MAMUJU, BKM — Pendiri dan sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo, mengunjungi Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar. Dalam kunjungannya itu, Hary Tanoe diterima langsung Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di rumah jabatan gubernur Sulbar, Rabu (2/9).
Kunjungan Hary Tanoe ini juga turut dihadiri dua calon bupati, masing-masing calon bupati Mamuju Tengah, H Aras Tammauni dan calon bupati Majene, Risal. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Adnan Saleh mengharapkan kepada Hary Tanoe agar tidak sekali ini saja berkunjung ke Provinsi Sulbar, tapi hendaknya dilanjutkan dengan kunjungan berikutnya.
Anwar mengatakan, dirinya bersama Hary Tanoe adalah kawan lama. ”Saya dengan Hary Tanoe adalah kawan lama. Saya sebenarnya telah mengetahui rencana kedatangan Hary ke Mamuju sejak Selasa, 1 September. Sehingga rencana keberangkatan ke Jakarta, saya tunda. Padahal, ada juga yang sangat penting di Jakarta. Tapi karena yang mau datang adalah kawan lama, maka untuk sementara, saya tunda keberangkatan ke Jakarta. Jadi saya baru ke Jakarta pada Rabu, 2 September setelah Hary Tanoe mendeklarasikan Partai Perindo di wilayah Sulbar,” jelas Anwar.
Anwar mengatakan, Hary Tanoe adalah kader muda yang telah mendirikan Partai Perindo. Hary telah menguasai dengan baik pada pergolakan ekonomi di Indonesia maupun pergolakan terhadap media. ”Provinsi Sulbar ini adalah multi etnis. Berbagai ragam suku dan budaya ada di Sulbar. Kita berharap ke depan, Partai Perindo dapat bergabung dan membantu mendorong kemajuan pembangunan di Sulawesi Barat ini,” kata Anwar.
Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, mengatakan, pihaknya datang ke Sulbar, selain untuk melakukan konsolidasi partai, sekaligus bertemu dengan Pemerintah Provinsi Sulbar dalam hal ini gubernur Sulbar, Drs H Anwar Adnan Saleh. ”Pak gubernur Sulbar ini adalah sahabat kami. Sehingga kami mengunjungi Sulbar dan sekaligus melakukan konsolidasi partai. Kami juga melakukan koordinasi terhadap potensi yang ada di Sulbar yang perlu dikembangkan dalam memajukan potensi sumber daya alam tersebut. Untuk itu, harus dilakukan pengelolaan sumber daya alamnya dengan baik. Sehingga akan memberikan dampak perubahan pada masyarakat. Yakni memajukan kesejahteraan perekonomian masyarakat yang lebih baik lagi,” ujar Hary Tanoe.
Hary mengatakan, pada 60 dan 70 tahun lalu, perekonomian Indonesia didukung dengan minyak bumi. Tapi memasuki tahun 2012 sampai 2015, perekonomian mulai menurun. Bahkan, minyak sudah diimpor dan industri melemah. Ini menunjukkan kendala yang dihadapi dalam pondasi ekonomi.
Karenanya, harus mencari pondasi ekonomi baru yang bergerak supaya dapat mengimbangi gejolak yang dihadapi pada saat sekarang. ”Kita tidak bisa meratapi nasib dan menunggu saja. Tapi yang harus dilakukan bersama-sama adalah memikirkan dalam memajukan perekonomian Indonesia. Kita harus mampu memikirkan dan meredam terhadap gejolak ini. Sehingga kita akan mampu berdiri sendiri dan mampu membuka harapan baik pada masa depan ekonomi bangsa ini,” ujar Hary Tanoe dihadapi gubernur serta para pengurus Perindo se Sulbar dan para kadernya, di Hotel D’Maleo, Rabu (2/9). (ala/mir/c)
Hary Apresiasi Kepemimpinan Anwar
×

