MAROS, BKM — Dua ekor ternak sapi yang mati mendadak beberapa waktu lalu di Desa Rompegading, sudah dipastikan positif anthrax. Dari empat ekor ternak sapi yang mati di desa tersebut, dua di antaranya dinyatakan positif Anthrax setelah melalui pemeriksaan laboratorium.
Akibatnya, wilayah itu diisolasi dengan memperketat arus lalulintas ternak yang masuk maupun keluar dari wilayah tersebut. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Maros, Musyawarah Achmad, kepada BKM, di kantornya, kemarin, mengaku pihaknya bersama tim dinas peternakan provinsi Sulsel telah melakukan penanganan pengobatan dan bangkai.
”Baik dari dinas pertanian bidang peternakan maupun dinas peternakan provinsi Sulsel sudah turun melakukan penanganan pengobatan dan bangkai. Sekarang kita juga sudah melakukan langkah berupa isolasi wilayah,” jelasnya.
Bahkan, ia juga sudah menyampaikan kepada pemerintah setempat agar tidak ada ternak yang keluar dan masuk. Harus dilakukan pengawasan ketat. ”Jadi sambil melakukan pengobatan, kita melakukan isolasi wilayah dengan menuntup lalu lintas keluar masuk ternak,” jelasnya.
Ditegaskan, selama 21 hari dilarang adanya ternak yang keluar maupun masuk, utamanya di wilayah ring 1. ”Jadi selama 21 hari, tidak boleh ada hewan ternak yang keluar maupun masuk. Nanti setelah 21 hari kalau tidak ada lagi laporan kematian maka kita akan lakukan pemberian antibiotik dan vaksinasi,” jelasnya
Sementara ternak sapi yang juga mati di Kecamatan Lau, kata dia, hasilnya negatif. Akan tetapi, pihaknya tetap melakukan pengawasan di daerah tersebut. ”Tim tetap turun melakukan penanganan hewan kurban untuk melakukan vaksinasi,” sebutnya. (ari/mir/b)
Dua Ternak Sapi di Rompegading Positif Anthrax
×

