Connect with us

Headline

Peladen Bermasalah, Zonasi tidak Tepat

Kadisdik Makassar Ungkap Praktik ”Nakal” Manipulasi KK di PPDB

-

BKM/NUR HAMZAH RAMAI-Walau PPDB di Makassar dilaksanakan secara daring, namun orang tua calon siswa ramai yang datang ke sekolah. Seperti terlihat di SMP 22 Jalan Ir Juanda di hari pertama pendaftaran, Senin (20/6). Mereka datang untuk berkonsultasi terkait proses pendaftaran yang masih menemui sejumlah kendala.

MAKASSAR, BKM — Hari pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP, Senin (20/6), diwarnai keluhan dari orang tua murid. Salah satunya terkait dengan peladen (server) yang bermasalah (error), serta penempatan zonasi yang tidak tepat.
Seperti yang dialami orang tua murid bernama Nirmala. Dia mengaku berkali-kali ingin mengakses di website PPDB, namun sayang tidak pernah berhasil. Nirmala ingin melakukan proses pendaftaran PPDB untuk anaknya yang akan masuk ke jenjang SMP.

“Saya mulai mencoba akses dari jam 08.00 Wita pagi. Tapi ini sudah hampir dua jam di depan komputer, tetap tidak bisa terbuka. Mungkin karena banyak yang mau akses websitenya yah,” jelas Nirmala, kemarin.
Dia lalu mencoba cara lain dengan mendatangi jasa pendaftaran PPDB online yang ada di depan SMP 8 Makassar, Jalan Batua Raya. Namun sayang dia pun belum berhasil.

Pengakuannya, ia mulai mengakses laman pendaftaran sejak pukul 08.00 Wita. Setelah hampir satu jam di depan komputer, ia tetap belum bisa mengakses laman tersebut
Karena belum berhasil masuk ke sistem pendaftaran, Nirmala pun berinisiatif mendatangi panitia PPDB di kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar, Jalan Anggrek untuk mengadukan persoalannya. Beruntung di sana, panitia bisa membantu untuk memfasilitasi anaknya untuk mendaftar.

Wali murid lainnya, Kasmira mengeluhkan koordinat tempat tinggalnya tidak tepat. Dia tercatat berdomisili di Jalan Baji Bicara. Ingin mendaftarkan anaknya di sekolah yang berlokasi di Jalan Baji Gau. Namun ketika mengakses, titik koordinat tempat tinggalnya berada di kawasan Tanjung Bunga.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin Mustakim mengaku memang masih ada beberapa persoalan dan kendala yang ditemukan pada hari pertama PPDB. “Ada juga orang tua hubungi kami. Dia ambil titik sekolah, eh lari ke Barawaja. Tidak ada titik koordinatnya,” ungkap Muhyiddin.
Dia melanjutkan, persoalan ini memang terjadi setiap tahun. Tidak sedikit calon siswa yang domisilinya berubah, tidak sesuai dengan yang tertera di Kartu Keluarga (KK). Namun, kata dia, ada juga yang ”nakal”, melakukan manipulasi terhadap KK untuk keterangan domisili.

Halaman
1 2 3 4

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini