pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemarangan Terjadi Lagi, Kini Korbannya Pria Bertato

SIDRAP, BKM — Peristiwa pemarangan kembali terjadi di Kabupaten Sidrap. Hanya selang dua hari kasus pemarangan terhadap Agus dan Asrul di depan SMK Negeri 1 Sidenreng, Pangkajene, kini giliran pria bertato Anto (37) yang jadi korban. Ia diparangi sejumlah pria ketika pulang dari lokasi sawah sengketa di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Senin (14/9) siang.
Anto mengalami luka parah di lengan kiri bagian atas di dekat bahu. Bahkan, nyaris putus. Lukanya menganga sangat lebar dan tembus hingga ke tulang.
Peristiwa pemarangan ini bermula ketika Anto yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini datang bersama 7 rekannya di sawah yang menjadi obyek sengketa di Kelurahan Kanyuara, Senin (14/9) pukul 10.00 Wita.
Anto yang diketahui sebagai warga Desa Buae, Kecamatan Wattangpulu, Sidrap ini datang bersama pimpinan mereka Wa’Du’du.
Wa’Du’du datang ke lokasi untuk memastikan informasi yang diterima jika sawah tersebut telah diolah dengan handtraktor oleh orang lain. Namun, saat di lokasi ternyata tidak ada orang yang mengolah lahan tersebut. Wa’du’du bersama rekannya yang lain pun memilih pulang.
Namun, saat itu Anto tidak pulang bersama rombongan. Ia menyusul menggunakan motor. Belum jauh dari lokasi, Anto tiba-tiba diadang sekelompok orang yang tidak dikenal dengan membawa parang. Diduga kelompok ini adalah lawan Wa’du’du dalam sengketa lahan tersebut.
Belum diketahui siapa yang memulai. Namun salah satu dari kelompok lawan sengketa korban langsung mengayungkan parang hingga tiga kali yang mengenai bagian punggung sampai lengan atas yang mengakibatkan luka robek sepanjang 20 cm dan kedalaman 10 cm sampai tulang.
Usai memarangi Anto, para pria tersebut langsung kabur. Beruntung ada warga yang melihat Anto yang jatuh tersungkur dengan bersimbah darah. Anto langsung dilarikan ke Rumah Sakit Nene’ Mallomo.
Peristiwa pemarangan ini masih diselidiki Polres Sidrap. Namun, polisi agak kesulitan karena saat kejadian, tak ada saksi yang melihat langsung pemarangan itu.
Sekadar diketahui, Wa’ Du’du Cs saat ini bersengketa dengan kelompok Andi Anto dan Wa’Kadda. Sebelum kejadian, kedua kubu ini saling klaim lahan sawah seluas 1 hektar 2 are di Kelurahan Kanyuara. Bahkan, informasinya lahan itu dikuasai oleh kelompok Wa’ Du’du.
Sebenarnya kasus ini tengah berproses di Polres Sidrap karena kubu Andi Anto dan Wa’ Kadda melaporkan kasus ini ke Kepolisian atas dasar penyerobotan.
Kapolres Sidrap, AKBP Anggi Naulifar Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Indra Waspada Yudha membenarkan kasus tersebut. Pihaknya, kata Indra, masih melakukan penyelidikan siapa pelaku yang memarangi korban.
“Kita masih dalami dan cari tahu pelakunya, anggota juga masih berada di lapangan mengejar pelaku. Tidak ada saksi yang melihat langsung korban ditebas,” katan Indra di ruang kerjanya, kemarin.
Menurutnya, kasus ini dilatar belakangi klaim lahan sawah yang ada di Kanyuara. Pihak korban saat ini sudah diarahkan melapor. Pihak Wa’ Du’du juga mengklaim sawah itu miliknya dengan didasari surat rinci.
Sementara Andi Anto Cs, juga mengakui lahan itu miliknya dengan dasar surat sertifikat yang diterbitkan Badan Pertanahan. Dalam kronologis sengketa lahan sawah itu, konon orang tua Wa’ Du’du menjual tanah itu kepada Wa’ Kadda.
Lahan ini, sudah lama bersengketa sejak beberapa tahun silam, puncaknya, Senin (14/9) kemarin, terjadi pemarangan yang menyebabkan Anto mendapat luka tebasan.
“Semua ini, baik proses perdata maupun pidanannya sama-sama berproses. Kalau kasus pemarangan ini kita dalami termasuk pelakunya sementara kita kejar,” ungkap AKP Indra.
Lalu bagaimana dengan kasus pemarangan dua pemuda di depan SMKN 1 Sidenreng? Kapolres menegaskan, pelaku pemarangan tiga hari lalu itu sampai kemarin belum tertangkap. Namun keberadaan pria misterius ini sudah diendus.
“Masalahnya pelaku ini sering berpindah-pindah tempat, kalau anggota mendatangi persembunyiannya, pelaku sudah tidak ada dilokasi,” ujarnya.
Meski demikian, ia sudah menekankan kepada anggota Buser Reskrim untuk segera menangkap pelaku dalam kondisi apapun. “Tunggulah, pelaku pasti akan kami tangkap cepat atau lambat,” tandasnya. (ady/b)



×


Pemarangan Terjadi Lagi, Kini Korbannya Pria Bertato

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar