pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MAKASSAR, BKM — Tiga hari sudah kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamanagapa, Antang. Sejak berlangsung Minggu (15/9) hingga Selasa (17/9), upaya pemadaman terus dilakukan. Namun api tak kunjung hilang.
Petugas dan armada yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar telah dikerahkan seluruhnya ke lokasi. Mereka masih bekerja keras untuk mencegah munculnya titik api baru.
Di saat bersamaan, asap tebal masih terus membumbung dari material sampah yang terbakar. Warga sekitar TPA khususnya, dan penduduk Makassar serta Kabupaten Gowa, secara umum merasakan dampak asap. Mereka terpaksa menghirup udara tak segar, walau telah mendapatkan masker pembagian.
Hingga kemarin, api sudah membakar empat blok. Masing-masing blok B, C, A1, dan A4. Sebagian Kota Makassar berselimut asap, terutama pada pagi hari. Karena angin bertiup ke arah pusat kota.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup menurunkan alat pendeteksi udara di kawasan TPA Tamangapa. Alat berupa High Volume Air Sampler (HVAS) ini bekerja untuk kandungan udara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulsel Andi Hasbi Nur menjelaskan, tiga alat pantau kualitas udara tersebut telah dipasang sejak Senin sore. ”Kita pasang di tempat yang paling sering terpapar asap,” ujarnya, kemarin.
Dari hasil pantauan alat tersebut, ungkap Hasbi, kualitas udara terburuk yang terdeteksi adalah ketika ada orang terpapar hingga delapan jam terus menerus.
“Jika kondisinya seperti itu, warga yang ada di lokasi tersebut harus diungsikan. Namun, saya dapat laporan, berangsur-angsur kualitas udaranya membaik,” terangnya.
Namun, tambahnya, dari hasil pantauan, belum ada warga yang terpapar kualitas udara buruk akibat polusi asap selama delapan jam berturut-turut. Alasannya, karena arah angin selalu berubah-ubah sehingga tidak hanya menjangkau satu lokasi.
Di hari ketiga kemarin, Dinas Damkar Makassar memanfaatkan metode nosel tanam untuk lebih mengefektifkan proses pemadaman api. Kadis Damkar Makassar Taufiek Rachman menuturkan, pihaknya melibatkan Manggala Agni Daerah Operasi Gowa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Teknologi nosel tanam pertama kali kami terapkan di TPA Antang. Tahun sebelumnya, kami memanfaatkan metode penyiraman pada permukaan untuk memadamkan api yang memakan waktu hingga enam hari,” kata Taufiek di TPA Antang, kemarin.
Selama ini, metode nosel tanam banyak dimanfaatkan di area kebakaran gambut. Termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau.
Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Gowa KLHK Ishak Andi Kunna, mengatakan metode nosel tanam digunakan di TPA Antang, karena memiliki karakteristik menyerupai lahan gambut yang sumber apinya berasal dari dalam tumpukan atau timbunan sampah yang mengandung gas metan.
“Kebakaran lahan gambut dan TPA Antang memiliki karakteristik ground fire atau kebakaran bawah. Di lahan gambut, api membakar bahan organik di bawah permukaan. Sementara di TPA Antang, api membakar bahan non organik di bawah permukaan,” terang Ishak.
Ada 20 personel yang diturunkan untuk menyuntikkan cairan kimia berupa flame freeze (racun api) di kedalaman sampah. Cairan ini sebelumnya ditampung di tandon (bak) berdiameter 2 meter, yang dicampur dengan air sebanyak 5 kubik dari armada Damkar Makassar. Hasil campuran inilah yang diinjeksi ke dalam tanah dengan alat nosel tanam.
“Cairan kimia flame freeze disuntikkan ke dalam tanah sejauh 2 hingga 3 meter. Metode ini memang spesialis pemadaman kebakaran tipe bawah tanah. Cara ini dapat mempercepat proses padamnya api di kedalaman sampah. Di dalam kan banyak gas metan,” ucap Ishak.
Kabid Operasi Damkar Makassar Hasanuddin, mengatakan metode nosel tanam ini dibarengi dengan metode penyiraman pada permukaan.
“Jadi sekarang kita kerja sama. Mereka (Manggala Agni) fokus padamkan api dari dalam bawah tanah. Sementara kami fokus pendinginan dari permukaan, diperkuat dengan water canon dari Brimob Polda Sulsel,” kata Hasanuddin.

Lokalisir Api

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Lingkungan Hidup Universitas Hasanuddin Prof Imran, menyarankan pemerintah untuk melokalisir sampah di TPA. Pasalnya, gas metan yang terdapat dalam tumpukan sampah, memungkinkan sampah di sana terbakar kembali.
Kemarau berkepanjangan yang terjadi di Makassar, lanjut dia, membuat air tanah di TPA turun. Sehingga gas metan yang ada akan terproduksi dengan baik. Sehingga bisa saja api di atas tumpukan sampah tampak padam, namun di dasar masih memproduksi api.
Sehingga Prof Imran menyarankan, pemerintah harus membongkar tumpukan sampah di TPA untuk mencari titik produksi gas metan. Gas metan ini, dikatakannya, harus cepat dikeluarkan supaya cepat habis, dan penanganannya juga cepat.
“Saran saya lokalisir dulu itu api, dengan menggali di sekitar TPA, supaya tidak merambat. Yang harus dilakukan adalah membuka TPA supaya banyak keluarnya ini gas. Kalau dibiarkan, akan lama. Di atas mungkin padam, di bawahnya terbakar, karena masih ada gas metan di bawah,” jelasnya, kemarin.
Ia menambahkan, kalau sampah digali, maka gas metan akan keluar ke mana-mana. Sehingga gas metan yang terbakar itu adalah api kecil, karena gas ini sudah keluar melalui samping galian.
Setelah itu dibuatkan parit khusus untuk mengalirkan gas metan ini. Efek yang ditimbulkan adalah api kecil, sehingga hal itu bisa diatasi dengan pemadaman menggunakan air.
“Digali di sekitar sampah agar cepat keluar, supaya cepat penanganannya dan padam. Kalau kita gali, gas metan akan keluar ke mana-mana. Jadi buatkan parit supaya cepat keluar dari TPA. Setelah itu baru pemadaman pakai air,” tambahnya.
Gas metan ini sendiri berasal dari tumpukan limbah sampah. Sampah ini mengandung CH dan nitrogen, yang jika beraksi membentuk CH4. CH4 ini yang namanya gas metan.
Dikatakan Prof Imran, gas inilah yang terbakar sekarang di TPA. Apalagi ditambah sampah di TPA yang umumnya adalah sampah plastik. Sehingga menjadi sangat berbahaya jika terus dibiarkan.
“Jadi gas ini bisa dibilang sama seperti bensin. Ini yang terbakar. Ditambah sampahnya kan umunya plastik mudah terbakar, karena saya pernah penelitian di sana,” terangnya.

Sekolah Diliburkan

Hingga kemarin, sejumlah sekolah yang berlokasi di sekitar TPA Tamangapa masih diliburkan. Alasannya, karena asap tebal yang masih menyelimuti.
Kepala Bidang Pemgembangan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar Ahmad Hidayat, mengatakan hingga Selasa pagi beberapa sekolah mengistirahatkan proses belajar mengajar. Walau beberapa siswa telah berdatangan ke sekolah.
Kondisi terkini yang tidak memungkinkan karena masih banyaknya asap di beberapa sekolah, menyebabkan siswa dan staf sekolah terpaksa dipulangkan. Hal ini guna mengantisipasi dampak lebih buruk yang bisa dialami oleh mereka.
Sekolah yang siswanya dipulangkan, antara lain SDN Borong Jambu I, II, dan III, serta SMPN 19 Makassar. “Sampai tadi pagi (kemarin), ternyata masih ada kabut asap di daerah itu, berdasarkan laporan dari kepala sekolahnya. Jadi saya minta sekolah diistrahatkan dulu. Walaupun tadi ada beberapa datang, tapi saya suruh pulangkan saja,” kata Hidayat.
Hidayat tidak bisa memastikan sampai kapan mereka akan diliburkan. Bergantung pada kondisi yang ada di sekolah.
Jika sudah aman dari asap, maka proses belajar mengajar akan dilangsungkan. Namun bila masih buruk, maka siswa akan dipulangkan kembali.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak sekolah masing-masing. Mereka intens melaporkan kondisi terkini tentang situasi lokasi di sana.
“Saya tetap berkoordinasi dengan kepsek. Saya bilangm laporkan kondisi terkini. Kalau besok (hari ini) kondisinya aman, belajar. Kalau buruk asap, dipulangkan,” ungkapnya.
Imbauan disampaikan Hidayat kepada para pihak sekolah di sekitar TPA. Terutama untuk terus menggunakan masker, memakai sepatu, hingga tidak merokok. (nug-jun/rus)

Gubernur:
Mana Pak Wali?

DI tengah kesibukannya, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah terus memantau kondisi yang terjadi di TPA Tamangapa. Berbeda dengan Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb yang saat kebakaran melakukan lawatan ke Australia, Nurdin tetap berada di Sulsel kendati harus melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah.
Seperti yang dilakukan, Selasa (17/9). Orang nomor satu itu harus ke Kabupaten Barru untuk melantik Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Nasruddin AM menjadi wakil bupati Barru masa jabatan tahun 2016-2021.
Kepada wartawan, Nurdin mengaku selalu mendapat laporan terkait perkembangan kebakaran di TPA Tamangapa.”Kondisinya saya kira sudah semakin membaik. Tidak seperti kemarin-kemarin,” ujarnya.
Dia sempat mempertanyakan ketidakhadiran pj wali kota dalam kondisi seperti ini. “Mana Pak Wali kah? (Ke Australia lagi). Dia lebih banyak keluar negeri dibanding gubernur. Gubernur ke desaji terus kasian. Seminggu ini ndak ada kan,” cetusnya.
Namun, orang nomor satu Sulsel itu mengaku jika keberangkatan Iqbal sudah mendapat izin dari gubernur.
Lebih jauh dia kemukakan, Pemprov Sulsel bersama Pemkot Makassar saat ini sudah harus memikirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih profesional dan memiliki nilai tambah. Salah satunya, dengan membangun pembangkit listrik tenaga sampah. Rencana program ini sudah jalan. Malah feasibility studynya sudah dibuat.
“Kalau saya bahasakan, insinerator waste to energy. Masak sebesar Makassar kita tidak punya itu,” ungkapnya.

Hari ini Iqbal Kembali

Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb terbang menuju Australia di hari saat kebakaran TPA terjadi, Minggu (15/9). Ia bertolak ke Negeri Kangguru bersama istri dan beberapa pejabat OPD. Tujuannya untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Gold Coast pada esok harinya, Senin (16/9).
Kasubag Kerjasama Kota Makassar Najiran Syamsuddin, mengatakan setelah penandatangan MoU antara wali kota Makassar dan Gold Coast, pada Selasa (17/9) dilanjutkan dengan pertemuan dalam bidang pendidikan antara Pemerintah Kota Makassar dengan Pemerintah Kota Gold Coast.
Bentuk dari tindak lanjut ini adalah kerja sama peningkatan SDM siswa dan tenaga pendidik, bekerjasama dengan Pemkot Makassar, pimpinan perguruan tinggi swasta se-Makassar, LLDikti, dan Pemerintah Kota Gold Coast.
Pertemuan dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Prof Jasruddin, anggota DPRD Sulsel Yusran Paris dan Ketua Yayasan Yapika Tahir. Keterlibatan yayasan ini sebagai tindak lanjut kerja sama bidang kesehatan.
“Hari ini (kemarin) seluruh rombongan akan menghadiri kegiatan Indonesia Australia High Level Bisnis Meeting di Kota Sydney yang berlangsung selama tiga hari. Output yang diharapkan, kita bisa menggaet perusahaan Australia untuk berinvestasi di Makassar,” kata Najiran.
Rencananya, Iqbal bertolak kembali menuju Makassar hari ini, Rabu (18/9). Kondisi Makassar yang terdampak kebakaran TPA, segera ditindaklanjutinya. Karenanya, rangkaian kegiatan di Australia selanjutnya akan diwakilkan kepada Asisten II Pemkot Makassar Sittiara Kinang.
Asisten Bidang Pemerintahan Pemkot Makassar Sabri, mengatakan Kamis (19/9) besok, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi terpadu dengan penjabat wali kota. Rapat ini akan membahas langkah-langkah pemerintah kota dalam menindaklanjuti dampak kebakaran TPA.
”Hari Kamis rapat koodinasi terpadu. Melibatkan pihak TPA Antang. Membahas semua koordinasi mengenai langkah yang akan ditempuh. Mudah-mudahan masyarakat mau diungsikan dulu sebagai antipasi dampak asap. Karena biasanya masyarakat tidak mau diungsikan, seperti banjir kemarin,” terang Sabri.

Tak Ganggu Penerbangan

General Manager Makassar Air Traffic Services (MATSC) Rosedi menjelaskan, sejauh ini aktifitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tetap normal seperti biasa. Tidak terganggu dengan asap yang memenuhi angkasa di Kota Makassar.
“Aktifitas penerbangan normal-normal saja. Karena spot kebakaran kecil. Cuma di TPA Tamangapa. Berbeda dengan kebakaran hutan di Kalimantan yang luas dan titik apinya banyak,” ungkapnya.
Lelaki yang bertugas di Makassar sekitar sebulan lebih itu, mengatakan asap yang mengganggu jarak pandang hanya radius beberapa meter. Tidak sampai mengganggu jarak pandang penerbangan.
“Jadi sejak TPA Antang terbakar sekitar tiga hari yang lalu sampai sekarang, penerbangan normal-normal saja. Tetap lancar,” tandasnya. (rhm/rus)

MAKASSAR, BKM — Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Tamangapa, Antang, menimbulkan dampak yang cukup parah. Asap dengan bau menyengat menyebar.
Tidak hanya di wilayah sekitar TPA yang merasakannya. Tapi hingga ke kabupaten tetangga, Gowa. Darurat asap sampah tengah berlangsung.
Kebakaran pada Minggu (15/9) hingga Senin pagi (16/9), merupakan yang terbesar dalam kurun beberapa tahun terakhir. Hal itu diakui Syawaluddin, Kepala Tata Usaha (KTU) Unit Pelayanan Teknis TPA Tamangapa, Antang, saat dikonfirmasi kemarin.
Kata dia, pertamanya api hanya muncul pada satu blok. Namun karena cuaca panas dan tiupan angin yang cukup kencang, si jago merah menyebar ke blok lainnya.
“Pada Minggu malam seluruh armada pemadam kebakaran Pemkot Makassar dikerahkan, sehingga api berangsur mulai padam,” ujar Syawal, kemarin.
Meski begitu, menurutnya, bara yang ada di dasar tumpukan sampah baru bisa padam paling lambat dalam rentang waktu lima bulan ke depan.
“Kalau padam secara total itu tidak serta merta. Paling lima bulanke depan baru bisa (padam total). Karena kebakaran ini hingga ke dasar tumpukan sampah,” tandasnya.
Perlahan, kondisi di TPA Tamangapa mulai kondusif. Aktifitas pembuangan sampah oleh angkutan mobil sampah mulai terlihat di siang hari kemarin.
Sebelumnya, armada pengangkut sampah dilarang melakukan aktivitas di dalam kawasan TPA, kecuali pemadam kebakaran. Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar M Ansar, didampingi Camat Manggala Ansar Umar, dan Kadis Kesehatan Makassar dr Naisyah T Azikin, turun langsung ke lokasi melakukan pengecekan kondisi terakhir. Termasuk yang terkait keamanan warga. Kepada warga dibagikan masker.
Menurut Syawal, kebakaran di lahan TPA Tamangapa kali ini mencapai luasan 10 hektare. Atau 80 persen dari 16,8 hektare luas keseluruhan.
Untuk penyebabnya, dikatakan Syawal tidak ada unsur kesengajaan. ”Kebakaran terjadi karena ada pertemuan arus panas dari bawah,” katanya.
Selain mengerahkan seluruh armada damkar pemkot guna mengatasi persebaran api, juga dikerahkan pompa air.
”Proses pembuangan sampah tetap berlangsung. Untuk sementara diarahkan ke TPA Bintang Lima yang ada di samping TPA sampah utama. TPA Bintang Lima juga dari TPA umum,” jelas Syawal.
Dampak asap kebakaran, menurut Syawal, dirasakan langsung warga Tamangapa yang berdomisili di sekitar TPA. Untuk mengurangi risiko penyakit yang bisa timbul, Pemkot Makassar melalui Dinas Kesehatan bergerak membagi-bagikan masker.
“Pak Sekda dan Bu Dinas Kesehatan Kota Makassar sudah datang tadi pagi (kemarin),” imbuhnya.
Ditanya tentang Penjabat Wali Kota Iqbal Suhaeb, ternyata belum datang ke TPA. Informasi yang diperoleh Syawal, Iqbal tengah berada di luar kota.
Menurut Syawal, TPA Tamangapa sudah menjadi langganan kebakaran setiap tahun. Karenanya, ia berharap kepada pemkot melalui Dinas Pemadaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPM-PTSP) tidak lagi memberikan izin kepada developer untuk membangun perumahan yang ada di sekitar TPA. Hal tersebut dimaksudkan agar warga terhindar dari asap ketika kebakaran terjadi.

Titik Api Susulan

Kepala Bidang Operasional Dinas Damkar Kota Makassar Muhammad Hasanuddin mengatakan, meski api berhasil dipadamkan, namun tetap berpotensi munculnya titik api susulan. Sebab, dasar dari tumpukan sampah di lokasi TPA mengandung gas metan. Kondisi ini diperparah dengan suhu yang cukup panas.
“Munculnya titik api susulan di lokasi TPA memungkinkan terjadi. Dikarenakan dasar dari tumpukan sampah mengandung gas metan. Dipicu lagi dengan suhu panas di atas 37°c hingga 39°c,” terang Hasanuddin.
Dijelaskan Hasanuddin, pembakaran sampah di TPA Tamangapa juga menimbulkan pembakaran monoksida yang dapat mengakibatkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Sepertinya suhu panas akibat terik matahari saat ini, menimbulkan pembakaran monoksida yang dapat mengakibatkan ISPA,” jelasnya.
Diakui Hasanuddin, peristiwa kebakaran saat ini tak jauh beda dengan kejadian seperti tahun lalu. Kala itu, selama enam hari berturut petugas damkar turun melakukan pemadaman.
Anggota DPRD Kota Makassar meminta kepada pemkot untuk terus aktif memantau kondisi di TPA Tamangapa, serta menyelesaikan masalah kabut asap yang ditimbulkannya. Termasuk melakukan langkah antisipasi penyakit yang bisa muncul.
“Saya sudah pantau kondisi di sana (TPA). Saya juga sudah tanyakan ke Kadis Kesehatan. Katanya sudah dibagikan masker kepada penduduk sekitar,” kata anggota DPRD Kota Makassar Abdi Asmara.
Menyusul peristiwa ini, lanjut Abdi, pemkot sudah seharusnya memperkuat manajemen sistem yang ada TPA Tamangapa. “Antisipasi terkait kebakaran itu harus ada. Karena akses di belakang itu terbuka. Jangan sampai ada semacam sabotase. Itu yang perlu dihindari. Kalau perlu Dinkes dan Dinsos Makassar turun langsung memberikan edukasi ke masyarakat di wilayah sekitar itu terkait bahaya kebakaran,” sarannya.
Anggota DPRD Makassar dari Dapil IV Nasir Rurung menegaskan,seharusnya pemkot lebih memperhatikan sistem pengamanan guna penanggulangan terjadinya kebakaran. Mencari cara bagaimana kebakaran tidak terus terulang.
“Pemerintahan sebelumnya, setiap tahun timbunan sampah selalu dibongkar. Sehingga percikan api yang ada di sekitar situ tidak berpotensi memicu kebakaran. Jadi saya berharap, nantinya pemkot intens melakukan langkah pencegahan seperti itu,” ujarnya.
Dia juga berharap, Dinkes Makassar menyebar sebanyak mungkin masker kepada pengguna jalan. Lebih khusus kepada masyarakat setempat.

Posko Bantuan Medis

Dinas Kesehatan Kota Makassar telah membuka posko bantuan medis yang berpusat di Puskesmas Pembantu (Pustu) Tamangapa sejak Minggu (15/9). Tenaga medis dikerahkan dan disiagakan selama 24 jam di tempat ini.
Sejak Minggu, Dinkes Makassar telah melakukan aktivasi terhadap dampak dari bahaya kebakaran, yang salah satunya adalah asap yang bisa mengganggu saluran pernapasan.
Tim Dinas Kesehatan menurunkan Tim Gerak Cepat (TGC) Bencana. Mereka melakukan mitigasi, dan penyisiran area yang memiliki risiko terkena dampak terbesar di sekitar lokasi kebakaran.
Model penanganannya ada dua. Yakni saat terjadi bencana (kebakaran), dengan menginformasikan kepada warga yang berdomisili sekitar TPA Tamangapa. Terutama mengimbau ibu-ibu yang memiliki balita dan batita agar menjauh dari lokasi. Sekaligus membagikan masker atau penutup wajah.
Penanganan pascabencana dilakukan dengan menyisir, dan membuat pemetaan data lokasi dan pemberian masker pada lokasi yg telah terdampak. Datanya bersumber dari hasil mitigasi lalu.
“Masker yang dibagikan melalui Posko Bantuan Medis dan TGC Tamangapa, Bangkala, dan Antang Perumnas sejak kemarin (Minggu) hingga hari ini (Senin) kurang lebih 7.074 lembar. Diserahkan kepada warga yang terdampak asap. Termasuk pelajar dan petugas,” kata Naisyah.
Dinas Kesehatan memiliki TGC sebanyak 47 yang tersebar di 15 kecamatan. Khusus penanganan tanggap darurat bencana di TPA Tamangapa, TGC yang dikerahkan adalah TGC Antang Perumnas, Tamangapa, Bangkala, dan Antang. Posko bantuan medis juga menyiapkan bantuan oksigenasi untuk pasien sesak, vitamin dan obat-obatan pendukung lainnya.
“Hari kedua, TGC kembali menyisir sekolah dan pemukiman warga. Khusus di sekolah-sekolah kita serahkan sesuai jumlah siswa yang hadir,” ujar Naisyah.

Pangdam Kunjungi Lokasi

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi meninjau lokasi kebakaran di TPA Tamangapa, Senin (16/9). a disambut Kepala TPA Sampah Antang Rahim, Camat Manggala Ansar Umar dan Lurah Tanggamapa Rasyid Razak.
Kedatangan Pangdam untuk memastikan kebakaran yang melanda areal TPA sudah diatasi secara tuntas, dengan melibatkan berbagai institusi, khususnya Dinas Pemadam Kebakaran. Termasuk aparat Kodim yang membantu.
Partisipasi warga sekitar lokasi TPA, yang bergotong royong ikut memadamkan api yang membakar enam blok TPA. Kebakaran di blok A1, A2, A3, A4, dan B serta C sudah berhasil dipadamkan. Sementara blok 2 dan 4 masih menyisakan titik api.
”Proses pemadaman sudah dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar. Kalaupun apinya sudah mulai mengecil, kita berharap nantinya bisa dipadamkan secara keseluruhan,” ujarnya.
Mayjen Surawahadi yang didampingi Asintel Kolonel Inf Andi Asmara Dewa, dampak asap kebakaran ini relatif panjang. Untuk itu ia berharap kepada semua pihak yang terkait agar bisa segera mengatasinya. ”Kita berusaha mencegah, jangan sampai mempengaruhi penerbangan. Karena ini merupakan perlintasan pesawat ke arah Maros,” terangnya. (nug-arf-jun/rus)

Bagi-bagi Masker,
Sekolah Diliburkan

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meninjau lokasi terjadinya musibah kebakaran di TPA Tamangapa, Senin (16/9). Di sana, orang nomor dua Sulsel itu membagikan masker untuk para warga.
“Kami ingin mengetahui langsung kondisi di lapangan. Alhamdulillah, tadi warga yang bermukim di lokasi sudah dibagikan masker. Termasuk juga ke tim medis. Pemadam sudah standby untuk pendinginan titik api,” terangnya usai meninjau.
Andi Sudriman mengatakan, diperlukan solusi permanen dan teknologi ramah lingkungan untuk menangani persoalan sampah di wilayah tersebut.
“TPA ini butuh solusi yang permanen. Kita dorong kota untuk bersinergi bersama Pemprov Sulsel. Juga teknologi penanganan sampah yang ramah terhadap lingkungan,” jelasnya.
Wagub mengarahkan, tanah dan sampah di wilayah yang dulunya adalah lembah ini dapat dipilah, sehingga sampah yang mencapai 800 kg setiap hari dapat terpisah dari tanah.
Laporan pemerintah setempat ke wagub, ada lima SD, satu SMA, satu SMP, serta satu panti asuhan merasakan dampak asap. “Tim gerak cepat sudah dibuat untuk menangani dampak akibat asap. Tiga SD diliburkan karena dekat dari lokasi TPA dan merasakan dampak asap yang hebat,” sambungnya.
Wagub menyarankan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) dan pengelola TPA agar mempertegas larangan merokok di area TPA.
“Pengalaman dengan apa yang terjadi saat ini, rokok bisa jadi penyebab kebakaran. Kalau bekerja jangan sambil merokok,” kata Sudirman.
Selain larangan merokok, wagub menyarankan pekerja di lokasi TPA menggunakan masker, serta peralatan keamanan saat bekerja.
“Diharapkan jangan masuk ke area TPA tanpa menggunakan masker. Keamanan dalam bekerja sangat dibutuhkan. Mungkin setahun ini sosialisasi dulu. Kaos tangan dan sepatu juga contohnya, harus dijadikan pola kebiasaan bagi pekerja. Terutama untuk kesehatan masyarakat yang bekerja di wilayah TPA Tamangapa,” tandasnya.
Dalam kunjungan ini, wagub berkesempatan mendengar aspirasi masyarakat sekitat TPA. Dalam dialog, masyarakat berharap TPA Tamangapa dikelola dengan baik. Salah satunya dengan normalisasi kanal.
Masker juga dibagi-bagikan kepada pelajar sekolah dasar (SD) di sekitar TPA Tamangapa. Yakni SD Inpres Borong Jambu I, II, dan III. Sekolah ini persis berada di depan TPA.
Usai mendapatkan masker, mereka kemudian diperbolehkan untuk pulang. Libur dadakan ini bertujuan agar murid bisa terhindari dari dampak asap yang ditimbulkan pascakebakaran.
“Siswa kami suruh pulang, setelah dibagikan masker. Ini sekolah terdekat persis di sebelah jalan TPA ” kata Kadis Kesehatan Makassar Naisyah Tun Azikin usai membagikan masker dan melakukan pemeriksaan kesehatan di SD Inpres Borong Jambu.
Total masker yang dibagikan selama dua hari, yakni 7.074 lembar. Disebar pada tiga TGC.

Kabut Asap di Sungguminasa

Warga yang bermukim di Sungguminasa, ibu kota Kabupaten Gowa, juga terdampak kabut asap kebakaran dari TPA Tamangapa. Dari pagi hingga sore kemarin, asap masih tampak terlihat di udara kota.
Menyikapi hal itu, jajaran Polres Gowa langsung bereaksi. Mereka turun membagikan masker kepada para pengguna jalan.
Ratusan lembar masker disebarkan petugas Satsabhara Polres Gowa di beberapa titik jalan. Proses pembagian dikomando Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan didampingi Kanit Turjawali Ipda Anwar.
Langkah awal ini dilakukan pihak Polres untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pernapasan. ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan yang bisa menimbulkan gejala batuk, pilek disertai demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.
Polres Gowa juga memberikan imbauan melalui mobil penerangan, agar seluruh warga yang melintas atau beraktivitas menggunakan masker.
“Kami bagikan sekitar 200 lembar masker kepada warga yang melintas dan langsung dipasangkan oleh anggota Sabhara Polres Gowa. Kita lakukan ini, mengingat kondisi udara di Kabupaten Gowa tidak bersahabat akibat kabut asap,” kata AKP Mangatas Tambunan. (rhm-sar/rus)

MAKASSAR, BKM — Kebakaran kembali terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Minggu (15/9). Api muncul sejak pukul 13.30 Wita. Sebanyak 11 unit armada pemadam didatangkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.
Muh Hidayatullah, komandan regu Damkar Kota Makassar yang ditemui di lokasi, kemarin sore menuturkan, api sudah berhasil dipadamkan. Hanya saja, di bawah bagian bawah gunungan sampah masih ada bara yang siap menyala.
”Untuk antisipasinya, kita siagakan armada damkar. Kita berjaga-jaga jangan sampai api menjalar ke rumah warga,” ujar Muh Hidayatullah.
Pantauan di lokasi, akibat kebakaran, pemulung yang sedang beraktivitas di area ini berusaha menyelamatkan barang bekas yang telah mereka kumpulkan. Selain itu, ratusan ekor sapi yang kerap digembalakan di area TPA, juga langsung dievakuasi.
Menyusul kebakaran di TPA Tamangapa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar berjanji untuk melakukan upaya pencegahan. Sebab kebakaran seperti ini terjadi hampir setiap tahunnya.
Pelaksana Tugas Kepala DLH Kota Makassar Andi Iskandar, mengatakan salah satu pecegahan yang segera dilakukan adalah membangun instalasi pengelolaan sampah. Instalasi ini bisa mengurangi volume sampah yang ada di sana. Karena, meningkatnya volume sampah di TPA menjadi salah satu faktor mudahnya api cepat menjalar.
Iskandar menjelaskan, untuk langkah antisipasi tersebut, Pemkot Makassar telah masuk dalam Keppres (Keputusan Presiden) No 35 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik.
“Ini sementara kita percepat, rencana kegiatan pembangunan PLTSa. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dilaksanakan. Karena sudah ada dari Korea yang uji coba,” ujarnya.
Setelah PLTSa berjalan, sampah yang nantinya masuk ke TPA Antang langsung diproses, sehingga tidak ada lagi penumpukan. Volume sampah pun kian berkurang.
Kepala UPT TPA Tamangapa Hidayat, proses pemadam telah dilakukan personel dari Dinas Damkar Kota Makassar. Menurutnya, kebakaran terjadi di satu titik tumpukan sampah dan terus membesar. Hal tersebut diakibatkan karena cuaca panas dan kering.
“Kalau musim kemarau dan panas begini cuaca, semua sampah yamg mudah terbakar itu akan mengering hingga memicu terjadinya kebakaran,” terangnya.
Antisisapi pun telah dilakukan oleh pihaknya. Namun tidak bisa membuat hingga zero kejadian. Apalagi tahun ini berlangsung kemarau yang berkepanjangan.
“Kita sudah antisipasi dengan mendekatkan posko pemadam kebakaran dengan lokasi TPA. Kita juga sudah siapkan pompa air, tapi pernah hilang. Tetapi kita sudah adakan kembali. Namun yang jadi masalah, lokasi TPA jauh dari sumber air,” tuturnya.
Ia berharap, pertistiwa ini cepat ditangani dan tidak menimbulkan korban. Pihak UPT, dikatakannya, akan terus berupaya bagaimana meminimalisir terjadinya kebakaran di TPA. (jun-nug/rus)