GOWA, BKM — Ternyata di era serba teknologi saat ini masih ada wilayah yang sama sekali penduduknya belum menikmati penerangan listrik. Seperti di Dusun Lantaboko, Desa Bontokassi, Kecamatan Parangloe yang berjarak 24 Km dari Kota Sungguminasa, Kabupaten Gowa.
Sejak dusun ini beridir, ribuan warga di yang bermukim di sana sama sekali tidak pernah menikmati penerangan dari aliran listrik. Masyarakatnya yang berjumlah kurang lebih 1.500 jiwa itu, selama ini hanya memanfaatkan penerangan dengan menggunakan lampu minyak.
Salah seorang warga Lantaboko bernama Amriadi membenarkan kondisi dusunya itu. Pihak dusun juga bahkan berkali-kali melaporkan kondisi warga kepada pemerintah setempat, dalam hal ini Kepala Desa Bontokassi namun belum ada jawaban.
“Sudah berapa kali mi dikasi tahu kepala desa tapi tidak ada perubahan juga. Setiap kali Musrenbang masalah listrik selalu yang idusulkan warga, tapi tidak ada tindak lanjut sampai hari ini,” bebernya.
Warga Lantaboko yang dominan bermata pencaharian petani dan pembuat gula aren ini
juga mengaku kesulitan untuk akses transportasi, lantaran sejumlah akses jalan sudah dalam kondisi rusak .
“Sepanjang 5 Km jalan yang rusak hingga saat ini masih belum ada perbaikan. Panjang jalan itu sekitar 9 Km tapi yang baru diperbaiki hanya sekitar 4 Km,” katanya lagi.
Kepala Desa Bontokassi, Haeruddin mengakui dusun tersebut sudah lama tak pernah dialiri listrik. “Kami juga sudah ajukan itu saat musrenbang, tapi kami masih menunggu keputusan dari Pemkab Gowa,” ujarnya.
Berbeda dengan Camat Parangloe, Andrea Maurizt. Ia membantah jika di Dusun Lantaboko, Desa Bontokassi tidak teraliri listrik. “Tidak ada itu yang tidak teraliri listrik, semua sudah ada,” katanya.
Namun dari informasi yang didapat aliran listrik yang dimaksud oleh Camat Parangloe, hanya merupakan listrik tenaga surya bukan dari PLN. Listrik tenaga surya, kata warga, hanya mampu bertahan hingga satu jam dan belum merata dirasakan warga setempat. (*)
Warga Dusun Lantaboko Minta Dialiri Listrik
×

