MAROS, BKM — Sejak beberapa hari terakhir, warga di Kecamatan Lau tak bisa mengkonsumsi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) secara maksimal. Bahkan, beberapa warga mengeluhkan air PDAM yang sudah beberapa hari tidak mengalir.
Dari pengakuan salah seorang warga bernama Mia, dirinya kesulitan air bersih untuk mandi dan minum sejak dua hari belakangan ini. Pasalnya, air PDAM yang biasanya mengalir lancar justru tersendat-sendat.
Dia mengaku terpaksa menggunakan air galon untuk mandi dan kebutuhan rumahtangga lainnya. ”Kita sekarang pakai air galon. Sudah dua hari ndak mengalir,” katanya.
Meski diakui air mengalir malam hari, namun alirannya juga pelan dan airnya keruh. Direktur PDAM Maros, Abd Baddar, saat dikonfirmasi BKM di kantornya, kemarin, membenarkan persoalan itu.
Dia mengaku ini dampak dari proses pelebaran jalan Trans Sulawesi Makassar-Parepare yang saat ini dilakukan di jalan poros Maros di sepanjang Barandasi di Kecamatan Lau. Bukan hanya warga yang mengalami dampak tersebut. Tapi pihaknya juga mengalami kerugian. Karena sejumlah pipanya mengalami kerusakan akibat pengerjaan pelebaran jalan.
”Akibat pipa bocor, air juga terbuang-buang dan tidak mengalir ke rumah-rumah warga,” katanya.
Diakui, ketika PDAM membenahi pipa yang bocor pihaknya harus mematikan instalasi yang menghubungkan area utara. ”Waktu pengerjaan kita matikan instalasi ke arah Maros Utara. Makanya, air tidak mengalir. Kadang juga air bercampur tanah sehingga yang sampai ke rumah warga berlumpur,” katanya.
Baddar meminta warga di Kecamatan Lau bisa bersabar. Karena saat ini tengah dilakukan pelebaran jalan. Ia juga berharap secapatnya bisa selesai. Saat ini pihaknya menempatkan anggotanya berjaga-jaga di lokasi pelebaran jalan untuk menjaga jaringan PDAM. (ari/mir/c)
Warga Lau Tak Bisa Konsumsi Air PDAM Secara Maksimal
×

