MAKASSAR,BKM– Pemerintah Kota Makassar tak bisa berbuat banyak dalam memberikan rasa amankepada masyarakat tanpa dukungan tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai pilar utama.
Tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat dibutuhkan dalam memberikan masukan dan saran kepada warga untuk menjauhi kegiatan yang merusak moral dan agama seperti tindak kriminal begal motor dan perkelahian kelompok.
“Kita selaku pemerintah sangat mengharapkan dukungan penuh dari tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam membantu dan mendukung kerja-kerja RW,RT dan kelurahan dalam memerangi tindak kriminal diwilayahnya,” harap Staf Ahli Wali Kota, Abdullah Sawa saat membuka kegiatan bimtek resolusi konflik bagi tokoh agama dan masyarakat di Hotel Ocean View, Jalan Nusantara, Kamis (27/8).
Selain itu kata Abdullah Sawa, kegiatan yang dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik patut direspon baik karena tak henti-hentinya melakukan bimbingan teknis dan sosialisasi ke para tokoh masyarakat dan tokoh agama agar mereka dapat membantu mengurangi tindak kriminal yang terjadi hampir setiap hari.
“Sebagai kota yang majemuk maka konflik dalam kehidupan masyarakat juga beraneka ragam , seperti konflik karena perbedaan kempentingan, nilai persepsi, keyakinan, budaya dan karakter masyarakat itu sendiri. Dengan kondisi seperti inilah maka peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat diperlukan ditengah-tengah masyarakat. Apalagi, konflik yang terjadi selalu meninggalkan trauma yang mendalam seperti stress dan dendam diantara yang bertikai,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Ahmadi Junaid,S,Sos mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman sekaligus pembinaan tentang pentingnya resolusi konflik di tengah-tengah masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama dari Kecamatan Ujungtanah, Kecamatan Wajo dan kecamatan Bontoala , sebanyak 200 orang. (man/war/c)
Pemkot Butuh Partisipasi Warga
×

