MAKASSAR, BKM — Jual beli secara online kini lagi booming. Hampir seluruh jenis barang yang dijual secara offline, juga dijual secara online baik itu barang yang masih baru maupun bekas atau seken.
Fitri Nurhidayat, seorang pelaku bisnis online, telah merasakan manisnya bisnis yang mengandalkan teknologi informatika (TI). Dari hasil bisnis onlinenya ini, Fitri mengaku mampu meraup keuntungan cukup menggiurkan. Dalam sehari keuntungan yang didapatkan lebih dari Rp250 ribu.
“Barang yang saya jual hanya sepatu dan sandal beragam jenis. Menjual secara online memudahkan saya dalam melakukan penjualan. Selain tidak menguras banyak tenaga, keuntungannya juga cukup lumayan. Dalam sehari, saya bisa mendapatkan keuntungan rata-rata Rp250 ribu lebih. Dalam menjual sepatu dan sandal, saya hanya mengambil keuntungan Rp5.000. Permintaan terhadap pemesanan melalui media sosial atau secara online cukup banyak. Rata-rata dalam sehari ada 50 pasang sepatu dan sandal yang laku. Bahkan bisa lebih,” jelas Fitri, warga Jalan Ujung Pandang Baru, saat ditemui Berita Kota Makassar, Senin (1/1).
Menurut ibu dua orang anak ini, dirinya melakukan bisnis online, tidak hanya membawa keuntungan bagi dirinya. Melainkan orang lain yang digalangnya untuk mengantarkan barang pemesanan konsumen, ikut pula mendapatkan penghasilan.
Karena, saat melakukan penawaran penjualan, ia sudah menyampaikan kepada konsumennya untuk membayar biaya pengantaran. Jadi selain menguntungkan pada dirinya, berbisnis secara online, secara tidak langsung telah membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.
”Kami punya puluhan orang yang telah berkomitmen bersama kami untuk melakukan pengantaran barang kepada pemesan yang sudah dicantumkan alamatnya. Besar biaya pengantaran sangat bergantung pada jarak tempuh tempat pengantaran. Kalau jauh biasanya mereka mendapat biaya pengantaran Rp20 ribu. Tapi kalau dekat hanya Rp10 ribu. Dalam sehari, mereka bisa mengantar pesanan sampai puluhan pasang,” kata Fitri.
Dalam melakukan penawaran barang jualan secara online kepada konsumen, dirinya juga punya suka dan duka tersendiri. Selama menekuni jual beli secara online ini, Fitri mengakui ada juga suka maupun dukanya.
”Sukanya jika konsumen yang memesan barang jualan kami merasa puas. Bahkan mereka membantu kami dalam mempromosikan ke temanannya di media sosial. Dukanya sendiri, jika barang yang sudah dipesan setiba di rumah pemesan, biasanya pemesan membatalkan pesanannya. Lebih mengecewakan lagi, kadang ada pemesan memberi alamat palsu. Bahkan, saat dihubungi melalui ponselnya yang diberikan ke kami, malah mereka tidak menggubrisnya,” ungkap Fitri. (ish/mir/b)
Raup Keuntungan Rp250 Ribu Perhari
×

