MAKASSAR, BKM — Terungkap sudah komplotan yang kerap membobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di wilayah hukum Polda Sulsel. Mereka berjumlah lima orang. Dua diantaranya kini berhasil diringkus Tim Khusus (Timsus) Polda Sulsel.
Mereka adalah Hadi Susilo alias Towi bin Patullah (38), warga Tanggamus, Lampung Selatan, Provinsi Lampung dan Muh Budi Kamal (32) beralamat di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kalimantan Barat. Polisi meringkus keduanya di Jawa Barat. Selanjutnya diterbangkan ke Makassar untuk menjalani proses hukum di Mapolda Sulsel.
Ketika dibawa guna pengembangan menunjukkan lokasi aksinya, kedua tersangka berulah. Mereka mencoba melawan petugas dan berusaha melarikan diri. Tembakan peringatan yang diberikan tak diindahkan. Polisi pun mengambil tindakan tegas. Betis kanan keduanya dihadiahi timah panas.
Sebelum Hadi dan Budi diciduk Timsus Polda Sulsel, aparat Polres Barru sudah berhasil mengamankan dua rekannya. Masing-masing Rosikin bin Ismanto dan Herawansyah alias Erwan. Mereka ditangkap aparat Polres Lampung, lalu kemudian proses penyidikannya diserahkan ke Polres Barru.
Saat diperiksa, Rosikin dan Erwan ‘bernyanyi’. Ia menyebut tiga rekannya yang lain. Hasilnya, Hadi dan Budi Kamal berhasil diringkus. Artinya, tersisa satu lagi anggota komplotan ini yang belum tertangkap.
Hadi serta Budi selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Sulsel. Bersama kawanannya, ia kerap melancarkan aksinya pada sejumlah kabupaten di Sulsel.
Polisi yang melakukan penyelidikan, berhasil melacak keberadaan keduanya Jawa Barat. Tanpa menunggu waktu lama, Rabu (27/12), Timsus Polda Sulsel langsung bergerak.
Setibanya di Kota Hujan itu, pada pukul 01.30 WIB lokasi persembunyian kedua buron tersebut didatangi. Diback up personel Polda Metro Jaya, DPO tersebut berhasil disergap. Yang pertama kali diringkus adalah Hadi.
Kepada polisi yang memeriksanya, ia mengakui perbuatannya membobol sejumlah ATM di Sulsel. Hadi juga menyebut seorang rekannya bernama Budi. Lokasi persembunyiannya di Desa Megahmendung, Cimahi, Jawa Barat.
Timsus Polda Sulsel bersama personel Polda Metro Jaya lalu menggiring Hadi untuk menunjukkan lokasi persembunyian Budi. Hasilnya, Rabu (27/12) pukul 22.00 WIB, Budi pun berhasil diringkus.
Dari keterangan keduanya, dipastikan jika dalam melakukan aksi pembobolan ATM di wilayah Sulsel, mereka berjumlah lima orang. Sedikitnya ada 17 ATM yang isinya berhasil dikuras oleh komplotan ini.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan penangkapan kedua tersangka pembobolan ATM tersebut. Mereka pernah beraksi di wilayah Palopo, Maros, Makassar, Takalar dan Barru.
”Kedua tersangka spesialis pembobol ATM yang diamankan ini merupakan hasil pengembangan terhadap dua rekannya yang terlebih dahulu ditahan di Polres Barru. Mereka telah menjalani proses pidana. Masih ada anggota komplotan ini yang kita kejar. Identitasnya sudah dikantongi,” kata Kombes Dicky, kemarin.
Kabid Humas menyebutkan, ada 17 titik lokasi mereka beraksi dalam wilayah hukum Polda Sulsel. Selain di Sulsel, kawanan ini juga membobol ATM di wilayah Jakarta, Banten, Tangerang, Bandung, Surabaya dan Semarang.
”Bahkan tersangka Hadi Susilo, sejak bulan Mei 2017 sampai sekrang telah beraksi di 450 titik. Selain membobol ATM, dia juga terlibat dalam aksi copet di atas angkutan umum dan tempat keramaian di wilayah Pasar Minggu dan Cinere, Jakarta. Ia bersama Muhammad Ali yang telah diserahkan ke Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan lanjut,” jelas Dicky. (ish/rus)
Bobol 17 ATM, Raup Ratusan Juta
×

