pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MAKASSAR, BKM — Panitia Khusus (Pansus) Pencari Fasum-Fasos DPRD Makassar mengancam menggunakan hak interpelasinya ke Pemerintah Kota Makassar. Langkah tersebut ditempuh jika persoalan fasilitas umum dan fasilitas sosial ini tak bisa diselesaikan secepatnya.
Pernyataan ini ditegaskan anggota Pansus Susuman Halim, di sela-sela melakukan inspeksi di tiga lokasi fasum-fasos yang dikuasai oleh oknum dan pengembang, Senin (13/3).
Salah satunya pada pembangunan apartemen The St Moritz di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang. Diduga ada perbedaan pelaksanaan di lokasi dengan izin yang yang dikeluarkan Pemkot Makassar. Salah satu indikasinya, fasum-fasos yang semestinya menjadi milik pemerintah ditempati membangun.
”Ada ketidaksesuaian antara permohonan dengan pelaksanaan di lapangan. Kita ingin, apa yang ditemukan melanggar ini ditindaklanjuti pemerintah untuk dibongkar,” kata legislator Partai Demokrat ini.
Sugali –sapaan akrabnya– memberi tenggat waktu hingga Juni kepada pemkot untuk melakukan eksekusi terhadap bangunan di lahan fasum-fasos. Lokasinya akan direkomendasikan oleh pansus.
Dengan tegas, dia menyatakan tak akan memberikan ruang bagi pengembang yang ‘membandel’ untuk leluasa memanfaatkan fasum-fasos. Apa yang telah menjadi hak pemerintah, kata Sugali, harus dikembalikan. Jika tidak, pihaknya akan melaporkannya ke pihak berwajib.
“Jika pemkot tidak segera mengambil lahan yang sudah masuk fasum-fasos, kami akan menempuh interpelasi. Kasus ini juga akan kita laporkan ke polisi,” tandasnya.
Khusus untuk fasum di Villa Surya Mas Jalan Toddopuli Raya, pansus menemukan adanya oknum pengusaha yang menggunakannya sebagai lahan parkir dan dibanguni toilet. Country Coffee Resto (CCR) membangun di lokasi yang dulunya dimanfaatkan masyarakat sebagai jalanan.
”Dinas Penataan Ruang harus segera membongkar semua bangunan yang sudah jelas-jelas melanggar. Itu untuk akses bagi masyarakat. Kita tidak ingin bangunan ini tetap berdiri.” kata Wahab Tahir, Ketua Pansus DPRD Makassar.
Ketua Komisi A Bidang Hukum ini mendesak Pemkot Makassar untuk segera meruntuhkan tembok salah satu rumah di Jalan Hertasning I. Sebab telah menutup akses antara Jalan Hertasning Raya dengan Jalan Yusuf DG Mangawing.
Wahab juga memberikan batas waktu hingga Juni untuk membuka akses yang selama ini ditutup. Adapun dasar melakukan pembongkaran bangunan pagar yang tingginya sekitar 4 meter adalah siteplan yang diserahkan oleh PT Timurama ke Pemkot Makassar.
“Fasum-fasos itu jelas dalam siteplan berupa jalan penghubung. Ini kami rekomendasikan untuk dibongkar paksa. Tidak bisa dong seperti ini, mereka mengubah seenaknya,” ketusnya.
Jika dalam waktu dekat Dinas Penataan Ruang tidak juga mengambil tegas, legislator Partai Golkar itu akan merekomendasikan untuk mengganti kepala dinasnya.
”Ini hak rakyat. Jadi kita harus kembali. Bukan kemudian seakan-akan ada pembiaran. Ini membuktikan lemahnya pengawasan pemerintah di tingkat bawah. Mulai dari lurah, camat sampai SKPD,” tandasnya.
Mengenai St Moritz, pansus memberikan tenggang waktu dua minggu untuk melakukan klarifikasi dan segera menyerahkan dokumen fasum dan fasos.
Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar Ahmad Kafrawi menyatakan bersedia menyelesaikan seluruh permasalahan fasum-fasos. Termasuk fasum berupa jalan di belakang gedung DPRD Makassar dan lahan parkir yang disebutkan dibangun CCR di area fasum-fasos.
“Jika kita bersama-sama, kami siap lakukan pembongkaran secara paksa,” tegasnya, kemarin. (ita/rus)

MAKASSAR, BKM– Bakal calon (balon) gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo terlihat semakin dekat dengan Bupati Pinrang Andi Aslam Patonangi. Ichsan yang juga mantan bupati Gowa dua periode ini bahkan berada di Kabupaten Pinrang selama tiga hari.
Terhitung sejak Sabtu (11/3) hingga Senin (13/3), dia berada di Bumi Lasinrang dalam rangka pelaksanaan Temu Sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) se-Sulsel. Kegiatan ini dipusatkan di Kelurahan Benteng, Kecamatan Patampanua, Pinrang.
Hadir dalam acara ini Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo serta unsur muspida. Termasuk sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Saling memuji mewarnai kegiatan ini. SYL memuji Ichsan dan Andi Aslam sebagai tokoh yang berprestasi.
Kegiatan PMI yang dirangkaikan dengan kampanye donor darah oleh Ichsan, berlanjut dengan sarasehan kewirausahaan dari Kadin Sulsel. Bela negara dari Danyon 721, serta Pembinaan Kepalangmerahan di institusi pendidikan oleh Kadis Diknas Sulsel. Selain itu, penanggulangan bencana dari BPBD Sulsel serta pentas seni dari delapan kabupaten.
Sebelumnya, SYL juga memuji Ichsan dan memberikan tongkat komando di sela-sela HUT Ichsan yang dirangkaikan dengan acara zikir dan doa serta deklarasi di Celebes Convention Center (CCC) Tanjung Bunga, Makassar beberapa hari lalu.
Kedekatan Ichsan dengan Andi Aslam lantaran Bupati Pinrang dua periode ini merupakan satu-satunya bakal calon murni sebagai birokrat yang memiliki pengalaman.
Meski peluang Andi Aslam cukup besar untuk mendampingi adik kandung SYL di pilgub, namun masih ada tiga nama lainnya juga disebut memiliki peluang dan terus menguat.Yakni Bupati Luwu Andi Mudzakkar, mantan Kapolda Sulsel Irjen Pol Mathius Salempang serta Bupati Sidrap Rusdi Masse.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Firdaus Muhammad menilai nama-nama tersebut layak untuk mendampingi Ichsan YL. Firdaus menilai layak, lantaran sejumlah pertimbangan seperti birokrat ulung, bupati sukses serta pertimbangan geopolitik.
“Diantara mereka yang lebih menjanjikan tentunya RMS. Apalagi sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel,” ujar Firdaus, Minggu (12/3).
Firdaus mengakui bila peluang Andi Aslam Patonangi melebihi bakal calon lainnya. “Pak Aslam itu figur yang paling tepat dan keduanya akan saling mendukung,” ujarnya.
Pengamat politik dari Unhas Hidayat Nahwi Rasul juga berpendapat sama. Kata dia, faktor yang cukup menentukan yakni pertimbangan geopolitik serta karir di birokrat.
“Iya, saya kira cocok. Apalagi dengan pertimbangan keterwakilan geopolitik serta latar belakang karir di birokrat,”jelas Hidayat.
Sementara itu, Forum Komunikasi Putra Putri Indonesia (FKPPI) Gowa menyatakan kesiapannya untuk melakukan sosialisasi bagi Ichsan YL. Organisasi anak-anak TNI ini akan all out untuk mengantar Ichsan yang berbarcode Punggawa ini guna melanjutkan kepemimpinan SYL selama dua periode.
Ketua PC FKPPI 1902 Gowa Andi Sura Suaib mengatakan, dukungan penuh akan dilakukan untuk Punggawa IYL. Bukti dari itu, kata Andi Sura, seluruh kekuatan FKPPI Gowa ini akan menyebar ke daerah asal masing-masing di seluruh Sulsel. “Anggota FKPPI Gowa ini berasal dari sejumlah daerah di Sulsel. Karena itu dalam pergerakan berjuang untuk Punggawa, kami akan menyebar diri kembali ke daerah masing-masing untuk mensosialisasikan Punggawa,” jelas Andi Sura.
Saat deklarasi Ichsan di CCC Tanjung Bunga, FKPPI Gowa mengerahkan 100 anggotanya dalam kegiatan tersebut. (sar/rus)