MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melepas peserta Sulsel Anti Mager (Malas Bergerak) Pastikan 10.000 Langkahta Setiap Hari di Centerpoint of Indonesia, Minggu (26/6).
Peserta terdiri dari ASN dan non ASN lingkup organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sulsel dan keluarga. Andi Sudirman dan istri bersama keluarga hadir dengan tema dress code warna merah dan putih. Peserta dilepas di Jembatan Toraja CPI.
“Saya sangat senang karena ASN dan non ASN saya mau hadir menggalakan program Sulsel Anti Mager atau malas gerak. Negara maju juga berusaha menjaga kebugaran tubuh,” kata Andi Sudirman Sulaiman.
Menggalakkan gerakan ini sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kebahagian dan produktivitas kerja.
Gerakan 10.000 langkah per hari ini merupakan olahraga aerobik berjalan yang rutin dilakukan gubernur Indonesia termuda ini untuk menjaga kebugaran.
10.000 langkah dengan menghitung langkah sepanjang hari baik itu saat berolahraga, beraktivitas dan bekerja serta olahraga di rumah. 10.000 langkah diukur dengan menggunakan aplikasi perekam langkah sejauh 7 km. Ia berharap ini konsisten dilakukan.
“Alhamdulillah saya sudah membuktikan, 10.000 langkah perhari, setelah saya cek kolesterol saya turun. Kalau pun ada kegiatan di kantor dan pulang jam 10 (malam), saya lakukan treadmill di rumah,” sebutnya.
Di akhir kegiatan Andi Sudirman melakukan penarikan undian. Termasuk door prize motor yang disumbangkannya dan memberikan kuis kepada peserta.
“Saya tidak menyangka dapat motor, bahkan tadi bilang biar strika juga saya sudah bersyukur. Ini apalagi dapat motor lansung sumbangan Pak Gubernur, saya bersyukur apalagi belum punya motor,” ucap Warda dari Dinas Peternakan Sulsel.
Selain itu, Andi Sudirman menyerahkan sapi seberat 1,4 ton dari donatur di Soppeng untuk kurban dan diserahkan kepada pengurus Masjid 99 Kubah. Seorang warga asal Kabupaten Soppeng yang tidak ingin disebutkan namanya, memberikan sumbangan untuk Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Gubernur tak langsung menerima pemberian itu. Ia memberikan syarat bahwa sapi yang diterima akan dijadikan hewan kurban pada saat Iduladha 1443 H.
“Kami menerima sumbangan seekor sapi dari salah seorang masyarakat di Soppeng. Namun sapi itu akan kami jadikan hewan kurban yang akan disalurkan untuk fakir miskin,” kata Andi Sudirman Sulaiman.
Sapi itu rencananya akan diserahkan kepada panitia Masjid Kubah 99 Asmaul Husna, Kota Makassar.
“Hari ini (kemarin) atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulsel kami serahkan ke pengurus Masjid Kubah 99 Asmaul Husna untuk dipotong sebagai hewan kurban pada Hari Raya Iduladha, dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin Sulsel (Luwu Raya, Ajattappareng, Bosowasi dan Mamminasata serta Selatan),” tuturnya.
Atas pemberian tersebut, Andi Sudirman tak lupa menyampaikan terima kasih sembari mengirimkan doa terbaik.
“Kami ucapkan Jazakallakhair dan semoga Allah memberikan pahala untuk hamba yang telah menghibahkannya, Aamiin,” ujarnya. (jun)

