JENEPONTO, BKM — Sebanyak 66 Kepala Desa (Kades) se Kab Jeneponto akan mengikuti tur terkait pengelolaan keuangan di Provinsi Jawa Barat dan Kepulauan Riau (Kepri). Rombongan Kades dilepas Bupati Iksan Iskandar di Gedung Kalabirang Rujab Bupati Jeneponto, Senin (14/9)
Dalam sambutannya Bupati sangat respek dengan kegiatan ini agar para Kades bisa melihat secara langsung bagaimana pengelolaan keuangan desa terbaik di Indonesia seperti Desa Karesorang Kab Bandung (Jabar) dan Desa Sariang Kota Batam (Kepri). Iksan berharap pasca studi banding ini ada lahir desa terbaik di Kab Jeneponto
”Kalau yang baik itu tidak usah sungkan untuk mencontohnya,” jelas Iksan.
Bupati menambahkan, Kades adalah perpanjangan pemerintah di tingkat desa makanya harus mampu menjaga sopan santun dan menghindari cekcok serta menjaga kekompakan. ”Janganmako bawa badik meskipun badik penjaga diri karena hukum tidak mengenal demikian,” jelas Iksan.
Iksan juga meminta para Kades agar tidak usah mengumbar cerita soal kondisi kota Bandung dan Kepri. Tapi yang terpenting adalah bagaimana menjaga kesehatan dan tetap tampil elegan. Desa Karesorang Kab Bandung adalah salah satu desa pengelolaan keuangan terbaik. Atas prestasinya tersebut kedua desa ini mendapat penghargaan dari Presiden SBY pada tahun 2014 lalu masing masing Rp 1 M.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kab Jeneponto Jafar Siama meminta agar para Kades bisa mengikuti jejak kedua desa tersebut. ”Itu patut dicontoh dan ditiru,”jelas Jafar.
Selain Bupati juga hadir Wabup H Mulyadi Mustamu, Ketua DPRD Jeneponto Muh Kasmin, Kepala Inspektorat H Muh Ysuf Pakihi, para Camat dan Kades se Kab Jeneponto.
Jafar menambahkan untuk biaya perjalanan dinas para kades diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD) TA 2015 sebesar Rp 7.500.000, per Kades.
”Melalui kunjungan ini diharapkan wawasan para Kades memiliki wawasan yang lebih memadai sehingga bisa mengharumkan nama desanya dan juga daerah,” tukas Jafar (krk/B)

