WALAU telah berpengalaman dalam dunia perhotelan, ternyata saat pertama kali menjadi seorang General Manager (GM), tidaklah mudah. Perlu kemampuan komplit dalam memenej semuanya. Begitulah pengalaman GM Aerotel Smile, Sunarti Anwar.
Narti, sapaan akrabnya adalah wanita kelahiran Ujung Pandang 34 tahun silam. Saat ini, wanita yang hobi traveling telah memiliki suami bernama Nur Ikhsan Amir dan telah dikaruniai dua orang anak.
Narti sendiri sejak sekolah memang telah fokus pada dunia perhotelan. Ia adalah alumni dari pendidikan perhotelan di SMKN 6 Makassar. Setelah menamatkan sekolahnya, Narti kembali menempuh pendidikan di Akademi Pariwisata (Akpar) Makassar sampai ia meraih gelar Diploma 3.
Saat memasuki semester akhir masa kuliahnya, Narti telah mulai bekerja di Hotel Aston sebagai receptionis. Setelah dari Hotel Aston, ia kemudian pindah ke Hotel Pantai Gapura. Di Hotel Pantai Gapura, ia menjabat sebagai Reservation Senior selama dua tahun lebih.
Dari Hotel Pantai Gapura, kemudian Narti berpindah lagi ke Hotel Dinasti sebagai Assistant Front Office Manager. Hanya sekitar tiga bulan, Narti sudah dipromosikan menjadi Sales Marketing di hotel tersebut.
Selama empat tahun di posisi itu, membuat Narti mendapat banyak pelajaran berarti dari jabatannya untuk lebih memperdalam lagi kemampuannya mengelola hotel. Narti kemudian pindah ke Hotel Banua sebagai Sales Manager.
Hanya selama enam bulan, Narti pun diterima di Hotel Aryaduta juga sebagai Sales Manager. Tidak mudah masuk di Aryaduta, setidaknya Narti saat itu terpilih dari hasil penyeleksian banyak pelamar. Selama enam tahun Narti di Hotel Aryaduta. Jabatan terakhirnya disana adalah Director of Sales Marketing. Sampai pada akhirnya, tiga bulan lalu ia resmi menjabat sebagai GM di Aerotel Smile.
Banyak pengalaman menarik telah dirasakan Narti selama menjabat sebagai GM. Narti yang biasanya hanya berhubungan dengan beberapa orang karena jabatannya yang hanya sebagai sales, kini ia harus mengatur hotel lebih general.
”Sekarang ini mulai dari tukang sapu, tukang masak, sampai enginering harus kita urusi. Walaupun kadang saya kurang mengerti, tapi di sini saya belajar banyak. Pusingnya juga ketika sudah mendekati tanggal gajian karyawan, kita kan harus mengontrol jangan sampai molor,” tambah Narti.
Narti sendiri selama ini memiliki prinsip selalu berpikir positif. Ia lebih baik melakukan hal-hal kecil demi melakukan sebuah perubahan. ”Tidak harus menunggu sesuatu yang besar. Tapi hal-hal kecil saja dulu. Mulai dari diri sendiri lalu ditularkan ke orang-orang sekitar. Kita harus memberi contoh,” ucap Narti. (nugroho/mir/b)
Jadi GM Perlu Kemampuan Komplit
×

