pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Salat Idul Adha Jadi Siaran Terakhir

BULUKUMBA, BKM — Harun Al Rasyid (52) yang sehari-harinya berprofesi sebagai penyiar radio Bulukumba FM (Fajar Group), menemui ajal di hari raya Idul Adha, Rabu (24/9) sekitar pukul 06.00 Wita.
Ia mengalami kecelakaan tragis bersama putranya Ahmad Sabran Nur (11), yang hingga kemarin masih terbaring di RS Wahidin Makassar karena menderita luka di beberapa bagian tubuhnya.
Betis Ahmad Sabran remuk setelah sepeda motor DD 2802 AN yang dikendarai Harun, bertabrakan dengan sebuah mobil Toyota Innova warna hitam DD 1472 HB yang dikemudian Ustadz Abd Hakim Bohari di Kampung Katangka, Desa Batokaropa, Kecamatan Rilau Ale Bulukumba.
Sumber di TKP menyebutkan, pada pagi itu pengendara sepeda motor yang membonceng dua orang anaknya bergerak dari arah Kota Bulukumba. Sedangkan Toyota Innova bergerak dari arah Palampang dengan kecepatan tinggi.
Akibatnya, tabrakan pun tak terhindarkan. Harun bersama seorang putranya tewas di lokasi kejadian, dengan sejumlah luka di tubuhnya. Termasuk luka pada bagian kepala penyiar yang sehari-harinya menggunakan nama Roman itu.
Korban merupakan adik kandung H Syamsul Bakir, Direktur Radio Bulukumba FM dan mantan Direktur Radar Bulukumba.
Dihubungi kemarin, Syamsul Bakir menuturkan, selain sebagai kakak sekaligus sebagai pimpinan di Radio Bulukumba FM, dia bersama keluarganya sama sekali tidak percaya kalau Harun akan pergi begitu cepat bersama putranya. Menurutnya, pagi itu Harun berniat hendak ke kebunnya di Bulu-bulo. Sehari sebelumnya, almarhum sudah melaksanakan lebaran Idul Adha di Lapangan Pemuda.
“Kami tidak menyangka kalau Harun meninggal dengan cara tragis. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda kalau adik kami itu akan pergi untuk selama-lamanya. Makanya, kami merasa sangat kehilangan, baik sebagai adik kandung maupun sebagai rekan kerja di Bulukumba FM,’’ terang Bakir.
Diakui Bakir, Harun merupakan tenaga andalan di Bulukumba FM. Selain sebagai penyiar, kadang juga bertindak selaku teknisi, karena dia orangnya memang serba bisa.
Bakir menjelaskan, sebelum meninggal dunia, ayah dua anak ini memang memperlihatkan aktivitasnya yang sangat tinggi. Dia rajin bekerja, bahkan tak kenal waktu. Selain itu, di keluarga Harun lebih banyak berdiskusi tentang apa saja.
Sehari sebelum menemui ajalnya, korban Harun Al Rasyid masih sempat menjalankan tugas siaran langsung pelaksanaan salat Idul Adha pada Rabu (23/9) di Lapangan Pemuda.
“Jadi siaran terakhirnya adalah pelaksanaan salat Idul Adha tahun 2015,’’ sebut Bakir.
Sementara itu, sopir Toyota Innova Ustadz Abd Hakim yang melaju dari arah Palangpang, rencananya pagi itu akan membacakan khotbah salat Idul Adha di Barabba. Di tengah perjalanan, ustdaz berusia 42 tahun itu mengalami kecelakaan lalulintas yang membuatnya harus berurusan dengan polisi. (edy/rus/b)



×


Salat Idul Adha Jadi Siaran Terakhir

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar