pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

SELAMA ini masyarakat umum mengetahui jika Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar memiliki tugas utama melakukan pemadaman jika terjadi kebakaran. Masih banyak yang belum tahu bila di organisasi perangkat daerah (OPD) ini memiliki beberapa tim penyelamatan. Apa saja itu?

Laporan: Arif Alqadry

KANTOR Dinas Damkar Kota Makassar terletak di Jalan Ratulangi. Bersebelahan dengan kantor PDAM. Warna biru mendominasi cat gedung damkar. Senada dengan seragam personelnya.
Para petugas damkar merupakan orang-orang pilihan. Mereka dilengkapi dengan keterampilan khusus. Bukan hanya dalam hal penyelematan saat terjadi kebakaran. Tapi juga pada situasi darurat lainnya.
Sebut saja jika ada orang yang hendak bunuh diri. Atau ada hewan buas dan berbahaya berkeliaran di sekitar pemukiman warga. Dinas Damkar memiliki personel khusus yang siap kapan saja untuk diterjunkan ke lapangan.
Sejak Januari 2017, Damkar Kota Makassar telah resmi memiliki animal rescue. Tugas utama mereka yang tergabung di tim ini adalah melakukan penyelamatan serta evakuasi jika ada hewan buas mengancam keselamatan dan mengganggu kenyamanan warga. Misalnya ular, buaya atau sarang lebah.
Dalam tim animal rescue ini, ditempatkan petugas pilihan yang telah mengikuti Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) di Jakarta selama satu bulan. Tahun 2016 lalu ada 14 petugas yang diikutkan pusdiklat.
Komandan Pasukan Markas Komando Damkar Kota Makassar, Ance Daeng mengatakan setiap petugas damkar telah diberikan pelatihan penanggulangan kebakaran, maupun penanganan hal-hal dari luar tugas pokok. Seperti membujuk dan menyelamatkan korban yang hendak bunuh diri, menyelamatkan korban kecelakaan lalulintas serta mengevakuasi dan menyelamatkan hewan buas yang mengganggu masyarakat.
“Di Mako Damkar Kota Makassar ada enam peleton. Setiap peleton diisi 76 petugas. Di tiap peleton sudah ada petugas yang memiliki keterampilan khusus. Ada yang mahir membujuk orang yang hendak bunuh diri, menyelamatkan korban kecelakaan maupun evakuasi sarang tawon. Keterampilan itu didapat setelah diikutkan dalam Pusdiklat di Jakarta selama satu bulan,” kata Ance di Mako Damkar Kota Makassar, Selasa (16/5).
Personel animal rescue ini dilengkapi dengan seragam yang dirancang khusus. Pakaian tahan api tersebut berbahan aluminium. Sama dengan yang digunakan untuk pakaian petugas pemadam saat melakukan pemadaman api.
Karena Damkar Kota Makassar belum memiliki pakaian khusus untuk penanganan sarang tawon. Kendati demikian, petugas yang turun melakukan evakuasi tetap aman.
“Sejauh ini laporan yang masuk dari masyarakat selain kebakaran, banyak juga untuk evakuasi sarang tawon. Kalau kasus buaya atau ular, sampai saat ini belum ada yang masuk laporannya,” terang Ance.
Kepala Bidang Operasional Damkar Kota Makassar, Hasanuddin menambahkan, pembentukan tim animal rescue dimaksudkan untuk memberikan pelayanan lebih ke masyarakat. Tanpa harus melupakan tugas pokok dari damkar, yaitu melakukan pemadaman api.
“Kadang di waktu yang bersamaan ada dua laporan dari masyarakat, yaitu kebakaran dan sarang tawon. Kami prioritaskan untuk turun melakukan pemadaman api. Di waktu lowong kita mulai kembali bergerak melakukan evakuasi sarang tawon,” terangnya.
Malam hari, kata Hasanuddin, merupakan waktu yang tepat bagi para petugas animal rescue melakukan evakuasi. Sebab di waktu seperti itu, tawon sudah masuk ke dalam sarang. Kondisi ini memudahkan para petugas melakukan evakuasi.
”Untuk penanganan hewan buas, seperti buaya ataupun ular, tim animal rescue sampai saat ini belum pernah melakukannya. Belum ada laporan yang masuk ke kami. Peralatan khususnya juga belum kita miliki. Paling yang kita siapkan karung dan tali. Sempat di Kecamatan Panakkukang dihebohkan dengan kemunculan buaya. Tapi kita tidak tangani, karena tidak ada laporan yang masuk,” terang Hasanuddin.
Belum lama ini, animal rescue kembali berhasil mengevakuasi sarang tawon dari dalam lemari milik seorang warga yang tinggal di Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang. Sarang tawon berukuran cukup besar itu ditemukan petugas dalam lemari warga bernama Krisno. Bahkan sudah menghasilkan madu setengah gelas plastik.
“Kami rencana mengusulkan pengadaan peralatan rescue di tahun anggaran 2018. Karena saat ini peralatan kami masih kurang. Perlu ada tambahan peralatan yang lebih menunjang,” tandasnya. (*/rus)

MAKASSAR, BKM — Isu praktik perjokian mewarnai pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2017, Selasa (16/5). Namun setelah ditelusuri, ternyata informasi tersebut tidak benar adanya.
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu turun langsung memantau pelaksanaan ujian di sejumlah ruangan dalam kampus Unhas, kemarin. Hal serupa dilakukan Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Dr Husain Syam.
”Pemantauan ini kita lakukan untuk memastikan pelaksanaan SBMPTN berjalan sesuai prosedur,” kata Prof Dwia. Dari kampus Unhas Tamalanrea, rombongan Rektor Unhas mendatangi ruang ujian di SMP Negeri 6 dan SMA Negeri 17 Makassar.
Menanggapi soal adanya aksi perjokian di sejumlah lokasi ujian, seperti SMP Negeri 36, SMA Negeri 16 dan SMK Wahyu, Ketua Panitia SBMPTN 2017 Panlok 82 Makassar, Ishaq Rahman menyatakan isu tersebut hoax.
Dia beralasan, pemantauan yang dilaksanakan hingga sore hari kemarin, tidak ditemukan adanya aksi joki selama ujian berlangsung. Menurutnya, isu tersebut muncul karena tindakan pengawas yang bertindak tegas. Mereka menyita seluruh alat komunikasi para peserta dan tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan.
”Termasuk di sekolah yang disebutkan itu. Banyak sekali peserta yang membawa alat komunikasi. Semuanya disita oleh pengawas. Ini memang sudah diinstruksikan agar pengawasan lebih ketat dibanding tahun sebelumnya,” terang Ishak.
Pelaksanaan SBMPTN di sektor UNM berlangsung lancar. Tidak ada kendala berarti yang menyebabkan terkendalanya ujian.
Di beberapa sektor kampus, seperti di Gunung Sari dan Parangtambung terlihat ada beberapa peserta yang terlambat datang. Meski begitu, mereka masih diperbolehkan masuk karena dianggap tidak mengganggu pelaksanaan ujian.
Pengamananpun terlihat sangat ketat. Tidak sembarang orang yang bisa memasuki area kampus. Termasuk wartawan. Mereka harus terlebih dahulu meminta izin untuk dapat memantau pelaksanaan SBMPTN.
Sementara di sektor Gunung Sari, pengamanannya terlihat agak longgar. Dari pantauan BKM, terlihat beberapa mahasiswa masih bisa lalulalang di depan ruang ujian.
Di beberapa ruangan terlihat ada peserta panyandang difabel yang mengiuti ujian. Untuk peserta difabel, Rektor UNM, Prof Husain Syam mengatakan, jika lulus nantinya akan diberikan fasilitas dan diajar oleh dosen khusus. Selain itu, juga akan diberikan beasiswa kepada mereka.
Insiden kecil terjadi di ruang ujian SMAN 13 Makassar. Lampu di sekolah tersebut sempat mati beberapa saat.
Menurut Husain, walaupun penerangannya tidak layak, namun hal tersebut tidak mengganggu para peserta. Meski begitu, dia memberi peringatan kepada pihak sekolah agar memperbaki penerangan, jika tahun berikutnya sekolah ini masih ingin dipakai sebagai tempat ujian. “Walaupun bagi peserta itu tidak mengganggu, tapi bagi saya penerangannya memang kurang. Saya sudah memberitahukan ke pihak sekolah jika ingin dipakai lagi, mereka harus memperbaiki penerangannya,” kata Husain.
Di UNM sendiri, peminat terbanyak adalah prodi manajemen dengan total 3.123 pendaftar. Disusul oleh prodi Penddikan Teknik Informatika dan Komputer dengan 2.580 pendaftar. Pendidikan Guru Sekolah Dasar di urutan ke tiga dengan 2.180 pendaftar. (ita-nug/rus/c)

MAKASSAR, BKM — Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017/2018 mulai dilaksanakan hari ini, Selasa (16/5). Untuk menghindari terjadinya praktik perjokian, jalannya ujian akan dijaga empat lapis pengawas.
Koordinator Humas Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN Makassar, Ishak Rahman menegaskan, pengawasan para peserta ujian di Unhas tahun ini lebih ketat dibanding sebelumnya.
”Untuk tahun ini, ruang ujian yang disiapkan di Unhas sebanyak 1.300 lebih. Total ruangan di panlok 82 yang berada di bawah naungan Unhas sebanyak 2.399. Pengawas yang dilibatkan sebanyak 4.798 orang. Jumlah tersebut di luar tiga tim pengawas lainnya,” terang Ishak, kemarin.
Kepala Humas Unhas ini merinci tentang empat lapis pangawas yang disiapkan. Terdiri dari pengawas ruangan, pengawas lokasi, pengawas umum dan pengawas siaga. Sementara untuk petugas pengamanan, ada ribuan dari kepolisian dan kampus.
”Naskah ujian sudah datang sejak tanggal 13 kemarin. Sudah 99 persen rampung penyalurannya. Siap dibagikan saat ujian ujian. Pengamanan naskah ujian oleh kepolisian dilakukan 24 jam. Kita sudah lakukan sosialisasi kepada para pengawas untuk lebih ekstra mengawasi para peserta ujian,” jelasnya.
Mulai tahun ini, di Makassar hanya ada satu panitia lokal (panlok). Yakni Panlok 28 Makassar. Merupakan penggabungan dari Panlok UNM, Unhas, UIN Alauddin dan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Tahun ini, Unhas akan menerima 5.295 mahasiswa pada 60 program studi S1.
“Kemarin hanya 35 persen akan diterima melalui jalur SNMPTN. 35 persen lagi dialokasikan untuk penerimaan melalui jalur SBMPTN. Selebihnya, sekitar 30 persen akan diterima melalui jalur mandiri. Akan ada alokasi 1.853 mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN untuk Unhas,” terang Ishak.
Ada dua model ujian yang dapat dipilih oleh peminat SBMPTN. Yaitu Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT). Panlok 82 Makassar menyediakan kuota untuk CBT kurang lebih 900 calon peserta. Masing-masing 500 disediakan oleh Unhas, dan 400 oleh UNM, 200 Peserta UIN Alauddin dan sisanya Unsulbar.
“Sistem CBT akan langsung terdaftar hingga jumlah kuota 900 kursi tes terpenuhi,” sebutnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar, Prof Mardan menyatakan, karena saat ini ujian SBMPTN Makassar digabung untuk empat universitas, maka seluruh persiapan dan keamanan diatur oleh panitia.
“Kita serahkan sama panitia saja. Kita punya lima jalur untuk SBMPTN. Yang diterima 422 orang untuk 14 prodi. Sisanya dibuka untuk tiga jalur. Untuk tahun ini kita akan menerima 5.177 mahasiswa,” ujarnya.
Pengamanan di ruang kelas diperkuat dengan dua orang yang mengawasi 20 peserta ujian. Dirinya yakin, dua pengawas sudah cukup untuk mengawasi para peserta.
Wakil Ketua Panlok 82 Makassar yang juga Pembantu Rektor I UNM, Prof Muharram menegaskan, sangat kecil kemungkinan adanya praktik joki di UNM. Alasannya, karena panitia telah melakukan langkah antisipasi.
SBMPTN kali ini di bawah pengawasan yang cukup ketat. Pihak-pihak yang biasanya menjadi joki tidak akan mengetahui siapa pengawas dalam setiap ruangan. Hal ini dikarenakan, biasanya para joki bekerja sama dengan pengawas di lokasi peserta untuk memberikan kunci jawaban dengan mudah.
Pengawas nantinya akan diacak dengan sistem komputer. Akan diketahui pada saat hari pelaksanaan.
“Para pengawas saja sekarang tidak tahu tempatnya. Nanti pada saat hari pelaksanaan baru semua pengawas tahu di mana ia ditempatkan,” kata Muharram.
Selain pengawas, lokasi para peserta juga akan diacak. Jadi walaupun ada dua orang yang mendaftar bersamaan, belum tentu keduanya berada di lokasi yang sama.
Muharram menambahkan, selama ini banyak joki yang turut mendaftar SBMPTN. Tujuan mereka adalah duduk di dekat peserta yang memakai jasanya, kemudian memberikan jawaban soal kepada peserta tersebut.
“Jadi dengan diacaknya peserta, joki yang sengaja mendaftar tidak akan berada di lokasi yang sama,” tambah Muharram.
Muharram tidak menafikan jika joki masih akan ada, walaupun dengan pencegahan seketat itu. Jika memang terbukti, peserta yang menggunakan joki tidak akan diterima di universitas tujuannya. Sedangkan sanksi untuk joki sendiri akan diserahkan dan ditindak secara hukum.
Pihak kepolisian dari Polrestabes Makassar berjanji akan bertindak tegas terhadap pelaku perjokian. Kasubag Humas Polrestabes, Kompol H Burhanuddin mengatakan, jika memang ada praktik perjokian pasti akan diproses.
Dia kemudian mencontohkan kasus yang terjadi di Unhas tahun 2016 lalu. Dua orang telah diproses hukum lantaran terlibat dalam percaloan maba.
”Kalau memang ada yang terbukti terlibat, pasti kita tindak tegas. Seperti tahun lalu, ada dua oknum PNS Unhas yang diproses karena terlibat perjokian,” kata H Burhanuddin, kemarin.
Saat ini proses hukum terhadap keduanya masuk dalam tahap pelimpahan berkas ke Kejari Makassar. (ita-nug-ish/rus/c)

LUTIM, BKM — Longsor susulan masih mengancam warga Dusun Ujung Batu, Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur. Sejak peristiwa di pagi buta, Jumat (12/5), sudah beberapa kali longsor susulan terjadi.
Seperti pada hari Sabtu (13/5) pukul 23.30 Wita. Jika sebelumnya material longsoran berupa tanah dan lumpur, kali ini longsor membawa lumpur tanah bersampur kerikil. Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) memilih mengungsi ke rumah-rumah kerabatnya yang berjarak kurang lebih 7-10 kilometer.
Longsor susulan tidak separah sebelumnya. Sejumlah alat berat seperti eskavator dan buldozer langsung dikerahkan untuk melakukan pembersihan agar jalan poros dapat diakses oleh pengguna jalan umum.
Kepala Desa Maliwowo, Asdar menyebut, selain 100 KK yang mengungsi, ada pula satu keluarga yang datang melapor kepadanya. Mereka memilih pulang kampung karena trauma.
Dia memastikan sudah tidak ada lagi warganya yang hilang atau tertimbun tanah akibat musibah longsor. “Jumlah korban meninggal dunia tujuh orang. Luka-luka 11 orang. Rumah tertimbun 15 unit. Dari 11 korban luka, enam diantarannya masih dirawat intensif di RSUD I La Galigo karena mengalami patah tulang, tertusuk paku, dan kayu,” ungkap Asdar.
Ia berharap agar musibah serupa tidak kembali terulang di Luwu Timur, khususnya di desa yang dipimpinnya. Asdar mengimbau warganya untuk tetap waspada dan tenang menghadapi musibah ini.
“Terima kasih atas bantuan saat ini. Untuk makan dan minum sudah lebih dari cukup. Namun yang paling dibutuhkan adalah peralatan dapur,” ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur, Zabur mengatakan, saat ini pemerintah daerah telah memberlakukan siaga satu hingga satu minggu ke depan di lokasi musibah. Sebab, tidak tertutup kemungkinan akan kembali terjadi longsor susulan seperti yang terjadi Sabtu malam.
“Curah hujan masih cukup tinggi. Karena itu semua pihak diminta untuk tetap waspada. Mudah-mudahan longsor susulan yang terjadi semalam (Sabtu malam) itu yang terakhir. Kita berdoa saja,” imbuh Sabur yang berada di lokasi bencana, kemarin.
Sementara untuk akses jalan, tambah Zabur, sudah dapat dilalui seperti biasanya. Namun ia tetap meminta para pengendara untuk memperhatikan kondisi yang ada.
Menurutnya, bantuan sosial sudah berdatangan pascamusibah. Baik dari pemerintah daerah atau instansi yang ada di Luwu Timur, maupun dari sejumlah pengusaha atau kalangan yang prihatin dengan musibah ini. ”Setiap ada bantuan dan melihat ada titik pengungsian, langsung kita salurkan,” ungkap Zabur.
Salah seorang warga Desa Maliwowo, Yan Tiranda yang ditemui, mengaku memilih mengungsi karena takut akan terjadi longsor susulan. “Keluarg trauma, sehingga memilih untuk mengungsi di rumah keluarga di Desa Watampanua,” ungkap bapak Kris, sapaan akrabnya.
Selain korban meninggal dan luka-luka, musibah longsor juga merusak dua mobil. Masing-masing satu unit dum truk, satu lagi pick up. Ada pula 10 sepeda motor yang tertimbun longsoran. Diperkirakan, dari 15 rumah yang rusak, satu unitnya mengalami kerugian hingga Rp200 juta.
Di Makassar, mahasiswa asal Lutim ramai-ramai turun ke jalan melakukan penggalangan dana. Seperti terlihat di seputaran flyover.
Sejak sore hingga malam mereka menemui pengendara dan mengajaknya menyumbang untuk membantu para korban. Spanduk ‘pray Luwu Timur’ dibentangkan oleh mahasiswa. (alp/rus/b)

LUTIM, BKM — Hari masih pagi-pagi buta. Kira-kira pukul 05.30 Wita, Jumat (12/5). Kepanikan melanda warga Dusun Ujung Batu, Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur. Berjarak 30 km sebelum Malili jika dari arah Makassar.
Tanah bercampur air dari gunung Maliwowo bergerak begitu cepat. Meluluhlantakkan apa saja yang dilewatinya. Bencana longsor telah mengacaukan suasana pagi di kampung yang terletak di pinggir jalan poros trans Sulawesi tersebut.
Kejadian pilu ini ini berlangsung setelah terjadi hujan deras pada Kamis malam (11/5) hingga Jumat subuh (12/5). Material longsor menimbun 14 rumah warga. Tujuh orang meninggal dunia dalam peristiwa ini. Empat diantaranya berasal dari satu keluarga.
Mereka adalah pasangan suami istri Darwis dan Erna, Sri (ibunda Erna) dan Sul, seorang balita usia 4 tahun yang merupakan cucu dari Sri. Sementara tiga korban tewas lainnya masing-masing Oga, Nanni dan Haerul. Nama korban terakhir merupakan bayi yang masih berusia dua minggu.
Selain korban meninggal dunia, ada pula tujuh warga yang mengalami luka-luka. Yakni Sandi, Sindi, M Sandi, Ical, Emi, Gummang dan M Candra. Para korban, baik yang meninggal maupun luka dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I La Galigo.
Pantauan di lokasi bencana, kemarin, akses jalan yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara ini tidak dapat dilalui kendaraan. Material longsoran telah menutup badan jalan.
Kendaraan dari arah Kota Palopo tujuan Malili terpaksa memutar balik melewati kecamatan Mangkutana menuju Desa Watampanua, Kecamatan Angkona. Begitu pula sebaliknya.
Sejumlah alat berat seperti eskavator dan loader dikerahkan untuk membersihkan pembersihan jalan yang tertimbun tanah sepanjang kurang lebih 150 meter. Sementara pihak Tagana, Satpol PP, PMI, pecinta alam, kepolisian dan TNI serta petugas medis disibukkan melakukan evakuasi korban hingga ke RS.
Sukardi, warga setempat menuturkan, hujan deras turun sejak Kamis malam hingga Jumat subuh. Tanah longsor terjadi sekitar pukul 05.30 Wita.
”Awalnya saya merasa ada getaran cukup kerasa. Saya langsung bergegas keluar rumah. Jalan poros sudah tertutup longsoran tanah,” ujarnya, kemarin pagi. Beruntung, rumahnya lolos dari timbunan tanah longsor.
Sukardi kemudian mencari tahu kondisi tetangganya. Dia mendatangi rumah Nanni yang tak jauh dari kediamannya. Ternyata, separuh rumah Nanni telah tertutup dengan tanah.
Sukardi lebih kaget lagi saat mendekati rumah Nanni. Di situ tergeletak tiga sosok manusia. Masing-masing Nanni, Sandi dan Sindi. Proses evakuasi pun langsung dilakukan bersama warga lainnya.
”Kejadiannya setengah enam, Pak. Kami sempat mengevakuasi tiga orang korban, yakni Nanni, Sandi dan Sindi. Nanni sudah meninggal. Sementara Sandi dan Sindi berhasil diselamatkan,” ungkap Sukardi di lokasi bencana.
Tidak jauh dari rumah Nanni, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur yang turun ke lokasi sesaat setelah kejadian, melakukan evakuasi terhadap korban lainnya. Masing-masing Erna, Sri dan seorang balita bernama Sul. Proses evakuasi berlangsung cukup lama. Sebab, tubuh ketiga korban berada di bawah mobil dum truk dengan tertutupi tumpukan kayu dan tanah.
Pihak BPBD pun mengarahkan satu alat berat eskavator untuk memindahkan kayu dan menggali tumpukan tanah. Sesekali eskavator tersebut mengangkat dum truk untuk memudahkan ditariknya korban yang berada di bawahnya. Dua korban, Sri dan Sul berhasil ditarik keluar oleh warga dan langsung dimasukkan ke dalam kantong mayat.
Sementara korban lainnya, Erna masih berada dalam tumpukan tanah. Hingga berita ini dibuat, proses evakuasi terhadap korban Erna masih terus berlangsung.
Kepala BPBD Lutim, Sabur mengatakan, pihaknya terus melakukan evakuasi di lokasi bencana dengan mengarahkan sejumlah alat berat. “Korban yang meninggal dunia tujuh orang. Satu orang lainnya, yakni Erna masih dalam tahap evakuasi karena tertimbun tanah,” terangnya.
Menurutnya, jalan poros trans Sulawesi di Ujung Batu belum bisa dilalui kendaraan, kemarin. Sebab material longsoran masih terus mengalir menutupi badan jalan.
“Hari ini (kemarin) jalan poros tran Sulawesi ini belum dapat gunakan. Karena tanah bercampur lumpur masih terus menutupi jalan. Kita mengerahkan alat berat untuk membersihkan longsoran,” jelas Sabur.
Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler dan beberapa pejabat pemkab lainnya berada di lokasi bencana. Orang nomor satu di Lutim tersebut memimpin langsung jalannya evakuasi korban. Thorig juga tempak mengarahkan kendaraan yang akan melintasi jalan poros.
“Kami atas nama pemerintah memohon maaf atas ketidaknyamanan pengendara yang akan melintasi jalan ini. Sejumlah alat berat sudah kami turunkan untuk melakukan pembersihan jalan akibat tertimbun tanah longsor. Kami juga mempersilahkan pengendara untuk melalui jalur alternatif yang telah disediakan,” terang Husler.
Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan BPBD serta pihak terkait juga telah diminta untuk turun membantu. Tenda-tenda tenda pengungsian telah disiapkan untuk korban. Begitu juga dengan pihak medis. (alp/rus/a)