SEHARI setelah OTT, BKM mendatangi kantor Nur Asikin di area Celebes Convention Centre (CCC) Jalan Metro Tanjung Bunga. Kondisinya cukup sepi, Jumat (29/12) siang. Hanya ada tiga karyawan yang berkantor.
Kondisi ruangan Nur Asikin masih sama ketika ia digiring aparat kepolisian. Sedikit berantakan. Tak ada yang berani merapikan ruangan tersebut.
Berdasarkan informasi dari sumber yang enggan disebut namanya, lelaki itu sudah menjabat kepala UPT BPLP selama tiga tahun. Ia disebutkan tidak bersahabat dengan pegawainya.
Sebelum menjadi kepala UPT BPLP, lelaki kelahiran 1965 ini pernah bertugas di Dinas Pendidikan. Istrinya tercatat sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel.
Diketahui, Asikin memiliki tiga mobil yang biasa digunakan bergantian. Satu unit merk Toyota Camry, Toyota Innova dan Honda Brio.
Dia eselon III yang membawahi lima bagian. Diantaranya PDR, Ballroom CCC, dan Pasar Jompie Parepare.
Menurut sumber BKM, banyak karyawan yang mengeluh dengan sikap Nur Asikin selama ini. Malah, ia pernah memecat pegawai bagian teknisi listrik yang juga merupakan sepupunya sendiri, dengan alasan yang kurang jelas.
BKM juga mendatangi rumahnya di Kompleks BTN Hartaco Blok III Jalan Daeng Tata, kemarin. Suasananya juga tampak sepi. Pintu dan pagar terkunci rapat. Lampu teras yang menyala, mengindikasikan jika di dalam rumah tidak ada siapa-siapa.
Nur Azikin memiliki tiga orang putra. Saat ini yang bungsu masih duduk di tingkat SMA. Satu diantaranya sudah bekerja di Pemprov Sulsel.
Para tetangga dikejutkan dengan ramainya rumah Nur Asikin pada malam seusai OTT.
“Orang rumah kaget kenapa banyak orang. Ada polisi yang datang malam-malam. Kurang lebih pukul 21.00 Wita. Ramaimi orang bilang kalau Pak Asikin ditangkap gara gara suap,” ungkap Fatir, pemuda sebelah rumah satu tembok dari Nur Asikin.
Warga sekitar rumah tak pernah menyangka jika Nur Asikin tertangkap karena menerima suap. Sebab selama ini kesehariannya rajin ke masjid, di luar kesibukan sehari-harinya di kantor.
“Orang baik itu Pak Asikin. Kalau adaji di rumah, selalu ke masjid. Anak-anaknya juga baik. Tidak sombong,” kata Dg Ngali, petugas jaga pos di blok III kompleks di mana Asikin tinggal.
Menurut penuturan warga, rumah Nur Asikin baru saja selesai direnovasi. Hal itu tampak dari warna catnya yang masih baru.
Rumah yang terletak di sudut ini dilengkapi garasi yang cukup luas. Berada di bagian belakang rumah. Hanya saja, saat BKM datang, kemarin, garasi tersebut tidak terisi kendaraan roda empat. Yang ada hanyalah motor. (rhm-jun/rus)
Tiga Mobil dan Rumah Baru Selesai Direnovasi
×

