SOPPENG, BKM — Kekeringan yang melanda Kabupaten Soppeng telah menyebabkan tanaman padi milik petani mengalami puso dan gagal panen. Salah satu titik yang cukup parah adalah Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, tepatnya di Kampung Timpalaja dan Lamogo.
Abd Rauf, seorang warga Timpalaja menuturkan, sedikitnya ada sekitar 300 hektare sawah di wilayahnya yang sudah dipastikan mengalami puso. Padi kini sudah mengering karena sudah cukup lama tidak mendapat pasokan air.
”Jika dihitung, kerugian akibat kekeringan 300 hektare sawah di daerah ini mencapai Rp6 miliar. Karena untuk satu hektarenya petani merugi minimal Rp20 jutaan. Sebab tanaman padi pada umumnya sudah dua kali diberi pupuk. Ditambah lagi biaya pengolahan lahan, yang setiap hektarenya minimal petani harus mengeluarkan dana Rp4 juta hingga Rp 5jutaan,” terang Rauf, kemarin.
Yang menjadi beban petani saat ini, tambah Rauf, adalah bagaimana caranya bisa membayar uang pembelian pupuk kepada pedagang atau penyalur. Sebab mereka tidak mau jika tak dibayar, sementara sawah petani mengalami gagal panen.
”Jangankan untuk membayar pupuk, memenuhi kebutuhan sehari-hari saja petani sangat kesulitan. Dari mana mereka mau ambil uang, sementara bertani merupakan satu-satunya mata pencaharian,” keluhnya.
Karena itu, Rauf dan petani lainnya berharap adanya uluran tangan dari pemerinyah untuk membantu, minima dapat mengatasi utang pembayaran pupuk. (fir/rus/b)
300 Ha Sawah Puso, Kerugian Rp6 Miliar
×

