MAKASSAR, BKM — Tengah malam di Jalan Maccini, Kelurahan Karuwisi, Kota Makassar. Jarum jam menunjuk angka kurang lebih pukul 23.00 Wita.
Suara gaduh terdengar dari depan sebuah minimarket Indomaret. Sekelompok pemuda yang diperkirakan berjumlah lima orang tengah beraksi. Mereka menyerang minimarket tersebut. Termasuk Alfamart yang ada di dekatnya.
Seorang karyawan Indomaret, Aidil (27) tengah berjaga di tempat kerjanya. Warga Jalan Swadaya Alla-alla Lorong 3 nomor 6 ini tiba-tiba dihampir pelaku. Salah satu diantaranya meminta Aidil untuk segera memadamkan lampu di depan minimarket yang dijaganya.
”Setelah mereka keluar, saya langsung menutup pintu toko. Di luar, pelaku mengamuk. Mereka menyerang toko lainnya. Bahkan membakar motor saya dan motor teman saya,” terang Aidil yang ditemui di lokasi kejadian.
Pelaku tak puas dengan membakar dua motor dan menyerang dua Alfamart dan Indomaret. Mereka juga melakukan pelemparan terhadap sebuah mobil bus STIK Yapma Makassar. Kendaraan tersebut tengah terpakir di halaman kampus.
”Setelah beraksi, para pelaku langsung melarikan diri ke arah barat. Tak satupun saya kenali wajahnya,” ujar Aidil.
Tidak lama kemudian petugas Polsek Panakkukang tiba di lokasi. Mereka langsung melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Juga mencatat kerugian materil atas insiden ini.
Kapolsek Panakkukang, Kompol Dodik mengatakan, kasus penyerangan ini masih dalam penyelidikan. Polisi mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.
”Keterangan yang kami peroleh, penyerangan berlangsung secara tiba-tiba. Dilakukan kelompok orang tak dikenal. Kasusnya kami tindaklanjuti,” kata Dodik, malam itu.
Dia kemudian merinci kerugian yang dialami korban dalam peristiwa ini. Salah satunya kendaraan roda dua milik Aidil yang dibakar pelaku.
Motor Honda Sonic 150 R DD 5310 QP, warna hitam itu jadi sasaran amukan pelaku saat diparkir di depan minimarket. Kobaran api yang membakarnya hanya menyisakan rangka.
Sementara satu motor lainnya yang dibakar adalah milik Aswim Ramadhan. Beruntung, kendaraan Honda Vario 150 DD 5982 RP itu hanya terbakar pada bagian saringan udaranya. Kondisinya masih bisa digunakan.
”Ada empat kerusakan yang terjadi. Tiga kendaraan dirusak. Dua diantaranya motor yang dibakar pelaku. Satu lainnya mobil bus milik STIK Yapma. Dilempari batu hingga mengakibatkan kaca bagian samping pecah. Empat balon lampu minimarket juga dilempari hingga pecah,” jelas Dodik.
Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap para pelaku. Berbekal rekaman CCTV milik minimarket yang diserang, petugas langsung mengantongi identitas para pelaku. Setelah keberadaannya terlacak, polisi kemudian mengejar dan menangkapnya.
Dipimpin Dantim Aiptu Yansen Siregar, Tim Resmob Unit Reskrim Polsek Panakkukang berhasil menangkap kelima pelaku, Minggu dinihari (16/1). Mereka adalah Ahmad Bachtiar alias Ahmad Ahmad (29). Muhammad Ichsan alias Iccank (18). Muslimin Bachtiar alias Mimink (17). Dan Wardidi alias Didi (19). Keempat warga Jalan Maccini Raya. Sementara satu lainnya, Syamsul Bahri alias Sul (23), warga Moncongloe.
”Para pelaku ditangkap di wilayah Sudiang, Kecamatan Biringkanaya. Selanjutnya dibawa ke mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Kapolsek.
Dari hasil interogasi sementara, lanjut mantan Kapolsek Biringkanaya ini, pelaku mengaku melakukan aksinya lantaran terpengaruh minuman keras (miras) tradisional jenis ballo.
“Jadi pengakuannya, mereka mabuk sehingga melakukan pengruskan. Tapi kami masih terus dalami kasusnya,” tandas Dodik.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, kira-kira pukul 01.00 Wita, Minggu (26/1), sebuah kecelakaan lalulintas terjadi di Jalan Urip Sumoharjo. Tepatnya depan kantor Gabungan Dinas-dinas Kota Makassar.
Peristiwa terjadi ketika sekelompok pemotor tengah kejar-kejaran. Nahas menimpa salah satu diantaranya. Ia menabrak trotoar hingga terpental menyeruduk sebatang pohon. Ironisnya, gigi penunggang motor tersebut menempel di batang pohon.
Warga sekitar langsung keluar rumah. Namun, kelompok bermotor tersebut sudah meninggalkan lokasi. Termasuk yang mengalami kecelakaan.
Warga yang membawa senter melakukan pengecekan di lokasi. Jangan-jangan ada korban. Tapi ternyata tidak ada.
Yang mengejutkan, karena di sebatang pohon didapati lima gigi manusia yang menempel. Kuat dugaan, gigi tersebut milik anggota geng motor yang kecelakaan. Dan setelah kejadian, korban langsung dibawa kabur oleh rekan-rekannya.
Salah seorang warga bernama Yono, mengaku mendengar suara ribut-ribut dan dentuman keras. Kuat dugaan itu kelompok geng motor.
”Karena penasaran, saya langsung keluar. Sempat saya lihat seorang pengendara seharunya menikung. Tapi malah tancap gas lurus hingga menabrak trotoar. Pengendaranya terpental ke batang pohon. Kemungkinan di situlah mulutnya terbentur, sehingga lima giginya menempel di batang pohon,” ujar Yono. (ish/rus)
Headline
PINRANG, BKM — Hari baru saja berganti. Kira-kira pukul 01.30 Wita, Jumat (6/1). Di tengah malam nan sepi itu, di dalam kompleks perumahan BTN Griya Halida terdengar suara meringis kesakitan. Ada apa gerangan?
Seorang perempuan terlihat berjalan tertatih-tatih. Dengan tubuh berlumuran darah, ia berusaha mendatangi salah satu rumah tetangganya.
Digedor-gedorlah pintu si empunya rumah. Seorang lelaki keluar. Namanya Syamsu Alam (30). Ia langsung kaget dengan apa yang tampak di depan matanya.
Perempuan yang datang menggedor pintu rumahnya pukul 03.00 Wita itu, cukup dikenalnya. Dia adalah Sry Wahyuni. Seorang polisi wanita (polwan). Berpangkat brigadir polisi (brigpol). Bertugas sebagai anggota Satuan Binmas Polres Pinrang.
Sri bermukim di Blok E/11 BTN Griya Halida, Kampung Tengah Rubae, Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang.
Melihat kondisi Sry yang terluka, Syamsu Alam kemudian membangunkan Kadir (31), tetangga lainnya. Tanpa menunggu waktu lama, keduanya langsung membawa polwan itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang. Sry pun langsung mendapat perawatan medis.
Ikhwal luka yang dialami Sry terjadi ketika sedang tertidur di dalam kamar rumahnya. Ia ditemani seorang anaknya yang masih berumur enam tahun.
Seseorang masuk lewat pintu belakang dengan cara mencungkilnya. Pelaku yang diperkirakan satu orang, langsung masuk ke dalam kamar.
Diduga kuat pelaku hendak melakukan perampokan. Namun karena pemilik rumah terjaga, diapun jadi sasaran. Korban ditikam pada bagian perut. Tangannya yang sebelah kanan juga disayat menggunakan benda tajam.
Setelah itu pelaku langsung kabur. Belakangan diketahui, pelaku berhasil membawa kabur HP milik korban.
Saat kejadian, suami korban disebutkan sedang tak berada di rumah. Pegawai salah satu bank di Makassar ini tengah berada di ibukota Provinsi Sulawesi Selatan itu.
Saat korban dibawa ke RS kira-kira pukul 02.25 Wita, menurut penjelasan Syamsu Alam, anak korban yang masih kecil dititipkan ke istrinya. ”Langsung kita bawa ke RS karena lukanya cukup parah. Sementara anaknya, dititip ke istri saya,” ujar Syamsu Alam.
Perumahan BTN Griya Halida masih tergolong baru. Belum banyak yang tinggal di dalamnya. Baru ada lima kepala keluarga yang bermukim. Rumah Brigpol Sry Wahyuni berada di bagian ujung.
Polisi yang menerima laporan peristiwa tersebut, langsung datang ke lokasi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi. Termasuk mendatangi RSUD Lasinrang untuk meminta keterangan korban.
Perkembangan terakhir, Satuan Reskrim Polres Pinrang sudah mengantongi identitas pelaku. “Identitasnya sudah kita ketahui. Saat ini anggota tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku,” kata AKP Muh Nasir, Kasat Reskrim Polres Pinrang yang dikonfirmasi, Jumat (6/1).
Sejauh ini, sebut Nasir, pelaku diketahui hanya beraksi seorang diri. “Identitas serta fotonya sudah ada pada kami. Mudah-mudahan kita bisa tangkap secepatnya,” imbuh AKP Nasir via telepon selulernya.
Dia mengungkapkan, motif kejadian dirumah Brigpol Sry Wahyuni ini bukan termasuk kategori perampokan. Alasannya, dugaan sementara barang milik korban yang hilang hanya berupa HP. Dari hasil olah TKP, tak ada benda berharga lainnya yang hilang.
“Pelaku mungkin memang punya niat mencuri. Tapi karena ketahuan, terpaksa menikam korban,” ujar Nasir, yang kemarin datang menemui Brigpol Sri di RS.
Dari TKP, polisi mengamankan sebilah senjata tajam jenis badik milik pelaku yang ditinggal. Sajam tersebut diduga menikam Sri.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan kejadian yang menimpa Brigpol Sri Wahyuni masih dalam penyelidikan aparat Polres Pinrang. ”Polisi sudah mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Juga mendatangi korban di rumah sakit. Korban mengalami luka tusuk pada bagian perut dan sayatan pada bagian tangan kanan,” jelas Dicky. (ady-ish/rus)
MAKASSAR, BKM — Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar akan dihelat tahun depan. Kini, sejumlah nama mulai bermunculan. Mereka akan menantang sang incumbent Moh Ramdhan Danny Pomanto. Kuatkah para penantang melawan incumbent?
Sedikitnya, sudah 11 nama yang mulai disebut-sebut akan ikut meramaikan bursa calon Wali Kota Makassar. Namun, dari 11 nama ini, hanya ada sekitar tujuh nama berpeluang menjadi lawan Danny di 2018 nanti.
Tujuh nama tersebut yakni Irman Yasin Limpo (Kadis Pendidikan Sulsel), Indira Chunda Thita YL (anggota DPR RI), Syamsu Rizal MI (Wakil Wali Kota Makassar), Andi Rahmatika Dewi (Wakil Ketua DPRD Sulsel), Kadir Halid (anggota DPRD Sulsel), Farouk M Betta (Ketua DPRD Makassar) dan Husain Abdullah (Jubir Jusuf Kalla).
Dari tujuh nama ini, dua nama sudah pernah menjadi lawan Danny saat Pilwali 2013 lalu. Keduanya yakni Irman Yasin Limpo dan Kadir Halid. Sedangkan Syamsu Rizal adalah pasangan Danny di Pilwali 2013 yang kemungkinan besar berubah menjadi penantang.
Sementara empat nama lain adalah penantang baru. Namun, mereka tetap lawan kuat. Mereka memiliki basis massa yang kuat. Sebut saja Rahmatika di Nasdem, Thita di PAN, Farouk di Golkar dan Husain Abdullah di kalangan profesional. Bahkan, saat ini mantan koresponden RCTI ini telah membuat tim pemenangan.
Pemerhati politik yang juga Direktur Eksekutif Indek Politika Indonesia (IPI), Suwadi Idris Amir menilai para penantang Danny harus bekerja keras untuk mengalahkan petahana. Menurut Suwadi, sebagai incumbent, sang arsitek ini memiliki peluang besar terpilih kembali karena kinerjanya terlihat.
“Danny bisa kembali memenangkan Pilwali asalkan mampu membangun kekuatan politik untuk dijadikan mesin kerja politik. Selain itu, Danny juga perlu menggandeng figur yang tepat, ” kata Suwadi kepada BKM, Kamis (5/1).
Figur yang dimaksud, lanjut Suwadi, adalah figur yang berlatar belakang birokrat yang bersih dan sangat berpengalaman atau politisi matang.
Di kalangan birokrat, Suwadi menyebut nama mantan Sekkot Makassar, Anis Kama dan mantan Sekkab Gowa, Yusuf Sommeng, calon yang baik.
Sementara, di kalangan politisi yang disebut cocok mendampingi Danny yakni Farouk M Betta, Kadir Halid, Rusdin Abdullah dan Andi Rahmatika.
“Figur-figur tersebut akan sangat membantu Danny menguatkan peluangnya kembali menang. Sebab figur-figur tersebut sangat matang di bidangnya masing-masing,”jelasnya.
Lalu siapa penantang Danny yang dinilai cukup kuat? Suwadi menyebut Irman Yasin Limpo, Syamsu Rizal dan Husain Abdullah. “Ketiga figur ini berpotensi menjadi lawan tangguh bagi Danny, sebab mereka memiliki citra politik yang bagus sebagai modal melawan Danny,” ujarnya.
Namun pendapat ini berbeda dengan pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad. Firdaus menilai jika penantang terkuat Danny berasal dari kutub politik paling kuat di Sulsel. Yakni kutub Syahrul Yasin Limpo dan Ilham Arief Sirajuddin.
Di kutub Ilham, ada Deng Ical (Syamsu Rizal MI) dan Rahmatika Dewi dan di kutub Syahrul ada Irman atau None dan Thita.
“Selain itu, sekarang ada lagi kutub politik baru yakni Nurdin Halid. Di kutub ini ada Aru (Farouk) dan Kadir Halid. Kalau ingin melenggang mulus, Danny harus merebut salah satunya sebagai calon wakilnya,” pungkas Firdaus.
Tunggu Perintah Partai
Semakin dekatnya hajatan Pilwali Makassar, ternyata belum juga memanaskan Deng Ical. Ia mengaku masih tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai wakil mendampingi Danny Pomanto. Padahal, Ical disebut-sebut sebagai kandidat terkuat melawan pasangannya ini.
“Saya fokus dulu dengan tugas saya sebagai wawali. Tapi, kalau partai meminta tentu saya harus siap,” ujar sekretaris DPD Demokrat Sulsel ini, kemarin.
Bagaimana calon penantang Danny lainnya. Andi Rahmatika Dewi bahkan saat ini sudah mulai melakukan sosialisasi. Baik di lapangan maupun di media sosial. “Partai sudah meminta saya untuk sosialisasi, makanya kita jalan,” ujar Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
Berbeda dengan Irman YL yang belum memberikan komentar terkait kesiapan maju di Pilwali. Dalam sejumlah kesempatan, adik bungsu SYL hanya melontarkan kalimat pendek. “Jangan pikir macam-macam,” katanya. Kalimat ini juga yang ia sebar dalam bentuk baliho beberapa bulan yang lalu.
Sementara itu, HA Kadir Halid mengaku masih menunggu hasil survei. “Kita lihat survei nanti,” ujar Kadir.
Fungsionaris Golkar Sulsel, Muhamad Risman Pasigai menegaskan bila Golkar sangat memungkinkan mendorong kadernya maju di Pilwali baik untuk 01 maupun 02. “Tak masalah kita dorong paket Golkar-Golkar,”ujar Risman kemarin.
Secara terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku enggan berbicara politik. Apalagi masalah Pilwali. Ia menegaskan, saat ini ia fokus menjalankan tugasnya sebagai wali kota. (rif)
Penghargaan dan Sertifikat:
Copyright © 2026 Berita Kota Makassar. All Rights Reserved.

