pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

KABAR duka datang dari Bumi Lasinrang. Mantan Bupati Pinrang dua periode H Andi Nawir Pasinringi dipanggil menghadap Yang Maha Pencipta. Warga di daerah inipun berkabung.

Laporan: PURMADY-RAHMAWATI AMRI

SUASANA masih gelap. Jarum jam menunjuk pukul 20.00 Wita dinihari.
Sebuah kabar tiba-tiba menghentak. Beredar secara luas di media sosial (medsos). Salah seorang sesepuh Pinrang berpulang ke rahmatullah. Bupati Pinrang periode 1999-2004 dan 2004-2009, Drs H Andi Nawir Pasinringi,MP dinyatakan meninggal dunia di RS Grasteline, Makassar.
Kepergian anggota DPR RI dari Komisi IV Fraksi Gerindra itu begitu mengejutkan. Sebab tidak ada tanda-tanda ia akan pergi untuk selama-lamanya. Dia juga tak memperlihatkan tanda-tanda sedang menderita sesuatu penyakit, atau dirawat karena sakit keras.
Beberapa hari lalu ia masih beraktifitas berkunjung ke SMK Negeri 7 Ujung Lero, Pinrang. Memang, kala itu kondisi kesehatannya tidaklah terlalu fit. Selepas itu, dengan tegas ia langsung kembali ke Jakarta dengan agenda aktifitas yang padat. Namun tak lama berselang, dia kembali lagi ke Pinrang.
Menurut kerabat almarhum, pada hari Minggu (30/7) almarhum mengaku sedang tidak enak badan. Tak tahan dengan kondisinya, Rabu (2/8), ia dibawa ke Makassar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Grestelina.
Namun takdir berkata lain. Jumat (4/8) dinihari pukul 02.00 Wita ia mengembuskan nafas terakhirnya di depan Hj Nurlela A Nawir, istri yang setia mendampingi hingga akhir hayatnya.
Kabar duka inipun cepat beredar di medsos. Sejak subuh hari kediaman almarhum sudah dipadati ratusan keluarga, kerabat dan masyarakat Pinrang.
Kabag Humas dan Protokol Pinrang H Mursen sudah duluan berada di kediaman almarhum. Ia mendapat telepon dari putra almarhum Andi Pawelloi Nawir, Kabag Keuangan Pemkab Pinrang untuk berkoordinasi.
Selepas salat subuh, Ketua DPRD Pinrang Bahran Jafar sudah lebih duluan tiba menunggu jenazah dari Makassar. Disusul Wakil Bupati Pinrang Moh Darwis Bastama dan anggota DPR RI Komisi I Jamaluddin Jafar Jerre.
Tampak pula melayat Azikin Solthan, anggota DPR yang satu partai dengan almarhum. Ada juga anggota DPRD Sulsel A Jamaluddin Jafar. Terakhir, terakhir Edy Prabowo, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI sekaligus mewakili ketua umum partainya. Edy Prabowo sekaligus melepas jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya. Almarhum dimakamkan di pekuburan keluarga Talabangi, Kelurahan Tonyamang, Kecamatan Patampanua, Pinrang.
Pria kelahiran Pinrang, Jumat 17 Agustus 1949 ini memulai karirnya di pemerintahan sebagai kepala desa. Selanjutnya menjadi camat hingga bupati Pinrang dua periode. Karena penguasannya di bidang pertanian cukup mumpuni, iapun ditempatkan di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian.
Ribuan masyarakat Pinrang dari semua kalangan datang melayat. Mereka merasa kehilangan sosok pemimpin yang dekat dengannya. Berjiwa sosial sewaktu menjabat bupati.
Salah satu hasil tangan almarhum yang kini ditinggalkannya adalah keberadaan Masjid Agung Munawir, yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Pinrang.
Di legislatif, Andi Nawir sempat menjadi anggota DPRD Sulsel selepas menjabat bupati. Almarhum meninggalkan seorang istri, lima orang anak dan 13 cucu.
Azikin Solthan sebagai teman sekolah, seprofesi di pemerintahan dan satu partai, merasa terpukul atas kepergian Andi Nawir. Apalagi, selama bersama di DPR, almarhum tidak pernah mengeluh dan selalu tegar. ”Kalau di DPR, beliau getol memperjuangkan rakyat. Khususnya yang terkait masalah pertanian,” kata mantan bupati Bantaeng dua periode ini.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo merasa sangat kehilangan sosok Andi Nawir. “Saya cukup dekat dengan almarhum. Tentu saja saya sangat kehilangan sosok beliau,” katanya, Jumat (4/8).
Menurut orang nomor satu Sulsel itu, Andi Nawir mampu menjadi sosok kakak yang baik. Almarhum dinilai memiliki kepribadian menarik. Sosok tegas dan pekerja keras yang banyak memberi kontribusi bagi pembangunan di Kabupaten Pinrang.
Syahrul tak menyangka jika Andi Nawir begitu cepat pergi meninggalkan dirinya. SYL mengakui jika Andi Nawir telah memberikan banyak ilmu kepada dirinya.
Wakil ketua DPRD Sulsel Yusran Sofyan menyampaikan duka cita yang mendalam. “Beliau sosok yang mengayomi. Peduli terhadap kaum marjinal. Rasa solidaritasnya tinggi. Dalam menjelaskan sesuatu sangat lugas. Menyelesaikan masalah cukup simpel,”ujar Yusran, Jumat (4/8). Yusran yang pernah menjabat sekretaris DPD Gerindra Sulsel di era Andi Rudianto Asapa menjadi ketua, menilai sosok Andi nawir sangat disegani. “Sosoknya sangat disegani. Namun di balik itu, ia gampang menerima orang baru dalam lingkungannya dan tidak memperlakukan orang-orangnya seperti bawahan,” jelasnya.
Sekretaris DPD PDIP Sulsel Rudi Piter Goni (RPG) juga mengaku sangat berduka. Menurut RPG, Andi Nawir adalah teman yang baik. Bertindak sebagai kakak dan humble. Serius tapi jenaka dan sangat berpengalaman. “Sangat kehilangan sosok yang dingin dan berpengalaman,” ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Sulsel ini.
Bendahara DPW PKS Sulsel Ariady Arsal juga mengungkapkan duka citanya yang mendalam. “Saya mengenal almarhum sebagai sosok yang tegas pada prinsip hidup. Sebagai figur berpengalaman dalam birokrasi, dia banyak membimbing kami selama bersama-sama di DPRD Sulsel. Semoha Moga almarhum husnul khotimah,” tulis Ariady Arsal yang juga legislator PKS Sulsel dua periode.
Sekretaris DPD Partai Hanura Sulsel Affandi Agusman Aris juga menyampaikan ucapan duka citanya. “Andi Nawir sebagai sosok seorang yang tenang dan pekerja keras. Semoga mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT,” ucap Affandi yang juga mantan legislator Partai Hanura DPRD Sulsel ini.
Kini, almarhum telah beristirahat dengan tenang di kampung halamannya. Ia dikebumikan berdampingan dengan orang tua dan saudara-saudaranya. (*/rus/b)

MAKASSAR, BKM — Abd Malik Azkari, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Makassar tersandung masalah. Ia harus berurusan dengan aparat Polsek Rappocini karena dilapor dalam kasus dugaan penganiayaan.
Ada dua orang yang disebutkan dipukul oleh sang kepsek. Masing-masing Anjaz Nur Kadas, warga BTN Hartaco Indah Blok 4 Nomor 14 Kelurahan Parangtambung, dan Burhanuddin Sallimin yang merupakan guru otomotif di SMKN 1.
Peristiwa terjadi kala Anjaz membantu rekannya, Burhanuddin mengerjakan tower air di bengkel otomotif (tempat praktik SMK) di Jalan Bonto Manai pada Rabu malam (2/8) pukul 18.30 Wita.
Menurut penuturan Anjaz, ia bersama Burhanuddin hendak mengelas besi tower tangki air di bengkel otomotif. Tiba-tiba Abd Malik datang dengan tujuan hendak menutup bengkel.
Anjaz bersama Burhanuddin kemudian keluar bengkel, dan Malik menutupnya. Mereka berdua kemudian menuju ke sebuah warung kopi di Jalan Landak Baru. Tidak ada masalah ketika itu. Tutur kata Malik begitu santun.
Namun, tiba-tiba saja Abd Malik mendatangi keduanya di warkop. Tanpa banyak bicara, ia langsung mengambil kursi dan dipakai untuk menyerang Anjaz. ”Saya berusaha menangkis menggunakan tangan. Akibatnya, tangan saya luka robek sepanjang 4 cm,” jelaz Anjaz, kemarin.
Burhanuddin yang berada di lokasi kejadian berusaha melerai kegaduhan ini. Tapi Malik terlanjur kalap. Ia juga melayangkan pukulan ke wajah Burhanuddin.
”Dia (Burhanuddin) terkena pukulan di pipi kirinya. Karena itu, kasus ini saya laporkan ke Polsek Rappocini,” terang Anjaz.
Kapolsek Rappocini ?Kompol Kodrat Muhammad Hartanto yang dikonfirmasi, Kamis (3/8), mengaku telah menerima laporan korban. Kata dia, laporan korban terlampir dengan nomor STPL/888/VII/2017/Restabes MKSR/Sek Rappocini
“Laporan korban sudah kami terima dan sementara mempelajarinya. Selanjutnya akan dilakukan pemanggilan terhadap terlapor,” jelasnya.
Abd Malik yang dikonfirmasi terpisah, mengaku melakukan pemukulan secara tidak sengaja terhadap Anjaz. “Kejadiannya secara tidak sengaja. Saya siap mempertanggungjawabkannya,” tandas dia. (ish/rus)

INSTITUSI pendidikan atau sekolah yang layak harusnya tidak hanya dilihat dari sumber daya pengajar yang mumpuni. Bukan juga dari fasilitas penunjang pembelajaran yang lengkap. Seharusnya, lingkungan yang sehat juga menjadi bagian penting indikatornya.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

LINGKUNGAN yang sehat akan menghasilkan pemikiran yang jernih dari para siswa. Karena mereka akan terhindar dari stres maupun keresahan dalam belajar.
Lingkungan yang sehat juga akan mengajarkan para siswa lebih peduli akan lingkungan. Sehingga bukan aspek sains saja yang lebih menonjol, namun juga aspek sosial akan berkembang secara seimbang dalam diri siswa.
Maka tidak salah jika Kementerian Lingkungan Hidup selalu mengapresiasi sekolah-sekolah yang peduli akan lingkungan melalui program Adiwiyata. Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Dalam program ini, diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghidarkan dampak lingkungan yang negatif.
Pada implementasinya, Kementerian Lingkungan Hidup berkerjasama dengan para pemangku kepentingan menggulirkan Program Adiwayata ini, dengan harapan dapat mengajak warga sekolah dapat melaksanakan proses belajar mengajar materi lingkungan hidup. Juga turut berpartisipasi melestarikan dan menjaga lingkungan hidup di sekolah dan sekitarnya.
Satu sekolah di Makassar yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah SDN Tanggul Patompo 1. Setelah sebelumnya meraih Adiwiyata tingkat kota dan provinsi, kini sekolah tersebut mendapat penghargaan tingkat nasional berupa Adiwiyata Mandiri, yang merupakan penghargaan tertinggi diberikan Kementerian Lingkungan Hidup.
Sekolah ini sebenarnya memiliki kawasan yang tidak terlalu luas. Hanya dengan beberapa langkah saja, BKM telah bisa menjangkau seisi sekolah.
Namun yang menjadi sangat menarik, sekolah ini benar-benar hijau. Lingkungannya tertata rapi. Tempat sampah ada di mana-mana. Tak ada sampah yang berserakan.
Yang lebih istimewa lagi, BKM bisa melihat tanaman yang begitu tertata di setiap sudut sekolah. Banyak pot yang berada tepat di depan kelas. Termasuk berbagai pot yang terlihat menggantung dengan indahnya.
Salah satu guru di sekolah tersebut, Lasmina mengatakan jika suasana seperti ini bukan hanya dilakukan oleh pihak sekolah. Guru mata pelajaran Agama Islam ini mengakui, pihak sekolah bekerjasama dengan para orang tua murid. Mereka inilah yang turut membantu terciptanya lingkungan yang sehat di SDN Tanggul Patompo 1.
“Kita sengaja bentuk paguyuban orang tua murid supaya bisa turut membantu sekolah kita. Tanpa mereka, kita mungkin saja tidak akan pernah dapat penghargaan ini,” jelas Lasmina.
Selain dengan para orang tua murid, sekolah ini juga bekerjasama dengan berbagai instansi kesehatan. Bukan hanya dari aspek keindahan, bidang kesehatan juga dianggap penting di sekolah ini. Karenanya, dijalin pula kerja sama dengan berbagai rumah sakit dan puskesmas untuk memperhatikan kesehatan para warga sekolah. Juga memperadakan dan mengaktifkan dokter cilik untuk para murid.
Penghargaan ini pun tidak didapatkan dengan instan. Butuh waktu lama membentuk karakter warga sekolah untuk peduli akan lingkungan. Lasmina kembali menjelaskan jika SDN Tanggul Patompo 1 memasukkan karakter Adiwiyata di semua mata pelajaran. Mereka senantiasa mengintegrasikan pola melestarikan lingkungan hidup dengan berbagai pelajaran para murid.
“Misalnya, dalam pelajaran agama Islam, kita selalu menekankan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Itulah yang selalu kita ulang-ulang kepada para siswa. Selain itu, kita senantiasa mengajarkan menghemat. Misalkan dalam pelajaran IPA dan IPS diajarkan untuk menghemat listrik, air, dan sebagainya,” jelas Lasmina.
Selain itu, pihak sekolah juga membiasakan program “Pungut Sampah Sebelum Belajar”. Program ini membiasakan para siswa untuk membersihkan sampah yang berserakan sebelum mereka mulai masuk kelas. Jika tidak melakukan, para siswa akan diberikan sanksi menulis oleh para guru.
Hal ini berdampak positif bagi para murid. Saat ini tidak ada lagi diantara mereka yang membuang sampah sembarangan. Selain itu, murid juga senantiasa memungut sampah yang tampak berserakan. (*/rus/b)