MAKASSAR, BKM — Apel di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Gunung Sari di Jalan Sultan Alauddin, Makassar baru saja usai, Minggu pagi (7/5). Seperti biasa, pegawai lapas kemudian melakukan pengecekan terhadap tahanan di selnya masing-masing.
Awalnya, pemeriksaan berjalan lancar. Tak ada yang mencurigakan. Semua tahanan berada di dalam bilik jeruji besinya.
Namun, sesampainya di Blok A1 kamar 10 petugas kaget. Karena dari hasil pengecekan, ternyata ada tiga penghuni ruangan yang tak berada di tempat.
Pemeriksaan secara detail pun langsung dilakukan di dalam sel. Didapati serbuk dan potongan terali besi. Kuat dugaan, ketiganya kabur setelah berhasil menjebol sel tahanan dengan menggergaji jeruji besinya.
Penelusuran lebih jauh dilakukan. Akhirnya diketahui, setelah keluar dari dalam sel, ketiga tahanan tersebut menuju ke selokan dan menyusurinya. Sesampainya di ujung selokan, kemudian naik ke atas pos yang kala itu tidak ada penjaganya.
Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban (Kabid Kamtib) Lapas Makassar Tatang Suharman mengkonfirmasi kaburnya ketiga tahanan tersebut, kemarin. Diperkirakan, mereka melarikan diri pada Minggu dinihari (7/5) antara pukul 00.30 Wita hingga pukul 04.00 Wita.
”Mereka meloloskan diri setelah berhasil menggergaji terali besi. Selanjutnya melewati selokan mengarah ke pos. Selanjutnya naik ke atas pos yang saat itu tidak dijaga. Kita memang mengalami keterbatasan personel,” ujar Suharman.
Dari tiga tahanan kabur tersebut, satu diantaranya adalah terpidana mati. Yakni Iqbal alias Bala alias Kolor Ijo (34), warga Jalan Dusun Kampung Baru, Desa Sido Agung, Kecamatan Kalanea, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ia terjerat dalam pencabulan, pemerkosaan serta pembunuhan berencana terhadap para korbannya yang merupakan wanita.
Sementara dua narapidana lainnya dijatuhi hukuman seumur hidup dalam kasus pembunuhan. Yaitu Rizal Budiman alias Ical (22), warga Jalan Apo Bengkel, dekat gudang Wijaya Jayapura Utara Kota. Muh Tajrul Kilbaren bin Kalbaren alias Arun (31), warga Jalan Raden Ajeng Kartini (Bengkel Pani Motor), Kelurahan Rufei Distrik Sorong Wijaya, Distrik Jayapura Utara Kota.
Menyusul kaburnya tiga tahanan tersebut, pihak lapas kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengejaran.
Kepala Lapas Marsidin Siregar yang dihubungi terpisah, menjelaskan bahwa dari laporan yang diterimanya, pada pukul 24.00 Wita petugas lapas masih melihat ketiganya di dalam sel. ”Kita baru tahu ketiganya kabur saat dilakukan pengecekan tahanan usai kami apel pagi,” ujarnya.
Pihak lapas telah mengambil keterangan dua napi yang ruang selnya bertetangga dengan kamar ketiga tahanan kabur itu. Mereka adalah Supirman Dg Siajang dan Muh Juritno yang mengisi sel blok B kamar A1 (kamar 14 dan 15). Keduanya mengaku sempat bertemu napi tersebut sebelum kabur.
”Kata Supirman, ia masih bertemu dengan Tajrul. Saat itu Supirman membawakan Tajrul rokok yang ada di kamar 10. Kira-kira pukul 00.00 Wita. Sementara dua yang lainnya tidak ketemu,” jelas Marsidin mengutip pengakuan saksi.
Saksi lain, Muh Juritno yang juga merupakan terpidana kasus pembunuhan, mengaku bertemu dengan Ikbal dan Tajrul. ”Saksi Juritno masih bertemu dengan keduanya sekitar pukul 23.00 Wita. Tajrul meminta rokok ke Juritno di kamar 14. Tapi Juritno mengaku tidak punya rokok,” terang Marsidin.
Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) Sulawesi Selatan Sahabuddin Kilkoda yang dihubungi, kemarin tengah berada di Jakarta. Setelah mendapat laporan kaburnya tiga tahanan Lapas Makassar, dia berjanji segera kembali.
”Laporan yang masuk ke saya, ada tiga warga binaan Lapas Makassar yang kabur. Mereka berada dalam satu kamar. Dua napi kiriman dari Sorong, Papua dengan hukuman seumur hidup. Satunya lagi napi dengan hukuman mati,” terang Sahabuddin melalui telepon selular.
Dari laporan kalapas ke Sahabuddin, dijelaskan jika ketiga napi kabur usai menggergaji jeruji besi. ”Lalu masuk ke gorong-gorong antarblok. Selanjutnya memanjat pakai kain seprei dan kainnya. Lalu turun melalui pos dua,” jelasnya.
Pada tengah malah, tambah Sahabuddin, petugas lapas melakukan patroli. Saat itu jumlah tahanan masih utuh di dalam selnya. Setelah apel pagi hari, dilakukan pengecekan kamar. Ternyata ada tiga tahanan yang meninggalkan kamar selnya.
”Di dalam kamarnya ada bekas gergaji. Jeruji besi tahanan itu memang bisa dipotong menggunakan gerganji. Bisa dilakukan oleh orang yang sudah biasa,” ujar Sahabuddin.
Soal dari mana napi mendapatkan peralatan berupa gergaji, Sahabuddin mengatakan pihaknya masih mencari tahu. ”Kita masih menunggu hasil penyelidikan. Pegawai yang bertugas masih diperiksa. Jika memang ada yang terlibat akan diberi sanksi tegas,” tandasnya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dihubungi, Minggu (7/5) mengaku telah menerima laporan kaburnya tiga tahanan Lapas Makassar. Bersama aparat Polsek Rappocini, Dicky datang langsung ke lapas. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan mengambil keterangan dari saksi serta petugas lapas.
”Saya turun langsung ke lokasi melakukan pengecekan bersama anggota dari Polsek Rappoocini. Kita sudah menginstruksikan kepada personel kepolisian di area terminal dan pelabuhan untuk mendeteksi keberadaan ketiga tahanan kabur itu. Namun, dari laporan yang kami terima, ketiganya diduga sudah keluar dari Makassar,” jelas Dicky.
Setelah melakukan koordinasi, lanjut perwira tiga bunga melati di pundaknya itu, pihaknya langsung membentuk tim khusus yang kini berkeliaran itu. ”Kita sudah membentuk tim khusus mengejar ketiganya. Kami juga telah menyampaikan ke seluruh polres dan polsek se-Sulsel untuk bergerak melakukan pengejaran,” terangnya. (ish-jun/rus/b)
Headline
Halaman Utama | Berita Kota Makassar
BANYAK erempuan yang bermimpi menjadi wanita karir. Punya jabatan di sebuah kantor atau perusahaan. Berpenampilan menarik ketika berangkat kerja. Dan yang terpenting, bisa memiliki penghasilan sendiri.
Tapi, bukan hanya alasan seperti itu yang membuat perempuan cantik bernama Azura,BSc ini terjun ke dunia karir. Lulusan Biokimia Fakultas Sains dan Teknologi di UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia) itu tak mau menyia-nyiakan talenta yang dimilikinya.
Kendati sudah menikah dan memiliki dua anak, dia tidak mau sekadar sebagai ibu rumah tangga biasa. Beberapa pekerjaan pernah dikecapnya. Salah satunya sebagai marketing communication (marcom) salah satu perusahaan travel. Dia juga pernah menjadi seorang public relation (PR).
Wanita berhijab ini juga sempat bekerja di BPOM Makassar. Namun ternyata passionnya tidak berada di laboratorim. Tetapi lebih ke persuasif dan berkomunikasi dengan orang.
Seiring waktu, dia merasa jika anaknya makin membutuhkan perhatian. Di saat banyak orang yang bekerja dan mempercayakan anak kepada asisten, dia mengambil keputusan terbaik untuk bekerja dari rumah. Menghabiskan banyak waktu buat anak.
Selain mendampingi anaknya bertumbuh, dia tak mau menyia-nyiakan waktu serta kesempatan yang dimiliki.Perempuan kelahiran Ganting, 14 Maret 1992 itu juga merasa tertantang untuk mengelola usaha yang dibangun dari rumah. Dia menghandle perusahaan yang bergerak dalam bidang man powering dan sebagai top leader di salah satu multi level marketing (MLM) membawahi 7 ribuan orang.
Tidak sampai di situ saja. Melihat di lingkungan tempat tinggalnya ada beberapa orang tua tunggal yang tidak punya penghasilan, sementara butuh dana anaknya, Azura memutuskan untuk membuka usaha laundry. Dia memberdayakan para janda dan ibu-ibu tersebut.
“Saya membangun bisnis sendiri agar punya waktu lebih banyak dengan keluarga. Dapat membantu, terutama janda dan ibu tunggal yang ada di lingkungan tempat tinggal saya. Tentunya profit dari bisnis sendiri itu tidak tetap. Tidak tetap itu bisa jadi definisinya tidak terbatas alias jauh lebih besar dari sekedar bekerja di kantor,” ungkapnya kepada BKM, Jumat (5/5).
Untuk lebih menambah wawasan pergaulan, sejumlah organisasi dimasuki. Diantaranya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel danAsosiasi Sales Nasional Indonesia (ASNI).”Itu saya lakukan agar ilmu saya bertambah,” ungkapnya.
Pada dasarnya, Azura adalah perempuan yang ingin terus mengupgrade kualitas diri. Bukan hanya dalam rumah tangga dan karir. Namun juga pendidikan. Baginya, pendidikan nomor satu. Sehingga dia berencana untuk kembali melanjutkan sekolahnya ke jenjang S2.
“Insya Allah, kalau suami menyelesaikan S2 nya tahun ini, nanti saya menyusul,” tuturnya.
Dengan berbagai aktifitas yang dilakoni setiap hari, Azura masih tetap bisa memanjakan diri. Jika kebanyakan wanita memanjakan dirinya dengan ke salon, dia lebih memilih melakoni hobinya membaca buku.
“Jadi ketika anak lagi tidur atau bermain, saya selalu ambil kesempatan untuk membaca buku favourit,” ungkapnya.
Agar tetap tampil cantik dan menarik dalam kondisi apapun, dia punya tips. Banyak minum air putih. Perbanyak makan buah dan sayur. Sebisa mungkin hindari makanan cepat saji. (rhm/rus)
MAKASSAR, BKM — Hari masih pagi, Jumat (5/5). Matahari belumlah terlalu terik. Kira-kira pukul 09.15 Wita.
Pada sebuah toko pakaian di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di RT 05 RW 01 Kompleks Hartaco Permai, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Beberapa karyawan toko sudah melakukan aktivitasnya.
Tiba-tiba terdengar suara histeris dari sebuah toko yang berada di seberang jalan depan kampus Universitas Islam Makassar (UIM). Mendengar teriakan itu, warga sekitar dan pengendara yang lewat langsung menoleh ke atas. Asap hitam membumbung tinggi. Jilatan api sesekali terlihat di udara.
Situasi pun menjadi gaduh. Karyawan toko berusaha memadamkan api. Namun mereka kesulitan mendapatkan air. Upaya pemadaman kemudian dilakukan dengan menggunakan air selokan.
Beberapa karyawan yang telah menyelamatkan diri langsung teringat dengan pemilik toko. Namanya H Muhammad Ryan. Usianya 47 tahun. Ia masih berada di dalam toko ketika api tengah berkobar hebat.
Mereka berusaha menyelamatkan Ryan. Namun tak berbuah hasil. Tak ada yang mampu menerobos api dan pekatnya asap.
Armada pemadam kebakaran tiba beberapa waktu kemudian. Warga bersama personel pemadam berjibaku memadamkan api. Pukul 10.40 Wita si jago merah berhasil dikuasai. Namun api sudah meluluhlantakkan lima unit toko. Petugas dari Polsek Tamalanrea juga datang ke lokasi kejadian.
Penyisiran lalu dilakukan di dalam toko yang terbakar. Alangkah kagetnya petugas kepolisian dan pemadam kala menemukan sesosok tubuh manusia dalam keadaan gosong. Tubuhnya terbujur kaku dalam posisi tertelungkup di dalam sebuah ruangan.
Petugas Polsek Tamalanrea kemudian menghubungi Tim Inafis Mapolrestabes Makassar. Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Juga dilakukan olah tempat kejadian perkara.
Dipastikan, korban tewas adalah H Ryan. Ketika ditemukan, kakinya terbelenggu rantai sepanjang dua meter.
Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, korban diduga mengalami gangguan jiwa. Sudah lima tahun ia dipasung dengan kaki dirantai.
Ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara membakar kasur tempat tidurnya, setelah terlebih dahulu menyiramnya menggunakan besin. Dalam waktu sekejap api membesar hingga membakar plafon.
Menurut pengakuan tetangga dan kerabat, sebelum membakar dirinya, pada malam harinya korban sempat mengamuk dan marah-marah kepada keluarganya. Pemicunya, rencana pernikahan untuk ketiga kalinya akan ditunda oleh pihak keluarga.
H Ryan diketahui sudah dua kali membangun mahligai rumah tangga. Namun semuanya kandas di tengah jalan. Duda inipun berencana untuk berkeluarga kembali.
Ketua RT 05 Kompleks Hartaco Permai, Akbar Milo membenarkan rencana korban yang hendak menikah lagi. ”Beberapa hari lalu korban meminta kepada saya untuk mengurus surat pengantar nikah di kelurahan,” ujarnya.
H Ryan akan melangsungkan pernikahan di Kabupaten Bone. Namun Tuhan berkehendak lain. Ia menemui ajal sebelum niatnya itu terlaksana.
Akbar mengaku sangat kaget setelah mengetahui kabar bila korban tewas terbakar dalam kamarnya. “Saya sangat prihatin dengan kejadian ini,” pungkasnya.
Yang lebih memiriskan, untuk mendapatkan bensin guna membakar kasur dan dirinya, korban menyuruh anak laki-lakinya bernama Muh Saldi alias Aldi. Ryan beralasan, bahan bakar yang mudah terbakar itu hendak digunakannya untuk membersihkan sesuatu.
Tanpa pikir panjang dan tak menduga jika ayahnya akan berbuat nekat di pagi hari kemarin, Aldi lalu bergegas membeli bensin satu liter di SPBU yang ada di seberang jalan.
Aldi yang ditemui BKM masih terlihat syok pascakejadian tersebut. “Kalau saya tahu bapak pakai itu bensin untuk bakar dirinya, pasti saya tidak akan belikanki,” ujar Aldi lemah. Air matanya masih terus berurai.
Sedihnya lagi, kata dia, saat terlihat dan tercium bau asap dari dalam kamar korban, ayahnya justru tidak berteriak minta tolong. Malahan kamar itu terkunci dari dalam.
Aldi mengakui, setelah api mulai membakar isi dalam kamar, neneknya Syamsiah sempat berusaha menggedor pintu. Namun korban tak jua membukanya.
Hingga akhirnya api menjalar begitu cepat ke arah atap. Korban pun menemui ajal tewas terpanggang dalam kamar.
Ibu korban, Syamsiah hanya bisa menangis dengan kejadian yang menimpa anaknya. Sesekali dari mulutnya ia berujar, ”Kenapako nak bisa begitu.”
Kapolsek Tamalanrea Kompol Aisyah Saleh yang berada di lokasi kejadian, mengatakan pihaknya masih melakukan proses penyelidikan. Informasi awal yang diterimanya, kebakaran bermula dari toko milik korban.
“Kalau dari hasil penyelidikan, api beradal dari bagian belakang rumah korban. Seketika itu api membesar. Korban yang berada di dalam toko berusaha memadamkan api. Ketika terperangkap ia tak bisa lagi keluar, hingga akhirnya masuk ke dalam kamar mandi. Kemungkinannya, saat didalam kamar mandi korban membasahi tubuhnya. Namun karena kepungan api, korban meninggal di dalam kamar mandi,” jelas Aisyah
Korban, menurut Aisyah, berstatus duda. Ia telah dua kali menikah. ”Kabarnya akan menikah lagi,” terang Aisyah.
Dalam kebakaran ini, lima unit toko dilalap api. Tiga diantaranya hangus terbakar pada bagian dalam. Sementara dua lainnya terbakar pada bagian belakang.
Lima unit toko yang terbakar itu masing-masing Bintang Cemerlang milik Ratu. Satu unit ruko Fashionable milik Ikhsan. Dua unit ruko Farhan milik H Haedar. Satu ruko lainnya milik almarhum H Ryan. (mat-ish/rus)
Penghargaan dan Sertifikat:
Copyright © 2026 Berita Kota Makassar. All Rights Reserved.

