pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

BMKG: Waspada Banjir dan Gelombang Tinggi

MAKASSAR, BKM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV memprediksi Kota Makassar dan sekitarnya akan lebih dulu merasakan musim hujan dibandingkan dengan wilayah lainnya di Sulsel, yakni pada bulan Oktober mendatang.
“Di Kota Makassar memang tanda-tanda akan masuk musim hujan pada bulan Oktober. Ini karena adanya anomali cuaca, yakni La Nina. 2015 lalu, musim hujan turun pada akhir November,” ujar Kasubid Pelayanan Jasa BKMG Wilayah IV Makassar, Sujarwo saat dihubungi BKM, Minggu (25/9).
Ia menjelaskan, saat ini merupakan periode kemarau basah. Hal ini yang membuat indeks curah hujan relatif tinggi dibandingkan tahun lalu. Karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada banjir.
“Cuaca saat ini kerap berubah-ubah. Untuk musim hujan mulai terjadi akhir Oktober. Saat ini kondisi cuaca di waktu sore hari kelihatan agak mendung, tapi hujannya akan relatif ringan. Hujan saat ini masih normal. Nanti juga akan ada peralihan cuaca dari kemarau ke musim penghujan,” tambahnya.
Sujarwo juga mengimbau agar masyarakat yang berada di pesisir pantai agar waspada terhadap gelombang tinggi.
Dari pantauan BKM, hujan yang mengguyur Makassar selama beberapa jam pada Sabtu (24/9) malam menyebabnya banjir di sejumlah tempat. Seperti di Perumnas Tamalate, Tidung, Batua dan BTP.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan, khususnya drainase di sekitar lingkungan tempat tinggal. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya banjir di saat musim hujan.
Kepala BPBD Kota Makassar, Yunus Said mengatakan, setiap musim hujan, beberapa titik di kecamatan masih rawan digenangi banjir. Penyebabnya, karena masih ditemukannya tumpukan sampah yang menutupi drainase.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan, khususnya drainase. Karena salah satu penyebab terjadinya genangan dan banjir bersumber dari banyaknya tumpukan sampah di drainase,” kata Yunus, kemarin.
BPBD Kota Makassar mencatat beberapa kecamatan yang setiap tahun menjadi langganan banjir, yakni Manggala, Rappocini, Biringkanaya dan Tamalanrea. Untuk itu dia meminta seluruh stakeholder dan masyarakat untuk berperan aktif dalam mengantisipasi terjadinya banjir.
Ditanya tentang pendirian posko banjir, Yunus mengaku belum melakukannya.
Camat Tamalanrea, Kaharuddin Bakti mengimbau warganya untuk mengantisipasi banjir di musim hujan tahun ini. Salah satunya, tidak membuang sampah di saluran drainase.
“Saya selalu mengajak warga untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat, utamanya di drainase,” ujar Kaharuddin, kemarin.
Selain menjaga lingkungannya dari sampah, Kaharuddin Bakti juga rutin melakukan kerja bakti bersama warga, yang dilaksanakan setiap minggunya.
“Ada beberapa tempat yang kita anggap rawan banjir. Untuk itu, kita perlu antisipasi seperti membersihkan drainase,” tandasnya.
Kaharuddin Bakti menuturkan, ada lima lokasi rawan banjir di wilayah Kecamatan Tamalanrea. Yakni BTP, jalan Bung, depan kampus STIMIK, kompleks Hartaco Permai, BTN Antara dan BTN Hamzy.
Menyusul akan datangnya musim penghujan, pihaknya juga memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) Drainase Kecamatan Tamalanrea untuk tetap fokus dan terus mengawasi titik lokasi rawan banjir tersebut. “Ada sekitar 300 personel Satgas Drainase Kecamatan Tamalanrea yang kita terjunkan untuk memantau lima titik rawan banjir,” pungkasnya. (ucu-arf-mat/rus)



×


BMKG: Waspada Banjir dan Gelombang Tinggi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar