MENDUDUKI posisi sebagai General Manager (GM) di Hotel Wisata 2 UIT Makassar, tidak begitu saja dicapai Sofyan SS. Tapi semua melalui perjalanan panjang dan tidak kenal pantang menyerah. Termasuk menimba ilmu di Akademi Perhotelan Makassar.
Namun ketertarikannya berkarier dibidang perhotelan, semuanya berawal dari hanya mau coba-coba. ”Awalnya waktu masih kuliah saya ada magang atau kuliah kerja profesi di salah satu hotel berbintang di Makassar selama 3 bulan. Kebetulan waktu itu ada lowongan sebagai staff front office. Dan saya ditawari untuk posisi itu. Tanpa berpikir panjang saya terima tawaran itu. Terus terang, saya hanya mau coba-coba awalnya kerja sambil kuliah. Tapi akhirnya keterusan sampai sekarang ini,” katanya tertawa saat dihubungi di ruang kerjanya, Jumat kemarin (4/8).
Sebelum menapak karier sebagai GM di Hotel Wisata 2 UIT Makassar, lelaki kelahiran Nopember 1977 ini pernah menduduki beberapa posisi penting dan strategis di sejumlah hotel berbintang di Kota Makassar, seperti di Hotel Kenari Pantai, Hotel Kenari Tower, Hotel Coklat, Hotel Anging Mammiri, dan Hotel Grand Celino.
Dengan banyaknya jumlah hotel yang telah ditempati berkarier, setidaknya telah memberi Sofyan banyak pula pengalaman. Terutama minimal bagaimana bisa tetap survive disaat ketatnya persaingan seperti sekarang ini.
Dengan banyaknya jumlah hotel di Makassar akan membawa dampak positif dan negatif bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja. Juga memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi daerah secara tidak langsung.
Hukum ekonomi sudah jelas mengatakan, disaat supply lebih banyak daripada demand akan menimbulkan kualitas dan harga kurang bagus. Di sisi lain, akan menimbulkan persaingan usaha secara tidak sehat.
Namun dampak positifnya, konsumen diberi keuntungan dengan banyaknya promo-promo yang lebih variatif sesuai keinginannya. Karena para kompetitor akan berinovasi secara rutin untuk bisa achieve setiap bulannya. Dampak lain yang ditimbulkan adalah pengurangan SDM yang dipergunakan setiap hotel untuk mengurangi fixcost setiap bulannya,” tuturnya.
”Saya masih optimis dunia perhotelan akan masih berjaya ke depannya. Karena trend perkembangan teknologi ikut membantu dan mempermudah penjualan hotel. Mungkin satu atau dua tahun ke depan masih kurang bagus. Namun saya yakin stakeholder pariwisata tidak tinggal diam karena terus berusaha untuk membuat even-even nasional dan internasional di wilayah masing-masing yang otomatis akan membawa dampak positif untuk tingkat hunian kamar setiap harinya,” aku Bendahara Umum DPD Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel serta di Bidang Litbang dan IT DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA). (mir)
Awalnya Coba-coba, Akhirnya Keterusan
×

