pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tiga Peluru Bersarang di Kaki Penikam Siswi Keperawatan

MAKASSAR, BKM — Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengungkap pelaku penikaman yang membuat kritis AR (16), seorang siswi sekolah keperawatan di Makassar. Bahkan, sang pelaku dihadiahi tiga burit timah panas dan bersarang di kakinya.
Tim Resimen Mobile (Resmob) Polsek Makassar diback up Resmob Polda Sulsel yang berhasil menemukan pelaku bernama Rio Putra Mambe (27). Ia diringkus ketika tengah asyik bermain game di sebuah warnat Jalan Mappanyukki, Kamis malam (23/11) pukul 21.30 Wita.
Dalam pengungkapan kasus ini, alat yang digunakan petugas kepolisian disinkronkan dengan command center Polrestabes Makassar. Pencarian terhadap pelaku menunjukkan titik keberadaannya di sebuah rumah yang dijadikan tempat usaha warnet. Seorang anggota resmob terlebih dulu melakukan pengintaian. Benar saja, yang diburu ada di dalam warnet tersebut. Tanpa menunggu waktu lama, Rio langsung disergap. Selanjutnya digelandang ke Mapolsek Makassar guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kepada polisi yang memeriksanya, Rio mengakui perbuatannya telah menganiaya korban yang beralamat di Jalan Sungai Poso Lorong 60. Ia juga mengaku membawa kabur dua unit gawai dari rumah korban.
”Iya, Pak saya yang menikam korban. Setelah itu saya bawa pergi dua unit HP. Tapi HP itu saya simpan di rumah di Gowa,” kata Rio.
Usai diinterogasi, Rio lalu digiring pengembangan untuk menunjukkan barang bukti yang disembunyikan. Yakni gawai serta senjata tajam (sajam) yang digunakan menikam korban.
Dari rumah pelaku di Kabupaten Gowa, polisi berhasil mengamankan dua unit gawai. Masing-masing Samsung dan Iphone 5 yang diduga milik korban.
Tak berhenti di situ. Petugas kemudian membawa Rio untuk menemukan barang bukti pisau dapur, yang diakuinya digunakan menusuk korban. Rio mengaku membuang sajam tersebut di sekitar Jalan Gunung Latimojong, seusai ia melakukan aksinya.
Sesaat sebelum tiba di lokasi yang dituju, muncul akal licik Rio. Ia meronta hingga lepas dari kawalan aparat. Diapun memanfaatkan kesempatan ini untuk melarikan diri.
Tak ingin hasil tangkapannya kabur, polisi lalu mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Namun, Rio tak menggubrisnya. Ia tetap berusaha lari menjauh.
Moncong pistol polisi pun diarahkan ke sasaran. Secara tepat dan terukur, tiga butir peluru menerjang kaki dan betisnya. Seketika itu juga pelaku roboh tak berkutik. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat perawatan medis.
Setelah proses pengangkatan proyektil peluru selesai, pelaku kembali menjalani interogasi. Dia mengaku khilaf melakukan perbuatan tidak manusiawi terhadap korban.
Sebenarnya, menurut Rio, ia tidak ada niat melakukan penganiayaan waktu menagih di rumah korban. Tapi, ketika melihat dia seorang diri di rumahnya dan habis mandi mengenakan handuk, diapun langsung mengikutinya naik ke lantai dua.
Ketika berada di dalam kamar, Rio hendak melampiaskan nafsu bejatnya. Namun korban menolak dan melakukan perlawanan. Rio pun kalap hingga akhirnya menikam korban. Setelah itu kabur dengan membawa dua unit gawai yang tersimpan di meja korban.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Makassar Kompol Usman mengatakan, pelaku berhasil diamankan tidak sampai 1×24 jam usai kejadian. Kata dia, penangkapan pelaku dipermudah dengan kerja sama pihak WOM Finance, di mana Rio dipekerjakan sebagai tenaga jasa penagihan alias debt collector.
”Koordinasi dengan pihak WOM Finance memudahkan kami mengetahui identitas pelaku. Setelah itu tim gabungan diturunkan melakukan pengejaran, dan berhasil melacak keberadaannya. Ia diberi tindakan tegas, karena melakukan perlawanan terhadap petugas,” jelas Kompol Usman, kemarin.
Sementara itu, hingga kemarin korban belum bisa dimintai keterangannya oleh penyidik. Sebab kondisinya masih kritis. (ish/rus)



×


Tiga Peluru Bersarang di Kaki Penikam Siswi Keperawatan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar