MAKASSAR, BKM–Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel yang kini resmi dikendalikan Idris Manggabarani (IMB) semakin jauh dari Agus Arifin Nu’mang, yang saat ini mejabat sebagai wakil gubernur Sulsel.
Tak hanya itu, peluang Agus AN untuk mengendarai Partai Gerindra di pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel Juni 2018 mendatang kian jauh panggang dari api.
Hal itu setelah Agus tidak diundang, bahkan tidak dimasukkan dalam struktur apapun yang disusun DPP Partai Gerindra. Baik struktur pengurus DPD, maupun struktur dewan penasihat dan dewan pertimbangan. Padahal, Agus sejak April lalu sudah mengantongi kartu tanda anggota (KTA) dari sang pendiri partai, Prabowo Subianto.
Ketika digelar rapat koordinasi daerah (rakorda) yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus DPD Gerindra Sulsel di Four Point Sheraton Hotel, Selasa (16/5), nama Agus yang pernah tercatat sebagai sekretaris DPD I Golkar Sulsel sama sekali tidak disebut.
IMB mengakui bila Agus memang tidak diundang, dengan pertimbangan pengukuhan dan rakorda hanya diperuntukkan bagi pengurus dan legislator Gerindra. “Ini adalah forum internal untuk Fraksi Gerindra dan pengurus DPC se-Sulsel. Bukan untuk anggota biasa. Pak Wagub tidak diundang karena cuma anggota biasa,” terang Idris.
Tidak masuknya nama Agus dalam kepengurusan IMB tentunya menjadi sinyal jika peluang mantan ketua DPRD Sulsel ini mengendarai Partai Gerindra di Pilgub Sulsel 2018 semakin meredup. IMB bahkan menyebut ada nama lain yang berpeluang mengendarai Gerindra, selain Agus.
“Gerindra membuka peluang selebar-lebarnya bagi siapa saja yang punya niat maju di pilgub Sulsel. Jadi kita tidak menutup diri,” ujarnya.
Mantan ketua DPD Gerindra Sulsel yang kini diplot sebagai Ketua Dewan Penasihat Gerindra Sulsel, La Tinro La Tunrung menegaskan bila penentuan cagub dari Gerindra ditentukan oleh Prabowo. Untuk itu, Gerindra Sulsel akan membuka penjaringan cagub.
“Intinya, Pak Idris diminta membuka penjaringan internal dan eksternal. Dan tentu saja penentu akhir ada sama Pak Prabowo,” jelas mantan Bupati Enrekang dua periode ini.
Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang yang dimintai tanggapannya soal dirinya yang tidak diundang, membenarkannya. “Saya sudah cek undangannya di sekretaris, tapi tidak ada,” terangnya.
Agus pun akhirnya memilih melakukan kunjungan ke sejumlah pedagang untuk mengetahui harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional dan minimarket.
Jika peluang Agus semakin kecil untuk mengendarai Gerindra, maka tinggal dua nama yang akan bersaing. Yakni Nurdin Abdullah (NA) dan Ichsan Yasin Limpo. Tapi melihat keinginan mayoritas kader di bawah kendali IMB, Gerindra akan lebih condong ke NA dibanding Ichsan. Sumber BKM beralasan, ketua tim pemenangan NA adalah HM Aksa Mahmud. “Pak Aksa itu sangat dekat dengan Pak Prabowo. Coba lihat saat Pilgub DKI,” ujar wakil ketua DPD Gerindra Sulsel yang tak ingin namanya ditulis.
Pemerhati politik dari lembaga survei Citra Komunikasi (Cikom), sebuah lembaga di bawah bendera PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Wiliady mengaku bila Agus lebih berpeluang mengendarai Gerindra di pilgub. Tak hanya itu, Agus juga akan mendapat dukungan dari sejumlah partai politik.
“Kalau dukungan parpol saya yakin akan cukup, bahkan bisa lebih,” pungkas Wiliady. (rif)
Gerindra tak Undang Agus, IMB: Dia Anggota Bisa
×

