pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

SIDRAP, BKM — Dua kasus kriminal berhasil diungkap Satuan Reskrim dan Narkoba Polres Sidrap dalam waktu bersamaan. Masing-masing penipuan cyber crime ala sobis dan narkoba, Keduanya diungkap di tempat terpisah, Kamis (10/11).
Untuk pengungkapan kasus sobis, dua orang pria diamankan. Masing-masing TA (35) dan WA (20). Keduanya warga Cilellang, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Sidrap.
Penangkapan dipimpin langsung Kanit Khusus Reksrim, Aipda Abd Halim bersama empat anggotanya. Dua lelaki pengangguran ini ditangkap sekitar pukul 17.30 Wita. Diduga mereka melakukan penipuan melalui media sosial (medsos) Facebook.
Sebelum penangkapan, tepatnya Jumat (14/10) lalu, seorang perempuan bernama Sahruni (30) melaporkan akun FB miliknya telah diretas. Pelaku kemudian menggunakan akun tersebut untuk melakukan penipuan.
“Korban Sahruni melaporkan penyalahgunaan akun Facebooknya oleh orang lain. Pelaku menawarkan barang elektronik yang ternyata modus penipuan,” kata Kasat Reskrim, AKP Chandra Yudha Pranata, Jumat (11/11).
Setelah menerima laporan tersebut, Unit Khusus Satreskrim melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku kejahatan cyber crime ini. Identitas dan alamat tempat tinggalnya berhasil terlacak. Akhirnya, kedua pelaku berhasil diamankan di Kelurahan Lakessi.
Tim selanjutnya melakukan penyelidikan dan mendalaminya melalui koordinasi berbagai pihak terkait. Termasuk pihak perbankan terkait rekening yang digunakan.
“Dari hasil koordinasi pihak pank, yang digunakan oleh kedua oknum pelaku adalah rekening BRI nomor 3054-01-021299-53-3 atas nama Egy Asmar Sayadi. Dari situ diperoleh informasi mengenai pelaku sebagaimana ciri-ciri fisik yang terekam di CCTV ruang ATM,” terangnya.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, kata Chandra, yakni berupa selembar kartu ATM BRI atas nama Egy Asmar Sayadi. Menurut pengakuan pelaku, kartu ATM tersebut digunakan untuk melakukan penarikan uang hasil penipuan dari para korbannya.
Kedua pelaku terancam pasal 378 KUHP tentang Penipuan, dan Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Ancaman penjara untuk penipuan dan UU ITE maksimal 7 tahun kurungan badan,” tandasnya.
Terpisah, Satuan Resnarkoba juga berhasil mengamankan seorang pria yang diduga menyimpan narkoba jenis ssabu-sabu, Kamis (10/11) sore.
Pria bernama Suwandi alias Wandi (43), ditangkap di rumahnya Desa Otting, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap. Kasat Resnarkoba Polres Sidrap, AKP Yusrizal Erdiawan Nazaruddin membenarkan penangkapan tersebut.
“Anggota unit khusus melakukan penggeledahan dan penangkapan kepada pelaku. Hasilnya, ditemukan barang bukti narkoba yang disimpan di rumah,” kata Suwandi, kemarin.
Sebelum diungkap, tambah Suwandi, polisi menerima informasi dari warga, bahwa pelaku yang sehari-harinya petani ini kerap melakukan transaksi narkoba di rumahnya.
Selanjutnya, anggota unit khusus melakukan penyamaran sebagai masyarakat umum (undercover) untuk membeli narkoba. Disepakati tempat transaksi di rumah pelaku.
Adapun barang bukti yang disita saat penggeledahan, yakni satu saset kristal bening yang diduga berisi sabu berat sekitar 7 gram, satu paket saset kosong, satu timbangan digital, satu set bong, satu pirex, satu unit handphone Samsung lipat, dan tiga korek gas.
“Pelaku dan barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Sidrap guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Pelaku diancam dengan UU Nomor 39 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman kurungan maksimal tujuh tahun penjara,” tandasnya. (ady/rus/b)

MAKASSAR, BKM — Salah satu tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan pengadaan brosur di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar senilai Rp2 miliar, akhirnya dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar. Ia ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, kemarin.
Dalam proyek tersebut, Direktur CV Makassar Grafika, John D Fretes berperan sebagai rekanan. Tersangka menjalani pemerikasaan sekitar pukul 10.30 Wita secara tertutup di dalam ruang penyidik Pidana Khusus Kejari Makassar.
Jhon D Fretes menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka, setelah sempat mangkir dari panggilan penyidik. Dalam kasus ini penyidik telah menetapkan dua orang tersangka. Masing-masing Im, mantan pejabat Diskominfo Pemkot Makassar dan rekanan dari CV Makassar Grafika berinisial JP.
Usai menjalani pemeriksaan selama empat jam lebih oleh penyidik, tersangka John D Fretes langsung ditahan guna kepentingan penyidikan.
Kepala Kejari Makassar, Deddy Suwardy Surachman membenarkan penahanan tersebut. “Tersangka JF hari ini kita lakukan penahanan. Ini dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan,” tegas Deddy Suwardy Surachman, Kamis (10/11).
Alasan lainnya, karena tersangka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, melarikan diri dan mengulang kembali perbuatannya. “Tersangka akan kita tahan di lapas hingga 20 hari ke depan,” tandasnya.
Ditemui terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar, Alham mengatakan, tersangka ditahan selama 20 hari di Lapas klas I berdasarkan surat perintah dari pimpinan.
“JF kita tahan guna mempermudah serta mempercepat proses penyidikan. Jangan sampai yang bersangkutan mempersulit proses penyidikan kasus ini,” tegas Alham.
Sedangkan untuk tersangka IM, kata Alham, belum pernah diperiksa sebagai tersangka. Rencananya, kata dia, IM akan diperiksa secara bertahap. Dia tidak menampik bila setelah JF, dalam waktu dekat juga IM akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka. (mat/rus)

DALAM kurun waktu beberapa tahun terakhir, film lokal yang dibesut orang-orang kreatif di daerah ini berhasil mencuri perhatian para penikmat film. Sejumlah sineas lokal bermunculan dan boleh diadu kreatif dengan yang ada di Jakarta. Karya-karya mereka selalu ditunggu untuk bisa dinikmati.

Laporan: Rahmawati Amri

SEJUMLAH film produksi lokasi berhasil mendapat tempat di hati masyarakat. Beberapa judul film seperti Bombe, Bombe II, Dumba-dumba, Sumiati, Harim di Tanah Haram, dan teranyar, Uang Panaik yang berhasil mencuri perhatian penikmat film hingga di luar Makassar, patut diacungi jempol. Dan yang saat ini sedang gencar dipromosikan adalah film Silariang.
Antrean penonton dengan keingintahuan tinggi untuk menikmati film besutan lokal kerap terlihat jika ada yang baru direquest.
Kehadiran film lokal di bioskop-bioskop ternama, seperti XXI dan Studio 21, menurut salah seorang pengamat film yang juga produser Uang Panaik, dr Wachyudi Muchsin menjadi bukti jika kreatifitas tidak hanya dilahirkan di ibu kota negara. Tapi juga di daerah.
Sebenarnya, film lokal pernah berbicara dalam kancah nasional di era 70-an. Namun, tidak berlangsung lama. Saat ini, tanda-tanda kebangkitan film lokal mulai bergema.
Bermula dari film Bombe yang ditayangkan pada tahun 2014 yang berhasil mencuri perhatian sekitar 50 ribu penonton. Lepas dari segala keterbatasan dan kekurangannya, film tersebut mampu menjadi pembuktian jika karya anak bangsa dalam meramaikan industri perfilman nasional bisa lahir dari mana saja.
Kesuksesan film Bombe kemudian merangsang kreatifitas para sineas lokal untuk kembali menelorkan karya-karya baru. Dan sang sutradara, Rere Art2Tonic pun kembali membuat sequelnya, yakni Bombe II.
Rere, dalam sebuah kesempatan, berbincang-bincang dengan Berita Kota Makassar mengatakan, ide membuat film bisa lahir di mana saja. Ide kreatif Rere untuk berkreasi terus mengalir.
Berbeda dengan penggarapan film-film lain yang berpusat di Jakarta, Rere mengerjakan semua tahapan filmnya di Makassar. Ia melibatkan hampir semua kru film, mulai dari pemain hingga penata musiknya dari daerah ini.
Dia mengaku ide penggarapan filmnya mengalir begitu saja. Dengan kemahiran mengoperasikan sejumlah program komputer, Rere mengaku mempelajari dasar-dasar perfilman dalam waktu yang cukup singkat. Apalagi, komputer musik dan film itu hampir sama kerjanya. Semuanya berjalan menggunakan sequence.
Ide cerita, angle camera dan segala sense of art di film murni ide dari dalam hatinya tanpa pernah dipelajari sebelumnya.
Jika sebelumnya, film karya lokal tidak banyak diapresiasi, bahkan dilirik pun tidak, kehadiran film Bombe yang berhasil mencuri perhatian para penikmat film seolah menyentak para sineas di ibukota. Kesuksesan itupun diikuti dengan munculnya film-film baru besutan lokal.
Kendati mulai bergairah, namun Rere yang bernama lengkap Syahrir itu menilai, perfilman di Makassar belum bisa masuk dalam kategori industri film. ”Namun kita berharap, ke depan, dengan semakin bergairahnya perfilman di daerah ini, film-film yang digarap sudah bisa dimasukkan dalam industri,” katanya.
Produser Uang Panaik, Wahyudi Muchsin memang melihat ada angin segar dalam produksi film lokal. Jika momen ini dimanfaatkan sebaik mungkin para sineas daerah, tentu saja akan menjadi kebangkitan bagi industri film di Makassar.
”Sebenarnya, untuk mendapat tempat di hati masyarakat, baik film lokal maupun nasional, orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film harus mengemas karya dengan apik. Dan yang paling penting adalah kekinian,” ujarnya. (*/rus)

MAKASSAR, BKM — Kebakaran terjadi di pemukiman padat penduduk Jalan Maccini Sawah Lorong 2, Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar, Selasa malam (8/11) pukul 21.30 Wita. Sebanyak 21 rumah dilalap si jago merah dan satu orang meninggal dunia.
Korban meninggal bernama Muhammad Amin (45), warga Jalan Maccini Kidul. Saat kejadian, korban yang berprofesi sebagai security di salah satu perumahan ini sedang berupaya membantu memadamkan api. Namun nahas, secara tidak sengaja korban menyiram kabel yang masih dialiri listrik.
Berdasarkan keterangan warga, ada tiga orang lagi yang menjadi korban sengatan listrik. Dua diantaranya telah kembali ke rumah, sementara satu orang lagi masih dalam keadaan koma di rumah sakit.
Penyebab kebakaran sampai sejauh ini masih simpang siur. Belum ada keterangan dari pihak kepolisian. Seorang warga, Muhammad Yusuf mengatakan, kebakaran terjadi akibat lilin yang terjatuh dan membakar sebuah rumah.
Berbeda dengan seorang warga lain yang rumahnya terbakar, Sumiati. Ia meyakini jika kebakaran terjadi akibar korsleting listrik.
“Kita disini memang biasa menyalakan lilin untuk ritual. Nah, ada yang bilang karena lilin. Tapi yang pastinya itu karena korslet,” kata Sumiati.
Sumiati yang saat ini tinggal di rumah tetangganya, mengaku tidak memiliki firasat apa-apa sebelum kejadian. Rumah dan seluruh barang-barangnya ludes terbakar, dan hanya menyisakan pakaian yang ia kenakan saat menyelamatkan diri.
Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang warga lainnya, Siti. “Habis semua barangku. Uang, emas, sampai ijazah terbakar semua,” ujarnya dengan nasa sedih. Ibu satu orang anak ini mengungsi ke rumah kakaknya.
Lurah Maccini Gusung, Akhmad Ridjal yang meninjau langsung lokasi, mengatakan kerugian yang terjadi akibat kebakaran cukup besar. “Kita belum hitung pastinya. Tapi hitung-hitungan kotor kita perkirakan sekitar Rp500 juta sampai Rp750 juta,” jelas Ridjal.
Ridjal menambahkan, kemarin bantuan dari pemerintah sudah mulai terlihat di lokasi. Telah berdiri bantuan berupa tenda, alat dan bahan makanan dari Badan Penanggulangan Bencana Kota Makassar dan Kementerian Sosial.
Saat ditemui, para korban masih terlihat syok. Mereka tidak menyangka api akan menghabiskan rumah yang selama ini dijadikan tempat berteduh.
Bantuan dalam bentuk apapun sangat mereka butuhkan, mengingat sebagian dari mereka hanya berprofesi sebagai buruh bangunan dan sopir becak.
Para korban terlihat sudah membersihkan puing-puing material bangunan sisa kebakaran berupa seng dan balok. Kemudian ditumpuk menjadi satu di pinggir Jalan Maccini Sawah. Rencananya mereka akan menjualnya ke pengumpul barang barang bekas.
Sado Daeng Laja, salah seorang warga yang rumahnya juga terbakar, mengaku sangat berharap adanya bantuan material dari pemerintah. Mereka berencana membangun kembali tempat tinggalnya yang habis terbakar.
”Belum ada bantuan material bangunan. Padahal itu yang sangat kami harapkan, biar kita bisa secepatnya kembali membangun rumah dan menempatinya,” kata Sado di lokasi kebakaran, kemarin.
Dia berharap, apa yang disampaikan warga kepada Wali Kota saat datang ke lokasi kebakaran, bisa segera direalisasikan. Bukan sekadar janji.
Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, kebakaran yang di Kota Makassar kebanyakan terjadi di dalam lorong-lorong kawasan padat penduduk. Karenanya, penataan lingkungan di kawasan padat penduduk, khususnya lorong-lorong menjadi tugas yang harus segera dilakukan pemerintah kota.
“Kawasan kumuh padat penduduk rawan terjadi kebakaran karena cepat sekali menyebar apinya. Penataan lingkungan menjadi PR (pekerjaan rumah) pemerintah kota dengan membuat regulasi,” kata Danny.
Diakui Wali Kota, dirinya terus berupaya dan berusaha menata kota menjadi lebih baik. Konsentrasi di kawasan kumuh akan dilakukan dengan Aparong (Apartemen Lorong) yang menjadi program Pemkot Makassar.
“Kami akan menghadirkan aparong. Jalan Maccini Sawah nantinya menjadi percontohan,” ujarnya.
Dinas Sosial Kota Makassar telah menurunkan dapur umum untuk membantu para kebakaran. Sesuai prosedur tetap (protap), mereka akan berada di lokasi selama tiga hari.
”Kita turunkan dapur umum selama 3 hari sesuai dengan protap. Kalau masih dibutuhkan, kita akan tambah dua hari lagi,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Makassar melalui Kepala Bidang Pengendalian Bantuan Jaminan Kesejahteraan Sosial (PBJKS), Burhanuddin Ghalib di lokasi kebakaran, kemarin.
Selain itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan berupa beras, mi instan, selimut, pakaian serta satu set kompor gas per kepala keluarga. (*-arf/rus)