MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengajak terpidana korupsi dana bantuan sosial (bansos) Kahar Gani untuk berduet menyanyikan lagu Balo Lipa’ di sela-sela kunjungan ke Lapas Kelas I Makassar, Senin (17/8).
Namun karena Kahar tidak sanggup berduet, akhirnya Syahrul meminta salah seorang warga binaan lainnya untuk menemani bernyanyi. Kahar hanya menyemarakkan suasana dengan berjoget.
Syahrul bernyanyi, lain lagi yang dilakukan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang. Wagub memborong tempe buatan warga binaan lapas.
“Saya suka tempenya. Saya borong yah,” kata Agus.
Aksinya diikuti Kapolda Irjen Pol Anton Setiadji dan Pangdam VII Wirabuan Mayjen TNI Bachtiar.
Selain bernyanyi, Syahrul juga membeli batu akik yang ditawarkan salah seorang warga binaan.
Pemberian remisi tahun ini terbagi dua. Ada remisi umum dan remisi dasawarsa. Khusus remisi umum, total yang memperoleh remisi sebanyak 2.554 orang.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi kinerja Kanwil Hukum dan HAM Sulsel lantaran tahun ini jumlah napi yang memeroleh remisi cukup banyak. Menurut Syahrul, sudah seharusnya dihari berbahagia ini kebahagiaan itu dibagi kepada para napi.
Sementara itu, pelaksanaan upacara HUT RI ke 70 digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Banyak hal menarik dari perayaan HUT Kemerdekaan ke-70 kali ini.
Tahun ini, pemprov mengundang 10 perwakilan tokoh masyarakat atau orang dengan prestasi terbaik dari setiap kabupaten/kota.
Selain itu, seluruh camat di Kota Makassar juga hadir. Mereka dibuatkan tempat khusus di tribun sebelah barat panggung upacara.
Pemandangan lain yang yang tak kalah menariknya, Gubernur Sulsel ‘memamerkan’ Pataka Prasamya Purna Karya Nugraha yang merupakan penghargaan tertinggi diberikan Presiden RI terhadap provinsi dengan prestasi luar biasa.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Komandan Upacara Komandan Batalyon Kavaleri 10 Mendagiri, Letkol Kavaleri Anker Widianto.
Sebagai pembaca naskah proklamasi, Ketua DPRD Sulsel, HM Roem.
Prosesi pengibaran bendera merah putih yang dilakukan 70 anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) berlangsung khidmat dan lancar.
Menurut Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel, Andi Arwin Azis, berbeda dengan tahun lalu, undangan yang disebar tahun ini untuk mengikuti upacara bendera sebanyak 3.000 orang.
“Tahun lalu hanya sekitar 1.500 undangan yang disebar,” katanya, Senin (17/8).
Sebelum upacara, dipertontonkan drama kolosal bertema perjuangan Sultan Hasanuddin mengusir penjajah. Atraksi itu merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar dan anggota TNI.
Di sela-sela peringatan hari kemerdekaan itu, Gubernur Sulsel juga mendapat penghargaan dari Direktur Lembaga Prestasi Dunia (Lepri) atas prestasinya membawa Sulsel menerima penghargaan wajar tanpa pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut karena laporan keuangan yang clear dan clean.
Dan yang paling fenomenal serta ditunggu-tunggu, yakni penampilan Evie Masamba menghibur seluruh peserta upacara. Jebolan salah satu akademi dangdut di televis itu mampu menghipnotis seluruh yang hadir di sana dengan suara emasnya yang mendendangkan lagu Sumpah Benang Emas.
Evi yang mengenakan pakaian warna bendera Indonesia, pakaian putih celana merah hadir dipanggung dikawal ketat oleh petugas keamanan.
Evi hanya melempar senyumnya saat seluruh mata tertuju kepadanya dan teriakan namanya ” Evi” mengalihkan perhatian banyak orang dikelilingnya.
Begitu pun saat bernyanyi, Evi sambil membawakan lagunya sekali-kali melempar senyum apalagi saat masyarakat berdesakan untuk mengabadikan fotonya.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memaknai Kemerdekaan RI ke-70 ini dengan semangat tinggi untuk bekerja lebih baik sesuai tema tahun ini, Ayo Kerja.
Namun dia menekankan, kerja keras yang dimaksud harus sesuai dengan konsep, agenda serta kebutuhan yang tepat sasaran.
“Banyak tantangan yang kita hadapi saat ini. Negara kita sudah cukup lama merdeka, namun dibanding negara lain, kita jauh tertinggal,” jelas Syahrul.
Kemiskinan, pengangguran, kemarau panjang, keamanan dan ketertiban daerah, serta masih banyak lagi persoalan yang harus dibenahi.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto juga memaknai kemerdekan dengan perang melawan kemiskinan.
“ Sekarang perang kita adalah kemiskinan. Pemerintah harus maksimal dalam pemberantasan kemiskinan,”kata Danny sapaan akrabnya.
Menurutnya, tugas pewaris kemerdekaan saat ini sangat berat, karena banyak problematika kebangsaan, persoalan rakyat yang belum tuntas.
Oleh karena itu, Danny mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap semangat dan bersatu dalam mengisi kemerdekaan tersebut.(rhm-man/war/b)
Syahrul Duet Terpidana Bansos
×

