MAKASSAR, BKM–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan sosialisasi Anggaran dasar dan Anggaran Rumah tangga (AD/ART) di hotel Al Madeera Makassar, Sabtu hingga Minggu (3/7).
Kegiatan ini dilakukan di seluruh Provinsi yang dihelat selama dua hari ini dibuka oleh ketua MPP PKS, Dr Suswono yang pernah tercatat sebagai menteri Pertanian RI diera Presiden SBY ini menyampaikan bahwa AD ART ini adalah produk majelis syuro, dan forum ini untuk memberi masukan pengayaan atas konsepsi dasar partai.
Kegiatan ini dihadiri pengurus DPTW se Sulawesi, diisi dengan materi falsafah dasar partai, platform partai dan nilai-nilai kebangsaan partai. Ada materi khusus tentang refleksi perjalanan PKS, kekuatan dan kelemahan organisasi, tantangan dan peluang PKS.
Ketua BPW PKS Sulawesi, Surya Darma, menyampaikan bahwa sosialisasi ini penting untuk memberi wawasan bagi kader tentang ke arah mana seluruh kiprah politik PKS bermuara. “Muaranya yakni menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,”ucap Surya Darma .
Ketua MPP, Mallarangan Tutu, menyampaikan harapannya semoga bisa menjadi bekal sebagai anggota partai dalam menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Sekretaris MPW PKS Sulsel Sri Rahmi menyampaikan bahwa materi-materi yang sangat penting ini harus diikuti serius oleh semua peserta. “Semua pejabat publik PKS harus bisa menguasai AD/ART”pinta Sri Rahmi yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel ini.
Ditempat berbeda Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid mengatakan siap tebar 1,5 juta paket korban sebagai momentum untuk memaksimalkan bulan Dzulhijjah dan memperkuat solidaritas.
“PKS sebagai partai politik aktif untuk memanfaatkan momentum yang ada dengan gerakan solidaritas dan berbagi, Salah satu untuk memaksimalkan solidaritas adalah program tebar 1,5 jt paket kurban se-Indonesia nantinya para anggota PKS di daerah melaksanakan program ini menyembelih hewan kurban dan membagikan kepada masyarakat,” kata Wakil Ketua MPR RI itu.
Ia menyebut, bulan Dzulhijjah mengingatkan kembali dengan kesatuan dan persatuan umat Islam dengan saling berbagi daging qurban.
“Bulan Dzulhijjah mengingatkan kita tentang kesatuan umat. Syariat haji dan kurban yang terdapat di bulan ini mengajarkan kita tentang solidaritas. Mulai dari prosesnya hingga hasilnya. Pembagian daging kurban sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat yang kurang mampu,”jelasnya.
Menurut Hidayat, maraknya penyakit mulut dan kuku yang dialami para peternakan menjadi momentum untuk saling membantu mereka. “Terlebih dengan adanya fenomena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak seharusnya bisa lebih menguatkan solidaritas kita,”pungkasnya. (rif)

