Connect with us

Kriminal

Kejati Periksa Dua Tersangka Kasus HPT Mapongka Toraja

-

MAKASSAR, BKM — Kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan penerbitan sertifikat di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Mapongka, Tana Toraja, memasuki babak baru. Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel, melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil, mengatakan, tersangka berinisial MAR selaku Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan berinisial A, Kepala Seksi Pengukuran dan Pendaftaran Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Tana Toraja.
Menurut Idil, MAR diperiksa sebagai tersangka setelah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor 27/P.4.5/Fd.1/04/2021 dan A berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor 28/P.4.5/Fd.1/04/2021. Penetapan tersangka terhadap keduanya setelah dilakukan proses penyidikan.
”Keduanya diperiksa sebagai tersangka hari ini (kemarin red). Keduanya diperiksa setelah ditetapkan tersangka setelah dilakukan proses penyidikan berupa pemeriksaan saksi-saksi, penyitaan dokumen serta pemeriksaan MAR dan A sebagai saksi,” ujar Idil, akhir pekan lalu.
Mantan Kasi Pidum Kejari Sidrap ini juga menjelaskan, dari hasil penyelidikan tim penyidik menemukan keduanya telah menyalahgunakan kewenangan dengan jabatannya sehingga terbit Sertifikat Hak Milik (SHM) dalam kawasan Mapongka.
Kedua tersangka diduga melanggar pasal 2 ayat 1, pasal 3, jo.pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
”Akibat perbuatannya, kedua tersangka telah menimbulkan kerugian negara ditaksir sebesar Rp12,6 miliar,” jelas mantan Kasi Pidum Kejari Parepare ini. (mat)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini