MAKASSAR, BKM — Dalam beberapa waktu terakhir, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami perkembangan sangat pesat. Ini bisa terlihat dengan banyaknya bermunculan produk baru yang inovatif.
Melihat hal ini, CCBC (Celebes Cooking and Baking Community) sebagai komunitas terbesar di Kota Makassar, berusaha menjadi payung bagi UMKM baru ini. Ketua CCBC Makassar, Isma Azis Riu, di sela pembukaan Pojok Kuliner (PJK) 4 CCBC, Sabtu siang (14/10), mengatakan, PJK 2017 adalah kegiatan akbar tahunan untuk memperkenalkan produk andalan dari member CCBC. ”Ini kali keempat penyelenggaraan Pojok Kuliner. Setiap tahun tema yang kami angkat berbeda-beda. Untuk tahun 2017 ini kami mengambil tema Semarak Pesta Rasa,” terang Chimot, sapaan akrabnya.
PJK ini menghadirkan aneka kuliner buatan tangan para pengusaha UMKM kuliner di Kota Makassar. Juga, para penjual kue rumahan yang memiliki rasa dan kualitas tinggi. ”Selama dua hari penyelenggaraan acara pesta kuliner di Mal Ratu Indah Makassar. Segala jenis olahan mulai yang modern hingga tradisional dapat ditemukan di sini,” jelas Chimot.
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI sesaat sebelum membuka PJK 2017 CCBC yang digelar di publik area Mall Ratu Indah (MaRI) Makassar, Sabtu (14/10), mengatakan, pemerintah dikatakan berhasil dalam pembangunan disektor ekonomi jika mampu melahirkan partisipasi masyarakat dan mendorong laju optimalisasi UMKM agar dapat berkembang baik. Sehingga mampu melahirkan lapangan pekerjaan.
”Makassar bisa berkembang tidak lain karena dukungan UMKM yang kuat,” kata Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal.
Deng Ical menegaskan, dirinya tidak ingin jika dalam pengurusan administrasi ataupun perizinan UMKM dan UKM mendapat hambatan ataupun dipersulit oleh oknum pemerintah kota. Jika hal tersebut terjadi, ia meminta segera untuk melaporkan hal tersebut ke dirinya.
”Kalau misalnya semua persyaratan sudah kita penuhi, terus ada oknum yang persulitki perizinan usahata di kecamatan, infokanmi ke saya, saya upayakan bantuki,” ujar pria yang dikenal murah senyum ini.
Ia pun mengapresiasi upaya CCBC menggelar pojok kuliner tersebut. Bagi Ical, CCBC secara tidak langsung semakin mempertegas ke publik luar, betapa besarnya potensi kuliner di Kota Makassar.
”Kegiatan seperti ini ada nuansa sosialnya. Disitu tommi kumpul ibu-ibu, anak-anak mudayya, sosialita. Terutama berkumpullah semua kreativitas dan pemberdayaaan. Atas nama pemerintah kota kami berterima kasih ke CCBC,” ujarnya.
Prosesi pembukaan acara ini sangat unik, karena Deng Ical terlihat memukul wajan dengan menggunakan sudet sehingga membuat suasana pembukaan jadi agak lain dari kegiatan serupa pada umumnya.
”Pintar tong panitia pilih wajan yang paling hitam bawahnya sambil tertawa,” kata Deng Ical.
Setelah memukul wajan, Wakil Walikota Deng Ical didampingi Ketua CCBC Makassar, Isma Azis Riu, Ketua Panitia, Abd Wahab, pengurus dan panitia lainnya, mengunjungi berbagai stand dan mencicipi produk-produk member.
PJK yang berlangsung selama dua hari ini dimeriahkan berbagai acara, seperti lomba kreasi kuliner berbahan dasar kopi, lomba dekorasi kue ultah, lomba mewarnai, lomba fashion show ‘Daur Ulang’, parade kuliner, accoustic, magician show and cosplay, full doorprize, dan demo gratis dari sponsor. (mir)
Wawali Apresiasi CCBC
×

