pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MAKASSAR, BKM — Dua event besar dihelat di Makassar pada akhir pekan kemarin. Yakni Makassar International Eight Ferstival and Forum atau F8, dan Festival Pesona Lokal di CCC Makassar. F8 berlangsung 11-13 Oktober, sementara Festival Personal Lokal dilaksanakan sehari, yakni Sabtu (12/10).
Konsep berbeda dengan menggunakan botol plastik sebagai tiket masuk, membuat pelaksanaan F8 menjadi event ramah lingkungan. Ratusan kilogram botol plastik berhasil dikumpulkan selama kegiatan berlangsung. Ajang ini membuktikan keseriusannya dalam mendukung pemerintah terkait meminimalisir penggunan plastik di Indonesia.
Pada hari pertama event Top 10 Wonderful Indonesia ini, berhasil mengumpulkan sekitar 100 kilogram botol plastik bekas dari masyarakat yang berkunjung. Mereka masuk ke lokasi festival setelah menyerahkan botol bekas yang dibawanya.
Direktur PT Festival 8 Indonesia Sofyan Setiawan mengungkapkan, hasil pengumpulan botol plastik tersebut merupakan hasil kerja sama antara F8 Makassar dan Octopus Indonesia.
“Octopus merupakan flatform digital yang bergerak dalam penanggulangan sampah di Indonesia atau dikenal sebagai Mall Sampah,” kata Wawan, sapaan Sofyan.
Sekadar diketahui, selain masuk dengan membawa botol plastik bekas, masyarakat juga bisa mendownload aplikasi Octopus di android dan IOS. Kemudian memperlihatkannya kepada panitia.
Jika tidak membawa botol dan tidak mendownload, masyarakat akan dikenakan denda senilai Rp20.000.
“Denda tersebut kami berlakukan agar masyarakat paham bahwa sampah plastik bisa kembali jadi uang dan betapa pentingnya meminimalisir penggunaan plastik demi keberlangsungan bumi lebih baik,” jelasnya.
Selain pemggunaan botol plastik sebagai tiket masuk, yang menarik dari F8 tahun ini adalah pelibatan ratusan penari cilik. Bukan hanya dari Makassar, namun juga dari berbagai daerah.
Wawan menyampaikan, pembukaan F8 Makassar tidak hanya diramaikan penari dari Sulawesi Selatan, tapi juga Sleman dan Yogyakarta.
Founder PT Festival 8 Indonesia Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, F8 2019 kali ini terlaksana karena adanya dukungan penuh oleh Kementerian Pariwisata.
“Terima kasih kepada semua yang telah membantu, khususnya Kementerian Pariwisata yang betul betul memberikan dukungan penuh F8 2019,” kata Danny, sapaannya.
Menurut Danny, F8 kali ini merupakan yang terbaik dari sebelumnya. Karena dilaksanakan di tempat yang sama sekali belum pernah dikunjungi oleh masyarakat. Apalagi, di tempat kegiatan tersebut mampu menyatukan dua konsep, yakni lokasi masa depan dan delapan kebanggaan masyarakat.
“Kalau dikasih lagi selama tiga tahun, maka kita akan buat F8 jauh lebih baik dari hari ini. Bahkan jauh lebih meriah,” tandasnya.
Staf Ahli CoE Kemenpar RI Tazbir mengagumi pelaksanaan F8 2019 yang begitu spektakuler dari tahun sebelumnya.Ia mengatakan, begitu banyak event yang ada di Indonesia, namun F8 tahun ini memiliki view terbaik. Ia pun meminta pelaksanaan tahun depan 2020 agar lebih spektekuler lagi.
“Banyak event di Indonesia tapi F8 view terbaik. Tahun depan kalau diadakan, bagusnya backdropnya dihilangkan. Biar tamu menghadap laut, terus kapalnya dikasih lampu biar kelihatan. Ini ini tempatnya bagus dan sangat cocok untuk dilaksanakan tahun depan,” ujarnya.
Olehnya itu, Tazbir meminta founder dan seluruh tim kreatif F8 untuk mempertahankan F8. Karena event ini bukan hanya saja menjadi kebanggaan Makassar dan Sulawesi Selatan, tetapi sudah menjadi kebanggaan Indonesia.

Festival Pesona Lokal

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah hadir pada Festival Pesona Lokal di CCC, Sabtu, (11/10). Kegiatan bertema ‘Rasakan Sensasi Pesona Lokal’ ini digelar di enam kota lainnya di Indonesia yaitu Medan, Bali, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.
Ada beberapa kegiatan yang mewarnai event tersebut. Salah satunya adalah Parade Karnaval Budaya. Di mana para peserta hadir dengan berbagai kostum dengan kearifan lokal. Ada yang mengenakan kostum model kapal pinisi, kupu-kupu dan rusa. Bukan hanya dari Sulsel, tetapi peserta dari provinsi lain di kawasan timur Indonesia.
Selain itu, festival juga diisi lomba tari lokal kontemporer, lomba desain motif khas lokal kontemporer, kompetisi ala selebgram lokal, festival kuliner dan foodtruck, dan permainan lokal serta bazaar aneka produk lokal.
Gubernur menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara dan peserta terhadap kearifan lokal yang dihadirkan. Hal ini juga mendukung pariwisata yang ada.
“Insyaallah, dua hingga tiga tahun ke depan, beberapa kawasan wisata strategis kita akan hadir. Karena tahun ini dan tahun depan kita akan perbaiki konektivitas,” kata Nurdin Abdullah.
Infrastruktur objek pariwisata di Sulsel juga diperbaiki. Nurdin menyebutkan, Sulsel memiliki Danau Towuti dan Danau Matano yang tidak kalah dengan danau-danau di Eropa.
“Tidak kalah dengan danau-danau yang ada di Eropa. Kita punya lebih bagus. Cuma memang akses, infrastruktur dan fasilitas yang masih kurang,” sebut Nurdin Abdullah.
Selain itu, Nurdin juga menyebutkan keunggulan lain yang dimiliki Sulsel, yakni Pantai Bira di Bulukumba yang begitu cantik. Demikian pula dengan gugusan terumbu karang di kawasan Takabonerate, Kabupaten Selayar.
“Di Pulau Selayar kita bisa bermain-main dengan hiu. Sesuatu pesona yang luar biasa,” jelasnya.
Demikian juga dengan Toraja dan Makassar. Di Toraja, hadir bandara Buntu Kunik. Pada Desember tahun ini sudah dapat didaratu oleh pesawat jenis ATR 72. Di Makassar, unggul dengan kuliner seafoodnya. (nug-rhm/rus)

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 170 pengungsi bencana kemanusiaan Wamena, Papua tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Rabu (2/10) sekitar pukul 13.15 Wita. Mereka diterbangkan dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.
Dari keseluruhan pengungsi itu, sebanyak 50 orang yang terdiri dari 34 dewasa dan 16 anak adalah warga Sulsel. Sementara sisanya, 120 orang, masing-masing 105 dewasa dan 15 anak merupakan warga Malang dan Aceh. Mereka transit di Lanud Hasanuddin, dan selanjutnya diterbangkan ke daerahnya.
Para pengungsi itu diterima Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah bersama Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb.
Saat pesawat Hercules mendarat mulus, pintu kemudian dibuka. Para pengungsi langsung turun. Langkahnya lunglai. Raut wajah lelah tak bisa mereka sembunyikan setelah menempuh perjalanan udara sekitar empat jam.
Kesedihan meliputi suasana penjemputan para pengungsi tersebut.
Mereka hanya membawa barang seadanya. Malah ada yang hanya bermodalkan baju di badan, tanpa alas kaki.
Salah seorang pengungsi terlihat memegang helm tanpa membawa barang lainnya. Mungkin hanya itu harta satu-satunya yang tertinggal.
Ratusan pengungsi tersebut kemudian diarahkan ke tenda yang sudah disiapkan untuk mereka beristirahat. Yang sakit langsung ditangani petugas kesehatan. Para tenaga sosial dan sukarelawan kemudian membagikan makanan kepada pengungsi yang kemudian disantap dengan nikmat.
Kondisi mereka memang sangat miris. Bahkan anak-anak yang biasanya ceria, tak tampak dari wajah bocah-bocah pengungsi itu. Seperti ada trauma yang membayang dalam pikiran mereka.
Hasriani (38), salah seorang pengungsi Wamena asal Desa Masalle, Kabupaten Enrekang, menceritakan kisah tragis yang dialaminya saat terjadi kerusuhan di sana.
Wanita yang berprofesi sebagai pengajar di YAPIS (Yayasan Pendidikan Islam) ini mengatakan, Senin pagi (23/9), seperti biasa dirinya berangkat mengajar. Dia menjadi pengawas di sekolah yang sedang menyelenggarakan ujian.
Hasriani mengaku, sejak beberapa hari terakhir sebelum kerusuhan terjadi, dirinya sudah merasakan was-was. Sebab berkembang desas-desus jika akan terjadi penggusuran warga pendatang di Wamena. Hanya saja, info yang beredar itu akan terjadi pada tanggal 27 September, bukan 23 September.
Baru 25 menit mengawasi jalannya ujian, kerusuhan terjadi. Dia bersama 15 guru lainnya panik dan lari bersembunyi ke ruangan yang tidak pernah digunakan. Mereka bertahan di sana menunggu perlindungan.
“Kami dikepung. Tiba-tiba sekolah kami dibakar. Mau tidak mau kami itu berusaha bagaimana agar kita bisa keluar,” terang Hasriani.
Dari dalam ruangan tersebut, dia masih sempat mengintip apa yang terjadi di luar. Pengalaman buruk yang sulit ia lupakan seumur hidup Hasriani adalah ketika dirinya melihat penyiksaan itu di balik bilik rumah berukuran 6 x 10 itu. Diiringi suara teriakan dan rintihan penyiksaan, membuat Hasriani bersama belasan rekannya tak tahu harus berbuat apa.
Di luar suasana sudah sangat mencekam. Tiba-tiba ada tiga orang penduduk asli datang menghampiri mereka.
“Kami pun kaget, dikira mereka mau membunuh kami. Ternyata mereka menolong dan diajak ke rumahnya yang kebetulan di dekat sekolah itu untuk bersembunyi sebelum aparat menemukan kami,” kenang Hasriani.
Selama lima jam lebih, Hasriani bersama puluhan rekan seprofesinya disembunyikan penduduk asli setempat. Barulah pukul 13.30 WIT mereka dievakuasi oleh aparat TNI.
“Harusnya 10.30 WIT itu kami sudah dievakuasi, tapi baru setengah dua siang baru kami ditemukan. Itu pun kami masih takut, jangan sampai yang selamatkan kami ini nantinya yang akan membunuh kami,” jelasnya.
Diapun sempat ke rumahnya untuk mencari keluarga dan melihat kondisi rumahnya. Ternyata rumahnya aman, tidak terbakar. Sementara informasi yang diperolehnya, anak dan suaminya sudah ada di polres untuk berlindung.
Ikhwal sehingga rumahnya tidak terbakar karena berada di daerah yang berdekatan dengan banyak rumah penduduk asli Papua.
Ternyata, rumah penduduk asli tidak dibakar karena sebelumnya sudah ditandai dengan adanya pohon pisang di depan rumah.
“Jadi kalau ada pohon pisangnya di dalam, baru ditaruh itu pohon di sana, itu berarti rumahnya penduduk asli Papua. Tidak diapa-apakan,” ungkapnya.
Diapun mengaku, orang-orang yang melakukan penyerangan di sana rerata mengenakan baju berwarna putih.
Hasriani mengaku sudah delapan tahun mengabdi di Papua. Untuk melanjutkan tugasnya di sana, sepertinya Hasriani masih pikir berkali-kali untuk kembali.
Namun, dia mengaku suaminya yang berprofesi sebagai kontraktor masih bertahan di sana untuk melihat kondisi dan mengamankan asetnya.
Dia bertolak ke Makassar dengan pesawat Hercules bersama tiga anak dan seorang saudaranya.
Sementara seorang pengungsi lain asal Barombong, Aspar menyebutkan akibat insiden tersebut, dia menderita kerugian hingga Rp400 juta.
“Saya tinggal di Wamena sudah 16 tahun. Saya usaha kelontong di sana. Kiosnya sudah terbakar. Kerugian yang saya alami mencapai Rp400 juta,” ungkap Aspar.
Untuk kembali ke Wamena lagi melanjutkan usaha, dia sudah tidak punya modal lagi. Selain itu, keluarganya masih trauma.
Dia berharap ada bantuan yang diberikan pemerintah untuk memulai usaha agar bisa menyambung hidupnya. (rhm/rus)

MAKASSAR, BKM — Sudah beberapa hari mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta di Makassar menggelar aksi unjuk rasa. Tuntutan mereka, di antaranya menolak Undang-undang KPK hasil revisi dan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).
Senin (30/10), mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Muhammadiyah (Unismuh) serta perguruan tinggi lainnya kembali berdemonstrasi. Termasuk organisasi ekstra kampus, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), hingga Ikatan mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya, unjuk rasa kemarin berlangsung aman dan kondusif. Tak ada kericuhan serta bentrokan dengan aparat.
Demo mahasiswa UNM di pagi hari, berlangsung di gedung DPRD Sulsel. Ketua sementara DPRD Sulsel Andi Ina Kartika menerima langsung perwakilan pengunjuk rasa.
Legislator Partai Golkar tiga periode ini didampingi sejumlah rekannya. Di antaranya anggota dewan dari Partai Demokrat Haidar Madjid dan Selle KS Dalle. Legislator Partai Nasdem Arum Spink. Wakil rakyat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hengky Yasin, dan Imam Fauzan Amir Uskara dari PPP.
Kepada Andi Ina di ruang aspirasi, perwakilan mahasiswa mendesak untuk menandatangani tuntutan yang mereka suarakan. Akhirnya, Andi Ina membubuhkan tanda tangannya. Walau berlangsung aman, polisi tetap melakukan penjagaan ketat di berbagai titik.

Tanggapan Pj Wali Kota

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar HM Iqbal Suhaeb angkat suara terkait aksi demo mahasiswa yang marak belakangan ini. Ia menyarankan agar mahasiswa langsung berdialog dengan para anggota DPR RI. Untuk fasilitasinya, Iqbal mengatakan akan dibicarakan jika memang dibutuhkan.
Iqbal menyatakan, daripada turun ke jalan, lebih baik mahasiswa bertemu dengan pengambil keputusan. Menurutnya, cara itu lebih ampuh dilakukan dibanding berdemonstrasi.
Menurutnya, dialog menjadi cara paling efektif dalam menyalurkan aspirasi. Karena di situ bisa lebih saling bertukar pemikiran, sehingga maksud dan tujuan demonstrasi lebih tersampaikan.
“Daripada di jalan, lebih bagus aspirasinya disampaikan langsung kepada para pengambil keputusan. Apa yang menjadi masalah, apa aspirasinya. Dialoglah sebenarnya yang kita harus perbanyak,” kata Iqbal, Senin (30/9).
Ada dua metode yang disarankan olehnya, jika memang para mahasiswa ingin langsung berdialog. Apakah mengirim beberapa perwakilan ke Jakarta, atau menghadirkan langsung anggota DPR ke Makassar.
“Lebih bagus kita utus beberapa teman mahasiswa sebagai perwakilan. Kalau perlu kita kirim ke Jakarta untuk berbicara dengan wakil kita di sana. Atau kita undang anggota DPR yang dari Makassar datang ke sini. Tergantung yang mana lebih efektif,” saran Iqbal.
Jika para mahasiswa ini memang membutuhkan, lanjut Iqbal, maka pihak pemkot akan membicarakannya. Namun jika mahasiswa tidak butuh difasilitasi, maka ia tetap menyarankan dialog.
“Kita nanti bicarakan kalau mereka membutuhkan. Tapi mungkin saja mereka tidak meminta memfasilitasi, karena sampai sekarang belum ada yang menghadap,” ungkapnya.
Iqbal juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu menonton aksi yang dilakukan oleh mahasiswa. Baginya, aspirasi yang diutarakan saat domonstrasi bukanlah tontonan.
”Kami sampaikan kepada masyarakat, unjuk rasa itu bukan hiburan, sehingga tidak perlu ditonton. Daripada terjadi hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. (rif-nug-mat/rus)

MAKASSAR, BKM– Sejumlah mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) berkumpul dan menggelar aksi di depan Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar (Pintu 1) Unhas dengan membakar ban pukul 10.00, setelah itu mahasiswa masuk kembali dilingkungan kampus dan berorasi di depan gedung rektorat.

Namun karena beberapa unsur pimpinan kampus sedang diluar kota, akhirnya mahasiswa berjalan kaki dari Kampus Unhas Tamalanrea Jalan Perinris Kemerdekaan menuju Kantor DPRD Sulsel pukul 12.00. Adapun tuntutan mahasiswa unhas ialah soal revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mahasiswa juga menolak sejumlah regulasi rancangan Undang-undang (RUU), diantaranya RUU Pertanahan, UU Pemasyarakatan, RUU Minerba, RUU Perkelapasawitan serta kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Menurut Koordinator Aksi Unhas, Andi Mattalatta mengatakan mahasiswa dan masyarakat ingin pemerintah segera membatalkan revisi UU KPK dan RUKUHP, RUUP, UUP, RUU Minerba, RUU Perkelapasawitan. Selama ini mahasiswa percaya dengan segala kebijakan yang diambil pemerintah, namun saat ini apa yang dilakukan pemerintah dan DPR sudah melewati dari keinginan rakyat dan tidak pro lagi terhadap kepentingan rakyat.

“Sudah terlalu lama kita diam, sudah cukup kita diskusi, kita muak, sudah saatnya kita turun ke jalan. Karena kami sudah tidak sepakat lagi dengan seperangkat Undang Undang yang tidak pro rakyat dan kami minta segera mengesahkan RUU PKS. Jika tidak kami minta mereka turun saja dari kursinya,” ungkapnya saat orasi di jalan perintis kemerdekaan, Selasa (24/9).

Sedangkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas), Arsunan Arsin mengimbau agar mahasiswa Unhas tidak ikut terprovokasi dalam melakukan unjuk rasa dan tetap menyuarakan suaranya secara tertib dan damai. “Kami perimbau kampus tidak meliburkan mahasiswa untuk aksi. Kami imbau agar mahasiswa Unhas tidak terpancing dan terpengaruh tetap suarakan itu dengan damai dan jangan mau diprovokatif,” tuturnya. (Ita)

MAKASSAR, BKM — Peredaran obat dan kosmetik ilegal kian marak terjadi. Aparat dari Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Makassar membongkar praktik ilegal dan berbahaya tersebut.
Tiga orang perempuan diamankan polisi. Mereka dijerat tindak pidana kejahatan dalam kesehatan, karena terlibat dalam penjualan kosmetik yang diduga ilegal.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko menyebut ketiga wanita itu. Masing-masing Khalisa Sinta, Fatmawati Saide, dan Fika Andriani. Mereka diamankan Unit Reskrim Polrestabes Makassar, saat dilakukan penggerebekan pada Jumat sore (20/9).
Sebelumnya, polisi menerima aduan adanya penjualan produk kosmetik yang diduga tanpa izin. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan turun melakukan penyelidikan.
Dari hasil penyelidikan, kata dia, didapati lokasi keberadaan terduga pelaku dan menjadi tempat peredaran kosmetik dan obat ilegal. Rumah tersebut dikepung dan dilakukan penggeledahan.
Tim Unit 3 Reskrim mendapati ketiganya tengah melakukan praktik di sebuah ruangan dalam rumah. Mereka memasukkan infus pemutih. Ditemukan pula handbody serta obat pelangsing. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata obat dan kosmetik tersebut tidak dilengkapi izin edar, sehingga dapat membahayakan konsumen.
Usai merampungkan barang bukti di lokasi penggerebekan, polisi kemudian menggiring ketiga wanita tersebut ke mapolrestabes guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan.
Dari hasil interogasi terhadap ketiganya, kata Indratmoko, terungkap bahwa mereka meracik infus pemutih, handbody, serta obat pelangsing merek Alya Whitening tanpa dilengkapi izin.
”Obat dan kosmetik yeng mereka racik tidak punya izin. Dari bisnis ini, mereka mendapatkan omzet Rp5 juta perbulan,” terang Indratmoko.
”Untuk sekali infus pemutih, tarifnya Rp300 ribu hingga Rp800 ribu. Itu kalau mereka promo. Sedang harga normal mencapai Rp1 juta sampai Rp1,2 juta,” lanjut Indratmoko menirukan pengakuan terduga pelaku.
Perwira dua bunga melati di pundaknya itu merinci barang bukti yang disita. Yakni 11 handbody Alya Whitening ukuran 250 gram. Sebanyak 47 skin care facial wash ukuran 100 ml. 13 skin care facial wash ukuran 150 ml. 24 skin care facial wash ukuran 100 ml. 34 kapsul pelangsing Alya Slimming berwarna pink. 32 kapsul pelangsing Alya Slimming berwarna putih. 79 spoit ukuran 10 cc. 83 wing needle. Satu alat tensi darah 7 dos vitamin c + collagen.
Selanjutnya, 4 dos Elutax 20.000 gram isi masing- masing berisi 10 vitamin C, cairan NHCL, serbuk vitamin C, 30 set infus, 1 botol sodium, dua botol dermowhite ampoule, enam lembar label day cream, empat lembar label slimming capsul, enam lembar label night cream, tiga lembar label bleaching body, satu karton isi limbah medis, dua buku admistrasi, dan satu gawai Iphone 7.
“Kasusnya masih kami dalami, untuk mengetahui di mana saja barang ilegal itu dipasarkan,” jelasnya.
Atas perbuatannya, ketiganya dijerat pasal 196 dan atau pasal 197, junco Pasal 106 Ayat (1) UU RI No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dan/atau pasal 78 juncto pasal 73 ayat (2) UU RI nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran dan/atau pasal 55 ayat (1) ke-e1 KUHPidana dan/atau pasal 56 ke-1e KUHPidana. (ish/rus)

MAKASSAR, BKM — Tiga hari sudah kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamanagapa, Antang. Sejak berlangsung Minggu (15/9) hingga Selasa (17/9), upaya pemadaman terus dilakukan. Namun api tak kunjung hilang.
Petugas dan armada yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar telah dikerahkan seluruhnya ke lokasi. Mereka masih bekerja keras untuk mencegah munculnya titik api baru.
Di saat bersamaan, asap tebal masih terus membumbung dari material sampah yang terbakar. Warga sekitar TPA khususnya, dan penduduk Makassar serta Kabupaten Gowa, secara umum merasakan dampak asap. Mereka terpaksa menghirup udara tak segar, walau telah mendapatkan masker pembagian.
Hingga kemarin, api sudah membakar empat blok. Masing-masing blok B, C, A1, dan A4. Sebagian Kota Makassar berselimut asap, terutama pada pagi hari. Karena angin bertiup ke arah pusat kota.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup menurunkan alat pendeteksi udara di kawasan TPA Tamangapa. Alat berupa High Volume Air Sampler (HVAS) ini bekerja untuk kandungan udara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulsel Andi Hasbi Nur menjelaskan, tiga alat pantau kualitas udara tersebut telah dipasang sejak Senin sore. ”Kita pasang di tempat yang paling sering terpapar asap,” ujarnya, kemarin.
Dari hasil pantauan alat tersebut, ungkap Hasbi, kualitas udara terburuk yang terdeteksi adalah ketika ada orang terpapar hingga delapan jam terus menerus.
“Jika kondisinya seperti itu, warga yang ada di lokasi tersebut harus diungsikan. Namun, saya dapat laporan, berangsur-angsur kualitas udaranya membaik,” terangnya.
Namun, tambahnya, dari hasil pantauan, belum ada warga yang terpapar kualitas udara buruk akibat polusi asap selama delapan jam berturut-turut. Alasannya, karena arah angin selalu berubah-ubah sehingga tidak hanya menjangkau satu lokasi.
Di hari ketiga kemarin, Dinas Damkar Makassar memanfaatkan metode nosel tanam untuk lebih mengefektifkan proses pemadaman api. Kadis Damkar Makassar Taufiek Rachman menuturkan, pihaknya melibatkan Manggala Agni Daerah Operasi Gowa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Teknologi nosel tanam pertama kali kami terapkan di TPA Antang. Tahun sebelumnya, kami memanfaatkan metode penyiraman pada permukaan untuk memadamkan api yang memakan waktu hingga enam hari,” kata Taufiek di TPA Antang, kemarin.
Selama ini, metode nosel tanam banyak dimanfaatkan di area kebakaran gambut. Termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau.
Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Gowa KLHK Ishak Andi Kunna, mengatakan metode nosel tanam digunakan di TPA Antang, karena memiliki karakteristik menyerupai lahan gambut yang sumber apinya berasal dari dalam tumpukan atau timbunan sampah yang mengandung gas metan.
“Kebakaran lahan gambut dan TPA Antang memiliki karakteristik ground fire atau kebakaran bawah. Di lahan gambut, api membakar bahan organik di bawah permukaan. Sementara di TPA Antang, api membakar bahan non organik di bawah permukaan,” terang Ishak.
Ada 20 personel yang diturunkan untuk menyuntikkan cairan kimia berupa flame freeze (racun api) di kedalaman sampah. Cairan ini sebelumnya ditampung di tandon (bak) berdiameter 2 meter, yang dicampur dengan air sebanyak 5 kubik dari armada Damkar Makassar. Hasil campuran inilah yang diinjeksi ke dalam tanah dengan alat nosel tanam.
“Cairan kimia flame freeze disuntikkan ke dalam tanah sejauh 2 hingga 3 meter. Metode ini memang spesialis pemadaman kebakaran tipe bawah tanah. Cara ini dapat mempercepat proses padamnya api di kedalaman sampah. Di dalam kan banyak gas metan,” ucap Ishak.
Kabid Operasi Damkar Makassar Hasanuddin, mengatakan metode nosel tanam ini dibarengi dengan metode penyiraman pada permukaan.
“Jadi sekarang kita kerja sama. Mereka (Manggala Agni) fokus padamkan api dari dalam bawah tanah. Sementara kami fokus pendinginan dari permukaan, diperkuat dengan water canon dari Brimob Polda Sulsel,” kata Hasanuddin.

Lokalisir Api

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Lingkungan Hidup Universitas Hasanuddin Prof Imran, menyarankan pemerintah untuk melokalisir sampah di TPA. Pasalnya, gas metan yang terdapat dalam tumpukan sampah, memungkinkan sampah di sana terbakar kembali.
Kemarau berkepanjangan yang terjadi di Makassar, lanjut dia, membuat air tanah di TPA turun. Sehingga gas metan yang ada akan terproduksi dengan baik. Sehingga bisa saja api di atas tumpukan sampah tampak padam, namun di dasar masih memproduksi api.
Sehingga Prof Imran menyarankan, pemerintah harus membongkar tumpukan sampah di TPA untuk mencari titik produksi gas metan. Gas metan ini, dikatakannya, harus cepat dikeluarkan supaya cepat habis, dan penanganannya juga cepat.
“Saran saya lokalisir dulu itu api, dengan menggali di sekitar TPA, supaya tidak merambat. Yang harus dilakukan adalah membuka TPA supaya banyak keluarnya ini gas. Kalau dibiarkan, akan lama. Di atas mungkin padam, di bawahnya terbakar, karena masih ada gas metan di bawah,” jelasnya, kemarin.
Ia menambahkan, kalau sampah digali, maka gas metan akan keluar ke mana-mana. Sehingga gas metan yang terbakar itu adalah api kecil, karena gas ini sudah keluar melalui samping galian.
Setelah itu dibuatkan parit khusus untuk mengalirkan gas metan ini. Efek yang ditimbulkan adalah api kecil, sehingga hal itu bisa diatasi dengan pemadaman menggunakan air.
“Digali di sekitar sampah agar cepat keluar, supaya cepat penanganannya dan padam. Kalau kita gali, gas metan akan keluar ke mana-mana. Jadi buatkan parit supaya cepat keluar dari TPA. Setelah itu baru pemadaman pakai air,” tambahnya.
Gas metan ini sendiri berasal dari tumpukan limbah sampah. Sampah ini mengandung CH dan nitrogen, yang jika beraksi membentuk CH4. CH4 ini yang namanya gas metan.
Dikatakan Prof Imran, gas inilah yang terbakar sekarang di TPA. Apalagi ditambah sampah di TPA yang umumnya adalah sampah plastik. Sehingga menjadi sangat berbahaya jika terus dibiarkan.
“Jadi gas ini bisa dibilang sama seperti bensin. Ini yang terbakar. Ditambah sampahnya kan umunya plastik mudah terbakar, karena saya pernah penelitian di sana,” terangnya.

Sekolah Diliburkan

Hingga kemarin, sejumlah sekolah yang berlokasi di sekitar TPA Tamangapa masih diliburkan. Alasannya, karena asap tebal yang masih menyelimuti.
Kepala Bidang Pemgembangan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar Ahmad Hidayat, mengatakan hingga Selasa pagi beberapa sekolah mengistirahatkan proses belajar mengajar. Walau beberapa siswa telah berdatangan ke sekolah.
Kondisi terkini yang tidak memungkinkan karena masih banyaknya asap di beberapa sekolah, menyebabkan siswa dan staf sekolah terpaksa dipulangkan. Hal ini guna mengantisipasi dampak lebih buruk yang bisa dialami oleh mereka.
Sekolah yang siswanya dipulangkan, antara lain SDN Borong Jambu I, II, dan III, serta SMPN 19 Makassar. “Sampai tadi pagi (kemarin), ternyata masih ada kabut asap di daerah itu, berdasarkan laporan dari kepala sekolahnya. Jadi saya minta sekolah diistrahatkan dulu. Walaupun tadi ada beberapa datang, tapi saya suruh pulangkan saja,” kata Hidayat.
Hidayat tidak bisa memastikan sampai kapan mereka akan diliburkan. Bergantung pada kondisi yang ada di sekolah.
Jika sudah aman dari asap, maka proses belajar mengajar akan dilangsungkan. Namun bila masih buruk, maka siswa akan dipulangkan kembali.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak sekolah masing-masing. Mereka intens melaporkan kondisi terkini tentang situasi lokasi di sana.
“Saya tetap berkoordinasi dengan kepsek. Saya bilangm laporkan kondisi terkini. Kalau besok (hari ini) kondisinya aman, belajar. Kalau buruk asap, dipulangkan,” ungkapnya.
Imbauan disampaikan Hidayat kepada para pihak sekolah di sekitar TPA. Terutama untuk terus menggunakan masker, memakai sepatu, hingga tidak merokok. (nug-jun/rus)

Gubernur:
Mana Pak Wali?

DI tengah kesibukannya, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah terus memantau kondisi yang terjadi di TPA Tamangapa. Berbeda dengan Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb yang saat kebakaran melakukan lawatan ke Australia, Nurdin tetap berada di Sulsel kendati harus melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah.
Seperti yang dilakukan, Selasa (17/9). Orang nomor satu itu harus ke Kabupaten Barru untuk melantik Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Nasruddin AM menjadi wakil bupati Barru masa jabatan tahun 2016-2021.
Kepada wartawan, Nurdin mengaku selalu mendapat laporan terkait perkembangan kebakaran di TPA Tamangapa.”Kondisinya saya kira sudah semakin membaik. Tidak seperti kemarin-kemarin,” ujarnya.
Dia sempat mempertanyakan ketidakhadiran pj wali kota dalam kondisi seperti ini. “Mana Pak Wali kah? (Ke Australia lagi). Dia lebih banyak keluar negeri dibanding gubernur. Gubernur ke desaji terus kasian. Seminggu ini ndak ada kan,” cetusnya.
Namun, orang nomor satu Sulsel itu mengaku jika keberangkatan Iqbal sudah mendapat izin dari gubernur.
Lebih jauh dia kemukakan, Pemprov Sulsel bersama Pemkot Makassar saat ini sudah harus memikirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih profesional dan memiliki nilai tambah. Salah satunya, dengan membangun pembangkit listrik tenaga sampah. Rencana program ini sudah jalan. Malah feasibility studynya sudah dibuat.
“Kalau saya bahasakan, insinerator waste to energy. Masak sebesar Makassar kita tidak punya itu,” ungkapnya.

Hari ini Iqbal Kembali

Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb terbang menuju Australia di hari saat kebakaran TPA terjadi, Minggu (15/9). Ia bertolak ke Negeri Kangguru bersama istri dan beberapa pejabat OPD. Tujuannya untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Gold Coast pada esok harinya, Senin (16/9).
Kasubag Kerjasama Kota Makassar Najiran Syamsuddin, mengatakan setelah penandatangan MoU antara wali kota Makassar dan Gold Coast, pada Selasa (17/9) dilanjutkan dengan pertemuan dalam bidang pendidikan antara Pemerintah Kota Makassar dengan Pemerintah Kota Gold Coast.
Bentuk dari tindak lanjut ini adalah kerja sama peningkatan SDM siswa dan tenaga pendidik, bekerjasama dengan Pemkot Makassar, pimpinan perguruan tinggi swasta se-Makassar, LLDikti, dan Pemerintah Kota Gold Coast.
Pertemuan dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Prof Jasruddin, anggota DPRD Sulsel Yusran Paris dan Ketua Yayasan Yapika Tahir. Keterlibatan yayasan ini sebagai tindak lanjut kerja sama bidang kesehatan.
“Hari ini (kemarin) seluruh rombongan akan menghadiri kegiatan Indonesia Australia High Level Bisnis Meeting di Kota Sydney yang berlangsung selama tiga hari. Output yang diharapkan, kita bisa menggaet perusahaan Australia untuk berinvestasi di Makassar,” kata Najiran.
Rencananya, Iqbal bertolak kembali menuju Makassar hari ini, Rabu (18/9). Kondisi Makassar yang terdampak kebakaran TPA, segera ditindaklanjutinya. Karenanya, rangkaian kegiatan di Australia selanjutnya akan diwakilkan kepada Asisten II Pemkot Makassar Sittiara Kinang.
Asisten Bidang Pemerintahan Pemkot Makassar Sabri, mengatakan Kamis (19/9) besok, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi terpadu dengan penjabat wali kota. Rapat ini akan membahas langkah-langkah pemerintah kota dalam menindaklanjuti dampak kebakaran TPA.
”Hari Kamis rapat koodinasi terpadu. Melibatkan pihak TPA Antang. Membahas semua koordinasi mengenai langkah yang akan ditempuh. Mudah-mudahan masyarakat mau diungsikan dulu sebagai antipasi dampak asap. Karena biasanya masyarakat tidak mau diungsikan, seperti banjir kemarin,” terang Sabri.

Tak Ganggu Penerbangan

General Manager Makassar Air Traffic Services (MATSC) Rosedi menjelaskan, sejauh ini aktifitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tetap normal seperti biasa. Tidak terganggu dengan asap yang memenuhi angkasa di Kota Makassar.
“Aktifitas penerbangan normal-normal saja. Karena spot kebakaran kecil. Cuma di TPA Tamangapa. Berbeda dengan kebakaran hutan di Kalimantan yang luas dan titik apinya banyak,” ungkapnya.
Lelaki yang bertugas di Makassar sekitar sebulan lebih itu, mengatakan asap yang mengganggu jarak pandang hanya radius beberapa meter. Tidak sampai mengganggu jarak pandang penerbangan.
“Jadi sejak TPA Antang terbakar sekitar tiga hari yang lalu sampai sekarang, penerbangan normal-normal saja. Tetap lancar,” tandasnya. (rhm/rus)

MAKASSAR, BKM — Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Tamangapa, Antang, menimbulkan dampak yang cukup parah. Asap dengan bau menyengat menyebar.
Tidak hanya di wilayah sekitar TPA yang merasakannya. Tapi hingga ke kabupaten tetangga, Gowa. Darurat asap sampah tengah berlangsung.
Kebakaran pada Minggu (15/9) hingga Senin pagi (16/9), merupakan yang terbesar dalam kurun beberapa tahun terakhir. Hal itu diakui Syawaluddin, Kepala Tata Usaha (KTU) Unit Pelayanan Teknis TPA Tamangapa, Antang, saat dikonfirmasi kemarin.
Kata dia, pertamanya api hanya muncul pada satu blok. Namun karena cuaca panas dan tiupan angin yang cukup kencang, si jago merah menyebar ke blok lainnya.
“Pada Minggu malam seluruh armada pemadam kebakaran Pemkot Makassar dikerahkan, sehingga api berangsur mulai padam,” ujar Syawal, kemarin.
Meski begitu, menurutnya, bara yang ada di dasar tumpukan sampah baru bisa padam paling lambat dalam rentang waktu lima bulan ke depan.
“Kalau padam secara total itu tidak serta merta. Paling lima bulanke depan baru bisa (padam total). Karena kebakaran ini hingga ke dasar tumpukan sampah,” tandasnya.
Perlahan, kondisi di TPA Tamangapa mulai kondusif. Aktifitas pembuangan sampah oleh angkutan mobil sampah mulai terlihat di siang hari kemarin.
Sebelumnya, armada pengangkut sampah dilarang melakukan aktivitas di dalam kawasan TPA, kecuali pemadam kebakaran. Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar M Ansar, didampingi Camat Manggala Ansar Umar, dan Kadis Kesehatan Makassar dr Naisyah T Azikin, turun langsung ke lokasi melakukan pengecekan kondisi terakhir. Termasuk yang terkait keamanan warga. Kepada warga dibagikan masker.
Menurut Syawal, kebakaran di lahan TPA Tamangapa kali ini mencapai luasan 10 hektare. Atau 80 persen dari 16,8 hektare luas keseluruhan.
Untuk penyebabnya, dikatakan Syawal tidak ada unsur kesengajaan. ”Kebakaran terjadi karena ada pertemuan arus panas dari bawah,” katanya.
Selain mengerahkan seluruh armada damkar pemkot guna mengatasi persebaran api, juga dikerahkan pompa air.
”Proses pembuangan sampah tetap berlangsung. Untuk sementara diarahkan ke TPA Bintang Lima yang ada di samping TPA sampah utama. TPA Bintang Lima juga dari TPA umum,” jelas Syawal.
Dampak asap kebakaran, menurut Syawal, dirasakan langsung warga Tamangapa yang berdomisili di sekitar TPA. Untuk mengurangi risiko penyakit yang bisa timbul, Pemkot Makassar melalui Dinas Kesehatan bergerak membagi-bagikan masker.
“Pak Sekda dan Bu Dinas Kesehatan Kota Makassar sudah datang tadi pagi (kemarin),” imbuhnya.
Ditanya tentang Penjabat Wali Kota Iqbal Suhaeb, ternyata belum datang ke TPA. Informasi yang diperoleh Syawal, Iqbal tengah berada di luar kota.
Menurut Syawal, TPA Tamangapa sudah menjadi langganan kebakaran setiap tahun. Karenanya, ia berharap kepada pemkot melalui Dinas Pemadaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPM-PTSP) tidak lagi memberikan izin kepada developer untuk membangun perumahan yang ada di sekitar TPA. Hal tersebut dimaksudkan agar warga terhindar dari asap ketika kebakaran terjadi.

Titik Api Susulan

Kepala Bidang Operasional Dinas Damkar Kota Makassar Muhammad Hasanuddin mengatakan, meski api berhasil dipadamkan, namun tetap berpotensi munculnya titik api susulan. Sebab, dasar dari tumpukan sampah di lokasi TPA mengandung gas metan. Kondisi ini diperparah dengan suhu yang cukup panas.
“Munculnya titik api susulan di lokasi TPA memungkinkan terjadi. Dikarenakan dasar dari tumpukan sampah mengandung gas metan. Dipicu lagi dengan suhu panas di atas 37°c hingga 39°c,” terang Hasanuddin.
Dijelaskan Hasanuddin, pembakaran sampah di TPA Tamangapa juga menimbulkan pembakaran monoksida yang dapat mengakibatkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Sepertinya suhu panas akibat terik matahari saat ini, menimbulkan pembakaran monoksida yang dapat mengakibatkan ISPA,” jelasnya.
Diakui Hasanuddin, peristiwa kebakaran saat ini tak jauh beda dengan kejadian seperti tahun lalu. Kala itu, selama enam hari berturut petugas damkar turun melakukan pemadaman.
Anggota DPRD Kota Makassar meminta kepada pemkot untuk terus aktif memantau kondisi di TPA Tamangapa, serta menyelesaikan masalah kabut asap yang ditimbulkannya. Termasuk melakukan langkah antisipasi penyakit yang bisa muncul.
“Saya sudah pantau kondisi di sana (TPA). Saya juga sudah tanyakan ke Kadis Kesehatan. Katanya sudah dibagikan masker kepada penduduk sekitar,” kata anggota DPRD Kota Makassar Abdi Asmara.
Menyusul peristiwa ini, lanjut Abdi, pemkot sudah seharusnya memperkuat manajemen sistem yang ada TPA Tamangapa. “Antisipasi terkait kebakaran itu harus ada. Karena akses di belakang itu terbuka. Jangan sampai ada semacam sabotase. Itu yang perlu dihindari. Kalau perlu Dinkes dan Dinsos Makassar turun langsung memberikan edukasi ke masyarakat di wilayah sekitar itu terkait bahaya kebakaran,” sarannya.
Anggota DPRD Makassar dari Dapil IV Nasir Rurung menegaskan,seharusnya pemkot lebih memperhatikan sistem pengamanan guna penanggulangan terjadinya kebakaran. Mencari cara bagaimana kebakaran tidak terus terulang.
“Pemerintahan sebelumnya, setiap tahun timbunan sampah selalu dibongkar. Sehingga percikan api yang ada di sekitar situ tidak berpotensi memicu kebakaran. Jadi saya berharap, nantinya pemkot intens melakukan langkah pencegahan seperti itu,” ujarnya.
Dia juga berharap, Dinkes Makassar menyebar sebanyak mungkin masker kepada pengguna jalan. Lebih khusus kepada masyarakat setempat.

Posko Bantuan Medis

Dinas Kesehatan Kota Makassar telah membuka posko bantuan medis yang berpusat di Puskesmas Pembantu (Pustu) Tamangapa sejak Minggu (15/9). Tenaga medis dikerahkan dan disiagakan selama 24 jam di tempat ini.
Sejak Minggu, Dinkes Makassar telah melakukan aktivasi terhadap dampak dari bahaya kebakaran, yang salah satunya adalah asap yang bisa mengganggu saluran pernapasan.
Tim Dinas Kesehatan menurunkan Tim Gerak Cepat (TGC) Bencana. Mereka melakukan mitigasi, dan penyisiran area yang memiliki risiko terkena dampak terbesar di sekitar lokasi kebakaran.
Model penanganannya ada dua. Yakni saat terjadi bencana (kebakaran), dengan menginformasikan kepada warga yang berdomisili sekitar TPA Tamangapa. Terutama mengimbau ibu-ibu yang memiliki balita dan batita agar menjauh dari lokasi. Sekaligus membagikan masker atau penutup wajah.
Penanganan pascabencana dilakukan dengan menyisir, dan membuat pemetaan data lokasi dan pemberian masker pada lokasi yg telah terdampak. Datanya bersumber dari hasil mitigasi lalu.
“Masker yang dibagikan melalui Posko Bantuan Medis dan TGC Tamangapa, Bangkala, dan Antang Perumnas sejak kemarin (Minggu) hingga hari ini (Senin) kurang lebih 7.074 lembar. Diserahkan kepada warga yang terdampak asap. Termasuk pelajar dan petugas,” kata Naisyah.
Dinas Kesehatan memiliki TGC sebanyak 47 yang tersebar di 15 kecamatan. Khusus penanganan tanggap darurat bencana di TPA Tamangapa, TGC yang dikerahkan adalah TGC Antang Perumnas, Tamangapa, Bangkala, dan Antang. Posko bantuan medis juga menyiapkan bantuan oksigenasi untuk pasien sesak, vitamin dan obat-obatan pendukung lainnya.
“Hari kedua, TGC kembali menyisir sekolah dan pemukiman warga. Khusus di sekolah-sekolah kita serahkan sesuai jumlah siswa yang hadir,” ujar Naisyah.

Pangdam Kunjungi Lokasi

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi meninjau lokasi kebakaran di TPA Tamangapa, Senin (16/9). a disambut Kepala TPA Sampah Antang Rahim, Camat Manggala Ansar Umar dan Lurah Tanggamapa Rasyid Razak.
Kedatangan Pangdam untuk memastikan kebakaran yang melanda areal TPA sudah diatasi secara tuntas, dengan melibatkan berbagai institusi, khususnya Dinas Pemadam Kebakaran. Termasuk aparat Kodim yang membantu.
Partisipasi warga sekitar lokasi TPA, yang bergotong royong ikut memadamkan api yang membakar enam blok TPA. Kebakaran di blok A1, A2, A3, A4, dan B serta C sudah berhasil dipadamkan. Sementara blok 2 dan 4 masih menyisakan titik api.
”Proses pemadaman sudah dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar. Kalaupun apinya sudah mulai mengecil, kita berharap nantinya bisa dipadamkan secara keseluruhan,” ujarnya.
Mayjen Surawahadi yang didampingi Asintel Kolonel Inf Andi Asmara Dewa, dampak asap kebakaran ini relatif panjang. Untuk itu ia berharap kepada semua pihak yang terkait agar bisa segera mengatasinya. ”Kita berusaha mencegah, jangan sampai mempengaruhi penerbangan. Karena ini merupakan perlintasan pesawat ke arah Maros,” terangnya. (nug-arf-jun/rus)

Bagi-bagi Masker,
Sekolah Diliburkan

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meninjau lokasi terjadinya musibah kebakaran di TPA Tamangapa, Senin (16/9). Di sana, orang nomor dua Sulsel itu membagikan masker untuk para warga.
“Kami ingin mengetahui langsung kondisi di lapangan. Alhamdulillah, tadi warga yang bermukim di lokasi sudah dibagikan masker. Termasuk juga ke tim medis. Pemadam sudah standby untuk pendinginan titik api,” terangnya usai meninjau.
Andi Sudriman mengatakan, diperlukan solusi permanen dan teknologi ramah lingkungan untuk menangani persoalan sampah di wilayah tersebut.
“TPA ini butuh solusi yang permanen. Kita dorong kota untuk bersinergi bersama Pemprov Sulsel. Juga teknologi penanganan sampah yang ramah terhadap lingkungan,” jelasnya.
Wagub mengarahkan, tanah dan sampah di wilayah yang dulunya adalah lembah ini dapat dipilah, sehingga sampah yang mencapai 800 kg setiap hari dapat terpisah dari tanah.
Laporan pemerintah setempat ke wagub, ada lima SD, satu SMA, satu SMP, serta satu panti asuhan merasakan dampak asap. “Tim gerak cepat sudah dibuat untuk menangani dampak akibat asap. Tiga SD diliburkan karena dekat dari lokasi TPA dan merasakan dampak asap yang hebat,” sambungnya.
Wagub menyarankan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) dan pengelola TPA agar mempertegas larangan merokok di area TPA.
“Pengalaman dengan apa yang terjadi saat ini, rokok bisa jadi penyebab kebakaran. Kalau bekerja jangan sambil merokok,” kata Sudirman.
Selain larangan merokok, wagub menyarankan pekerja di lokasi TPA menggunakan masker, serta peralatan keamanan saat bekerja.
“Diharapkan jangan masuk ke area TPA tanpa menggunakan masker. Keamanan dalam bekerja sangat dibutuhkan. Mungkin setahun ini sosialisasi dulu. Kaos tangan dan sepatu juga contohnya, harus dijadikan pola kebiasaan bagi pekerja. Terutama untuk kesehatan masyarakat yang bekerja di wilayah TPA Tamangapa,” tandasnya.
Dalam kunjungan ini, wagub berkesempatan mendengar aspirasi masyarakat sekitat TPA. Dalam dialog, masyarakat berharap TPA Tamangapa dikelola dengan baik. Salah satunya dengan normalisasi kanal.
Masker juga dibagi-bagikan kepada pelajar sekolah dasar (SD) di sekitar TPA Tamangapa. Yakni SD Inpres Borong Jambu I, II, dan III. Sekolah ini persis berada di depan TPA.
Usai mendapatkan masker, mereka kemudian diperbolehkan untuk pulang. Libur dadakan ini bertujuan agar murid bisa terhindari dari dampak asap yang ditimbulkan pascakebakaran.
“Siswa kami suruh pulang, setelah dibagikan masker. Ini sekolah terdekat persis di sebelah jalan TPA ” kata Kadis Kesehatan Makassar Naisyah Tun Azikin usai membagikan masker dan melakukan pemeriksaan kesehatan di SD Inpres Borong Jambu.
Total masker yang dibagikan selama dua hari, yakni 7.074 lembar. Disebar pada tiga TGC.

Kabut Asap di Sungguminasa

Warga yang bermukim di Sungguminasa, ibu kota Kabupaten Gowa, juga terdampak kabut asap kebakaran dari TPA Tamangapa. Dari pagi hingga sore kemarin, asap masih tampak terlihat di udara kota.
Menyikapi hal itu, jajaran Polres Gowa langsung bereaksi. Mereka turun membagikan masker kepada para pengguna jalan.
Ratusan lembar masker disebarkan petugas Satsabhara Polres Gowa di beberapa titik jalan. Proses pembagian dikomando Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan didampingi Kanit Turjawali Ipda Anwar.
Langkah awal ini dilakukan pihak Polres untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pernapasan. ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan yang bisa menimbulkan gejala batuk, pilek disertai demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.
Polres Gowa juga memberikan imbauan melalui mobil penerangan, agar seluruh warga yang melintas atau beraktivitas menggunakan masker.
“Kami bagikan sekitar 200 lembar masker kepada warga yang melintas dan langsung dipasangkan oleh anggota Sabhara Polres Gowa. Kita lakukan ini, mengingat kondisi udara di Kabupaten Gowa tidak bersahabat akibat kabut asap,” kata AKP Mangatas Tambunan. (rhm-sar/rus)

MAKASSAR, BKM — Jadwal pelantikan anggota DPRD Kota Makassar periode 2019-2024 tinggal menghitung hari. Namun, dalam masa penantian itu, dua oknum calon legislatif terpilih kini tersandung kasus.
Mereka adalah Rahmat Taqwa dan Mario David. Rahmat berurusan dengan polisi terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Sementara Mario terbelit kasus di internal partainya. Ia diduga menyalahgunakan dana saksi parpol.
Rahmat adalah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Makassar. Ia lolos dalam pemilu legislatif (pileg) 17 April 2019 melalui daerah pemilihah (dapil) II, meliputi Kecamatan Sangkarrang,
Tim Elang Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Makassar menciduk Rahmat pada Selasa dinihari (20/8). Ia digerebek di rumahnya Jalan Barukang karena diduga mengonsumsi sabu, serta mengisap tembakau sintensis alias tembakau gorilla.
Dari tangannya, polisi menemukan dua saset sabu dan sisa sabu habis pakai, lengkap dengan alat isapnya (bong). Ada pula tembakau sintesis.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo merilis pengungkapan kasus ini di mapolrestabes, Selasa sore (20/8). Dia menjelaskan pengakuan Rahmat ketika menjalani pemeriksaan di depan penyidik.
”Dari hasil pemeriksaan, sudah enam bulan dia mengonsumsi narkoba jenis sabu dan mengisap tembakau. Dari hasil pemeriksaan labfor, positif memakai sabu,” terang Kombes Wahyu.
Atas perbuatannya, tersangka Rahmat dijerat pasal 112 dan 114 dengan ancaman hukuman 4 hingga 20 tahun penjara.
Kasatres Narkoba Polrestabes Kompol Diari Astetika yang mendampingi Wahyu, menjelaskan penangkapn tersangka dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Juga hasil pengembangan pengedar dan pengguna narkoba yang duluan ditangkap dan telah mendekam dalam sel tahanan Satres Narkoba Polrestabes Makassar.
”Tersangka sudah ditahan. Keterangannya masih dalam pengembangan. Kita tengah mengejar pengedar dan bandarnya,” terang Diari.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Makassar Busranuddin Baso Tika (BBT), mengaku kaget dan kecewa atas penangkapan anggotanya oleh aparat Polrestabes Makassar.
Menurut BBT, narkoba itu musuh bangsa. Lebih kejam dari teroris. “PPP tegas akan memecat kader jika terbukti terlibat penyalahgunaan narkotika,” ujar BBT di sekretariat DPW PPP Sulsel, Selasa (20/8).
Meski demikian, PPP masih menunggu keputusan resmi dari pihak kepolisian. “Tentu kita menyayangkan dan kecewa dengan Rahmat Taqwa,” jelas BBT yang juga anggota DPRD Makassar dua periode ini.
Menyusul kejadian ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulsel akan melakukan klarifikasi atau pengecekan terkait informasi ada caleg DPRD Kota Makassar yang tertangkap karena narkoba.
Ketua KPU Sulsel Misnah Attas mengatakan, begitu mendapat klarifikasi dan memang benar ada yang seperti itu, pihaknya akan mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Apakah mempersyaratkan yang bersangkutan tetap diajukan, tertahan, atau tidak.
“Jadi sejauh ini belum ada penyampaian soal caleg terpilih ditangkap narkoba. Kami segera lakukan pengecekan dan klarifikasi dulu,” ungkap Misnah usai bertemu dengan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah untuk menyerahkan nama-nama caleg terpilih, Selasa (20/8) di Rumah Jabatan Gubernur.
Dia mengaku, KPU Sulsel belum bisa mengeluarkan keputusan apakah yang bersangkutan tetap akan dilantik atau tidak.
“Nanti dilihat. Itu ada prosesnya. Kita juga tidak boleh sertamerta ada yang bermasalah kemudian langsung diganti oleh KPU. Tidak seperti itu juga. Nanti dilihat,” tandasnya.
Itu pun, tambahnya, KPU nantinya hanya sebatas pengusulan ke DPRD. Selanjutnya embaga wakil rakyat tersebut yang akan memutuskan.
Apalagi, karena terkait dengan hukum, prosesnya akan memakan waktu yang cukup panjang. Sementara, caleg terpilih sudah akan dilantik dalam waktu dekat, yakni 9 September mendatang.
“Menunggu keputusan inkrah,” jelasnya.
Lebih jauh dia mengemukakan, hingga saat ini masih ada satu caleg terpilih DPRD Sulsel yang belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) kepada KPU. Caleg bersangkutan adalah Taqwa Muller.
Namun, lanjut dia, yang bersangkutan sebenarnya telah mengirimkan soft file LHKPN ke KPU.
“Kami sudah mengecek barcodenya memang dari KPK, namun kami harus punya fisiknya. Begitu diserahkan ke KPU, langsung kami usulkan kembali namanya. Masih bisa. Setelah ada fisik, KPU akan usulkan agar namanya segera di-SK-kan,” pungkas Misnah.
Gubernur HM Nurdin Abdullah segera akan memproses usulan tersebut agar mereka bisa dilantik sesuai jadwal.
Ke depan, dia juga berharap, DPR adalah mitra kerja pemerintah. Tentu harus dibangun komunikasi lebih intens.
“Kita ingin supaya tidak ada perbedaan persepsi. Karena itu, ke depan komunikasi harus terjalin. Saya berharap kita seiring sejalan. Semua kunjungan gubernur, minimal diikuti oleh komisi yang bersangkutan. Termasuk ketua ketua DPRnya supaya ada sinergi. Seperti sekarang ini kan, kita tahu karena miskomunikasi sehingga banyak hal-hal yang menjadi ganjalan. Saya kira apapun kalau komunikasinya bagus pasti akan makin baik,” tandasnya.

Kasus Mario David

MASALAH lain menimpa anggota DPRD Makassar Mario David. Legislator Partai Nasdem yang kembali terpilih untuk periode kedua ini, terancam tidak dilantik sebagai anggota dewan lantaran ada masalah di internal partainya yang harus diselesaikan.
Mario David yang juga ketua Fraksi Nasdem DPRD Makassar ini tersandung dugaan kasus penyalahgunaan dana saksi parpol. Wakil Ketua DPD Nasdem Sulsel Dahlan Gege yang dimintai tanggapannya tidak membantah hal tersebut. Dahlan Gege mengakui jika pihak Nasdem sementara melakukan proses.
“Sementara dalam proses. Tapi untuk lebih jelasnya silakan menghubungi sekretaris Nasdem Sulsel (Syaharuddin Alrif),” ujar Dahlan Gege, Selasa (20/8).
Hanya saja, Syaharuddin Alrif yang juga wakil Ketua DPRD Sulsel belum merespons upaya konfirmasi yang dilakukan. Ia tak mengangkat gawainya ketika dihubungi. Pesan singkat yang dikirim juga belum dijawab.
Hal sama juga untuk Ketua DPD Nasdem Kota Makassar Andi Rachmatika Dewi. Politisi yang akrab disapa Cicu ini tak menjawab pesan yang dikirim. (jul-rhm-rif/rus)

MAKASSAR, BKM — Pencetus program pendidikan gratis itu telah tiada. Derai air mata dan isak tangis mengiringi pemakamannya. Mulai dari keluarga, handai taulan, kerabat, sahabat, hingga masyarakat biasa
Sejak jenazah Ichsan Yasin Limpo tiba di Makassar, Rabu malam (31/7), rumah duka di Jalan Haji Bau yang merupakan kediaman orang tua almarhum, tamu yang datang melayat tiada henti berdatangan.
Puncaknya, Kamis (1/8) dalam prosesi jelang penguburan almarhum. Ribuan orang dari berbagai latar belakang berbeda datang untuk memberi penghormatan terakhir. Hampir semua tokoh Sulsel maupun pejabat yang bertugas di daerah ini berkumpul untuk melepas kepergian almarhum.
Sebelum dimakamkan, dilakukan upacara persemayaman dan pelepasan jenazah. Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Mallagani bertindak sebagai inspektur upacara. Prosesi ini untuk menyerahkan jenazah dari keluarga ke Pemerintah Kabupaten Gowa. Keluarga diwakili mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyerahkan jenazah ke Pemkab Gowa.
Dengan berlinang air mata, Syahrul memberikan sambutan.
“Atas lama keluarga besar Ichsan YL dan HM Yasin Limpo, melepas dengan segala ketulusan dan keikhlasan, adik kami tercinta,” kata SYL tersendat-sendat.
Kepada seluruh yang hadir, SYL mengungkapkan jika Ichsan merupakan sosok politisi Bugis-Makassar yang berkarakter, dengan idealisme yang kuat, dan tegas.
Diapun menuturkan, saat tengah kritis di Singapura, Ichsan mengatakan, simpan air mata dan kesedihanmu dalam hati.
“Dia bilang, saya butuh energi dan semangat. Saya tidak akan kalah dengan kanker. Yang akan kalahkan saya hanya ajal,” kenang Syahrul sambil tersedu.
Dilanjutkannya,” Hari ini kami harus menangis. Kau orang baik. Kau cerminan kebesaran keluarga orang Bugis-Makassar. Perkataan dan perbuatanmu sejalan. Kami cinta padamu Ichsan. Izinkan aku teteskan air mata untukmu Emba,” kata mantan gubernur Sulsel itu terisak.
Dia mengaku bangga dengan istri dan anak Ichsan yang dengan tabah berada disamping almarhum hingga ajal menjemput.
Saat prosesi penyerahan jenazah, Wabup Gowa Abd Rauf pun tak sanggup menyimpan kesedihannya. Dengan terbata-bata dan isak tangis tertahan, dia atas nama Pemkab Gowa menerima jenazah almarhum.
“Kita bangga atas sosok almarhum. Ketegasan, keberanian, kecerdasan, semua jadi cerminan. Semua hidupnya didedikasikan di berbagai medan. Terukir dengan tinta emas,” ujarnya.
Jenazah Ichsan dilepas keluarga sekitar pukul 11.00 Wita untuk kemudian dibawa ke Masjdi Agung Syekh Yusuf di Sungguminasa.
Seluruh keluarga besar Yasin Limpo yang mengenakan busana putih-putih ikut mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panaikang, Makassar.
Iring-iringan kendaran sepanjang ratusan meter mengantar ambulans milik Pemkab Gowa menuju tempatnya mengabdi sebagai bupati dua periode.
Gubernur HM Nurdin Abdullah dan istri berangkat dari rumah jabatan sekitar pukul 09.45 Wita, menuju Jalan Haji Bau. Nampak hadir sejumlah bupati, seperti Suardi Saleh dan Iksan Iskandar, serta ketua partai politik.
Menurut Nurdin Abdullah, keluarga besar sudah sangat kuat menghadapi ujian atas penyakit yang diderita Ichsan Yasin Limpo beberapa bulan terakhir. Begitupun dengan almarhum, yang semasa hidup berjuang untuk sembuh.
“Seluruh keluarga besar, termasuk almarhum begitu kuat mau sembuh. Semua upaya telah dilakukan. Termasuk beliau dalam kondisi lemah masih bisa terbang ke Jepang,” tuturnya.
Duka mendalam atas meninggalnya Ichsan Yasin Limpo tidak hanya dirasakan oleh pihak keluarga dan masyarakat. Tapi juga oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Ia tiba di rumah duka pukul 09.30 Wita. Wagub mengenakan pakaian putih dan langsung menghampiri Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo dan Syahrul Yasin Limpo.
Raut duka nampak dari wajah Andi Sudirman. Ia menyampaikan ucapan belasungkawa saat bertemu keluarga Ichsan Yasin Limpo.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Andi Sudirman di hadapan keluarga almarhum.
Wagub mengaku, sejak mantan bupati Gowa dua periode tersebut dirawat di rumah sakit di Singapura, ia ikut memantau perkembangannya melalui media. Selain itu, ia juga sering dikabari para koleganya yang telah membesuk untuk memberitahukan kondisi terakhir Ichsan Yasin Limpo.
“Semoga Allah Swt menerima semua amal ibadahnya, serta ditempatkan di surga Allah Swt azza wa jalla. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ucapnya.
“Sebagai senior, beliau sangat baik kepada juniornya. Tampilan (kedekatan) Pak Ichsan dan keluarga, sebagai keluarga yang hangat,” ujar Andi Sudirman.
Wagub ikut melakukan salat jenazah di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, serta mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Gubernur HM Nurdin Abdullah bertindak sebagai inspektur upacara pada prosesi pemakaman. Ia menegaskan bahwa Sulsel kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Kenangan Adnan

Tiba lebih awal di Masjid Agung Syekh Yusuf, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan sempat mengungkapkan kenangan terakhirnya dengan sang ayahandanya. Ia menuturkan, sebelum berangkat bersama ayahnya ke Jepang untuk menjalani pengobatan lanjutan pascadirawat di Singapura, Ichsan sempat melaksanakan salat tahajud untuk meminta petunjuk Allah Swt.
“Iya, ayahanda melakukan salat tahajud untuk meminta petunjuk apakah keputusan berobat ke Jepang adalah yang terbaik. Beliau salat. Usai salat, terus saya tanyami bagaimana pak kita rasa, sudah siap ke Jepang? Ayah pun mengatakan siap dengan suara pelan,” kenang Adnan.
Karena kesiapan itulah, keluarga pun sepakat membawa mantan bupati Gowa dua periode ini ke Jepang menjalani pengobatan. Ia didampingi istri, empat anak, dan dua orang cucunya.

Jenazah Diusung 18 Camat

Di Masjid Agung Syekh Yusuf Sungguminasa, ribuan masyarakat Gowa yang datang dari berbagai penjuru pada 18 kecamatan. Mereka sudah berdatangan sejak pagi hari hingga jenazah dan rombongan pengantar tiba di halaman masjid.
Tak terkecuali pelajar, mulai dari anak TK, murid SD hingga siswa SMP membaur menunggu. Mereka juga berjejer di sepanjang jalan yang dilalui iring-iringan.
Jenazah tiba pukul 11.54 Wita di Masjid Agung Syekh Yusuf. Peti diusung 18 camat secara bergantian. Mulai dari rumah duka di Jalan Haji Bau menuju mobil jenazah. Hingga memasuki halaman Masjid Agung, juga diusung para camat berpakaian putih-putih.
Ratih Rauf, putri Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Mallagani yang juga adalah seorang purna praja, membawa foto IYL dan berjalan di depan pembawa peti jenazah.
Tangis dan air mata menyertai peti jenazah IYL dibawa masuk ke dalam masjid. Allahu akbar dan lailahaillalla mengiringi setiap langkah pengusung peti jenazah yang ditutup bendera merah putih dan untaian bunga melati.
Pada prosesi pelepasan jenazah di rumah duka, 18 camat terbagi. Tim 1 meliputi camat Pattallasang, Manuju, Bontomarannu, Bontononpo Selatan, Bajeng Barat, Barombong, Tinggimoncong, Somba Opu, dan Camat Pallangga. Tim ini bertugas mengusung peti jenazah keluar rumah duka menuju ambulance. Lalu langsung bertugas di lokasi pemakaman.
Sedang tim 2 meliputi camat Tompobulu, Bontolempangan, Bajeng, Tombolopao, Bontonompo, Parigi, Parangloe, Bungaya dan camat Biringbulu. Mereka usai menurunkan peti jenazah dan membawa masuk ke masjid, kemudian bertugas mendampingi jenazah menuju TPU Panaikang.
Ribuan warga Gowa ikut menyalatkan jenazah. Salat jenazah diimami Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gowa Abu Bakar Paka.
Kehadiran masyarakat ini tidak lain untuk memberikan penghormatan terakhir kepada orangtua dan tokoh yang telah berjasa membangun daerah berjuluk Butta Bersejarah hingga seperti sekarang.
Salah satunya Hariani, warga Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu. Dirinya mengaku, sangat merasakan kebijakan yang diberlakukan IYL selama menjabat sebagai bupati Gowa. Khususnya di sektor pendidikan.
“Sayami ini paling rasa pendidikan gratisnya Bapak Punggawa. Almarhum ini orang yang sangat baik dan murah senyum. Dulu waktu jadi bupati, setiap hari Jumat mengunjungi daerah kami untuk menanyakan langsung apa-apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kenangnya di Masjid Agung Syekh Yusuf, kemarin.
Dengan kebijakan IYL, dirinya telah berhasil menyekolahkan dua anaknya dan empat ponakannya dari TK hingga SMP secara gratis.
“Tidak ada biaya saya keluarkan untuk anakku sekolah. Sifat almarhum ini juga sama sekali dengan anaknya yang saat ini jadi bupati Gowa. Sama-sama perhatian dengan masyarakat kecil,” kata Hariani.
Sementara Nurliah Ruma mengatakan, dirinya telah mengenal sosok IYL sejak lama. Mulai sejak dia masih aktif di LSM hingga saat ini kini. Menjadi pekerja sosial dan menjadi penggerak Kotaku di Gowa.
“Pertama kali saya akrab ketika beliau menyetujui dana cosharing antara Pemkab Gowa dengan Kotaku untuk penataan kawasan kumuh. Saya sangat kehilangan bapak IYL yang selalu akrab saya panggil Punggawa. Kepergiannya seperti membawa luka yang sangat dalam,” kata Nurliah Ruma terisak.
Ia mengungkapkan, satu pesan almarhum IYL yang selalu dikenang hingga saat ini, yaitu dirinya selalu mengajarkan agar dalam hidup jangan pernah berhenti berjuang. Juga jangan pernah memakan makanan yang tidak halal.
“Ini petuah yang selalu saya ingat dan implementasikan dalam bekerja. Almarhum selalu ajar saya untuk hidup dengan jujur,” tambah Korkot Kotaku Wilayah 4 ini. (rhm-sar/rus)

MAKASSAR, BKM — Laga final leg kedua Piala Indonesia antara PSM Makassar versus Persija Jakarta ditunda tanpa batas waktu. Duel kedua tim harusnya dihelat di Stadion Mattoanging, Makassar, Minggu sore (28/7).
Keputusan tersebut diambil PSSI atas pertimbangan aspek keamanan dan kenyamanan pelaksanaan pertandingan. Penonton dan supporter PSM yang telah memenuhi stadion langsung bergemuruh penuh kecewa setelah mengetahui penundaan tersebut.
Manajer PSM Munafri Arifuddin bersama Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal S Suhaeb, dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Ariwibowo muncul di tengah lapangan. Dengan alat pelantang di tangan, manajer yang akrab disapa Appi itu menyampaikan informasi ke penonton.
”Kita sudah komunikasikan semuanya. Bahkan tadi malam (Sabtu malam), Bapak Kapolrestabes dan Penjabat Wali Kota telah datang berkomunikasi dan berdialog dengan pihak Persija agar final bisa dilaksanakan. Saya juga bersama Karo Ops dan Kapolrestabes mengajak Persija, mari kita bertanding hari ini (kemarin). Tapi karena menyatakan suasana tidak kondusif dan PSSI telah hadir di tengah-tengah kami, akhirnya pertandingan ditunda dan diminta untuk mencari tempat lain,” ujar Appi dengan suara lantang, yang disambut teriakan kekecewaan penonton.
”Saya sampaikan kepada pihak PSSI kalau pertandingan itu ditunda dan diselenggarakan di tempat lain, maka PSM tidak akan ikut lagi dalam pertandingan,” tandasnya.
Menyusul keputusan dari PSSI tersebut, sanksi agar diberikan kepada Persija, langsung disuarakan banyak kalangan. Mulai dari Penjabat Wali Kota Iqbal Suhaeb, mantan pemain PSM Sumirlan, mantan Manajer PSM Kadir Halid, hingga para supporter.
”Di sini kita ingin bagaimana PSSI bertindak tegas. Orang jangan seenaknya tiba-tiba menyalahkan sesuatu. Bisa saja kan dibicarakan terlebih dahulu apa solusi yang bisa ditempuh. Ada banyak win-win solution yang bisa diambil. Ditunda satu atau dua minggu ke depan. Bukannya tanpa batas,” cetus Iqbal.
Dia pun sangat menyayangkan manajemen Persija yang terkesan tidak percaya terhadap aparat negara. ”Masa’ aparat negara tidak dipercaya. Belum ada dalam sejarah, ada orang yang meninggal di lapangan saat pertandingan sepak bola berlangsung. Apa yang ditakuti kalau aparat sudah menjamin?” ketusnya.
Menurut Iqbal, ada banyak pihak yang dirugikan dengan keputusan PSSI tersebut. Khususnya penonton yang telah membeli tiket.
”Ada banyak orang-orang dari daerah yang sengaja datang untuk menonton pertandingan. Ada banyak orang yang saya tahu selama bertahun-tahun tidak pernah datang ke stadion, baru kali ini datang. Karena itu, PSSI harus bertindak tegas. Berikan sanksi kepada Persija,” tandasnya.
”Tapi, bukankah PSSI sendiri yang menunda laga tersebut? Ada apa antara PSSI dan Persija?” tanya BKM.
”Saya juga bertanyanya seperti itu,” sergah Iqbal.
Kadir Halid yang pernah menjadi Manajer PSM, juga sangat menyayangkan keputusan PSSI. ”Kalau soal keamanan, maka saya kira tidak pantas mereka untuk tidak bertanding. Karena Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar sudah menurunkan pengamanan penuh. Seharusnya PSSI tegas dan memberi sanksi kepada Persija,” tandas Kadir.

Ganti Pengurus PSSI

Mantan pemain PSM Sumirlan menilai, Persija telah mencoreng sepakbola Indonesia dengan segala bentuk alasannya. Dia pun mendesak PSSI untuk menggurkan Persija karena tidak bersedia bermain menghadapi PSM.
”Sebenarnya dari awal mereka tidak ingin bermain di Makassar. Mereka tidak gentlemen. PSSI harus memberi tindakan tegas kepada Persija karena selalu membuat ulang. Hanya mereka saja yang selalu ingin juara. Ini tidak bagus buat sepakbola Indonesia,” terangnya.
Sumirlan mendesak agar PSSI berani berbuat. Bila tidak, kata dia, lebih baik pengurus PSSI diganti. Karena Persija telah merusak tatanan persepakbolaan Tanah Air.
”Ini sejarah baru ada tim yang tidak mau bertanding di final, dan PSSI menyetujui hal itu. Keputusan ini patut dipertanyakan, ada apa. Apalagi pihak kepolisian dan aparat keamanan sudah memberi jaminan,” ujarnya.
Kejadian yang terjadi sehari sebelumnya dan menyasar pemain Persija, disebut oleh Sumirlan hanya sebagai insiden kecil. ”Dengan menerima keputusan penundaan, maka PSSI memang tidak pernah benar. Maka keputusan Menpora yang pernah membekukan PSSI tepat sekali. Tindakan mereka abnormal. Kalau memang tidak mampu, mundur saja dari PSSI,” kesal Sumirlan. (arf/rus)