Connect with us

Politik

Ajiep Minta ASS Pertimbangkan Ubah BPD Jadi Bank Syariah

-

IST BERKUNJUNG--Anggota DPD RI Dr Ajiep Padindang bersama Plt direktur utama Bank Sulselbar Yulis Suandi saat berkunjung ke Kota Makassar, Kamis (21/7)

MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Sulawesi Selatan, Dr H Ajiep Padindang. menyayangkan rencana yang akan dilakukan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS) jika mengubah Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar menjadi Bank Syariah, tanpa persetujuan DPRD Sulsel.

“Seharusnya didahului dengan pembicaraan yang mendalam dengan DPRD Sulsel sebagai representasi pemilik saham, bukan hanya keinginan Gubernur dan para bupati,”ujar Dr Ajiep usai melaksanakan kunjungan kerja ke Direksi PT.Bank Sulselbar, Kamis (21/7).
Seperti kita ketahui pemerintahan daerah adalah Kepala Daerah dan DPRD, jadi tidak bisa serta merta kepala daerah menyetuji dalam RUPS tanpa membicarakan secara seksama dengan DPRDnya. “Penyertaan saham kan mesti disetujui DPRD, baik secara khusus melalui peraturan daerah (perda) maupun melalui Perda ABPD,”tegas Ajiep yang pernah tercatat sebagai Ketua Komisi A DPRD Sulsel ini.

Memang mengagetkan bahwa, tanggal 20 Juni 2002 yang lalu melalui RUPS Sirkuler, para pemegang saham menyetuji pelaksanaan konversi PT Bank Sulselbar menjadi Bank Umum Syariah. Latar belakangnya antara lain karena Unit Syariah BPD Sulselbar, apabila tidak bisa Spin – Off karena tidak mampu mencukupi modal sampai tahun 2022 ini, maka akan dibubarkan oleh OJK dan tentu seluruh asetnya kembali pada induknya yakni Bank Sulselbar. “Tentu ada kajian dari pihak Direksi PT Bank Sulselbar, sebab sejak RUPS tahun 2021 yang lalu sudah terungkap gagasan itu, tapi mestinya dilakukan secara mendalam dengan sosialisasi yang luas,”jelas Ajiep.
Senator dua periode ini berada pada Komite IV yang bermitra dengan OJK, Bank Indonesia serta Kemenkeu RI. Direksi PT Bank Sulselbar, seharusnya memberikan pertimbangan yang matang pada Gubenur dan para kepala daerah, sebab mengelola Unit Syariah (UUS) saja perkembangannya tidak siginifikan dan Pemda juga tidak serius untuk menambah modal selama ini untuk mencapai kecukupan modal agar bisa Spin – Off.

Laman: 1 2 3

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini