MAKASSAR, BKM — Para pengguna jalan tol di Kota Makassar yang selama ini menggunakan uang tunai dalam bertransaksi membayar tol, mulai Senin kemarin (16/10), diwajibkan menggunakan uang elektronik.
Peresmian ini dilaunching bersamaan dengan kegiatan Fun Rally Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) 2017 oleh Bank Indonesia di Monumen Mandala, Senin (16/10). Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiarso, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah ini.
Baginya, memang sudah seharusnya pembayaran dengan non tunai ini diberlakukan, khususnya di Makassar. ”Banyak kelebihan yang bisa dirasakan para pengguna. Salah satunya adalah kecepatan bertransaksi. Dengan menggunakan e-toll atau uang elektronik, transaksi di gerbang tol bisa hanya memakan waktu sekitar 3 detik,” jelas Bambang.
Kesiapan penggunaan transaksi non tunai di tol ini sendiri telah lama dicanangkan. Namun baru pada hari Senin kemarin masyarakat diwajibkan menggunakan uang elektronik saat bertransaksi di jalan tol.
Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara, Anwar Toha, mengatakan, pihaknya sampai hari ini (Senin kemarin, red) telah memasang sembilan gardu transaksi non tunai. Gardu ini sendiri tersebar di semua gerbang utama jalan tol Reformasi.
”Kita secara bertahap dulu. Yang penting selama ini hibrit turun, elektronik naik,” kata Anwar.
Anwar juga menambahkan, pihaknya akan menyediakan pembelian kartu e-toll secara gratis kepada pengguna pemula. Pembelian secara gratis ini sendiri akan dilangsungkan pada Senin kemarin sampai Selasa (30/10) mendatang.
”Ingat yah, yang gratis adalah pembelian kartunya. Bukan saldonya,” kata Anwar.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, sangat mendukung hal tersebut. Baginya, masyarakat Sulsel saat ini sudah harus modern. ”Modern itu kalau pembaran non tunai jalan. Kalau ini demi kesejahteraan rakyat, maka mari lanjutkan,” tandas Syahrul. (nug/mir/c)
Bayar Uang Tol di Makassar Pakai Uang Elektronik
×

