiani didampingi suaminya, Kasam.
Dalam kesehariannya, Kasam menyediakan jasa pengangkutan pasir dengan menggunakan hewan sapi untuk menarik beban di atas gerobak. Sekali angkut ia mendapatkan bayaran Rp35 ribu. Sementara sang istri, Tukiani hanyalah ibu rumah tangga biasa. ”Sekarang persaingan ketat dan sudah modern. Semua orang menggunakan mesin untuk menarik gerobak pasir. Sementara saat ini permintaan pasir kurang,” kata Kasam yang ditemui di kediamannya Dusun Sumber Agung, Desa Lestari, Kecamatan Tomoni.
Tapi keluh kesah Kasam tak membuat Dwi putus harapan. Ia terus mengasah otak dan kemampuannya dengan mengikuti lomba.
Pertama kali Dwi ikut lomba matematika mewakili sekolah dan kecamatan sejak duduk di bangku kelas IV. Ketakutan dan rasa tidak percaya diri muncul saat itu. Namun karena niat dan dorongan orang tua serta guru, ia kemudian berhasil menggondol juara pertama tingkat kecamatan.
Selain itu, Dwi juga ternyata punya keahlian lain. Ia memiliki keterampilan membuat dompet berbahan dasar plastik. Ini ia lakukan untuk membantu orang tua mencari nafkah dan membiayai dirinya bersekolah.
“Bahannya terbuat dari pembungkus kopi saset dan tempat sabun. Satu buah dompet saya jual Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, tergantung besar dan kecilnya dompet. Uangnya untuk sangu (bahasa Jawa, yang artinya uang jajan di sekolah),” ungkap Dwi Ananta.
Satu dompet, kata Dwi, dapat diselesaikan satu hingga dua pekan lamanya. Hasil karyanya tersebut biasanya dibeli oleh para tetangga dan teman sekolah. Hasilnya sebagian ditabung.
Prestasi yang Dwi raih juga ikut dibanggakan oleh Kepala Sekolahnya, Juslin Rongre Tangoa. Menurutnya, Dwi merupakan siswi yang rajin, sopan dan pendiam. “Semua kriteria ada sama Dwi,” ungkap Justin yang ditemui di ruang kantor SDN 187 Sumber Agung, Kecamatan Tomoni.
Ia menambahkan, sejak duduk di bangku kelas I, Dwi memang kerap meraih juara satu di kelas. Kelebihannya di bidang studi matematika. Setiap lomba Dwi kerap diutus untuk mewakili sekolah.
“Kami dari pihak sekolah sangat senang. Biasanya dia diberikan hadiah dalam bentuk buku untuk support agar anak didik dapat giat belajar,” kata Juslin. (*/rus)



×


Anak Pengangkut Pasir Juara Matematika

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar